Category Archives: EKONOMI

Swasembada Beras 2025: Kemenangan di Gudang, Penderitaan di Meja Makan?

Jakarta, Kowantaranews.com – Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di sektor pertanian dengan proyeksi produksi beras mencapai 31,04 juta ton pada periode Januari-Oktober 2025, melonjak 12,17% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Kementerian Pertanian bahkan optimistis angka ini bisa tembus 33 juta ton hingga akhir tahun. Dengan cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 3,93 juta ton..

Beras Melambung, Ekonomi Merosot: Mengungkap Paradoks Inflasi di Tengah Deflasi Nasional

Jakarta, Kowantaranews.com – Di tengah deflasi nasional sebesar 0,08% pada Agustus 2025, Indonesia menghadapi paradoks ekonomi yang membingungkan: harga beras, pangan pokok mayoritas rakyat, justru melonjak. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras sebesar 0,73% secara bulanan dan 4,24% tahunan, berkontribusi signifikan terhadap inflasi nasional 2,31%. Sementara harga tomat, cabai rawit, tarif angkutan udara, dan..

Distribusi Beras Murah di Jawa Barat: Janji Manis Pemerintah vs Kekecewaan Warga

Jakarta, Kowantaranews.com     – Kenaikan harga beras yang melanda Jawa Barat menjadi pukulan berat bagi masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah. Harga beras di pasar Bandung kini berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah sebesar Rp 12.500 per kilogram untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga..

Distribusi Beras Murah di Jawa Barat: Wajah Ganda antara Komitmen Pemerintah dan Keluhan Masyarakat

Jakarta, Kowantaranews.com -Di tengah kenaikan harga beras yang mencengkeram Jawa Barat, program Gerakan Pangan Murah (GPM) digadang-gadang sebagai solusi pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan meredam tekanan ekonomi pada masyarakat menengah ke bawah. Harga beras di pasar, terutama di Bandung, melonjak hingga Rp 15.000–18.000 per kilogram, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah sebesar Rp..

Paradoks SPHP: Beras Berlimpah, Harga Melambung, Distribusi Ambruk ?

Jakarta, Kowantaranews.com – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digagas pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dan Perum BULOG bertujuan menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga beras. Namun, ironisnya, meskipun cadangan beras nasional tercatat cukup, harga beras di pasar tetap melambung tinggi, dan distribusi program ini tersendat di banyak wilayah. Situasi ini menciptakan paradoks:..

Harga Gabah dan Beras Dibatasi: Solusi Stabilitas Pangan atau Beban Baru bagi Petani dan Konsumen?

Jakarta, Kowantaranews.com – Pemerintah Indonesia, bersama pelaku usaha penggilingan padi dan beras, telah menyepakati kebijakan harga batas atas dan bawah untuk gabah dan beras. Kebijakan ini, yang digagas untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mencegah persaingan usaha tidak sehat, memicu diskusi hangat di kalangan petani, pedagang, dan konsumen. Namun, apakah langkah ini benar-benar solusi untuk..

Ubi dan Pisang di NTT Meroket: Kemarau Panjang Bikin Kantong Jebol!

Jakarta, Kowantaranews.com – Harga ubi dan pisang di Nusa Tenggara Timur (NTT) melonjak drastis, membuat masyarakat menengah ke bawah semakin tertekan. Di Pasar Kasih, Kota Kupang, harga ubi jalar—baik ungu, putih, maupun kuning—meroket dari Rp 10.000 per kantong plastik menjadi Rp 20.000. Begitu pula dengan pisang, yang kini dijual Rp 20.000 per sisir, dua kali..

Gaji DPR Ratusan Juta, Rakyat Memulung: Kesenjangan Ekonomi yang Menyengat di Indonesia

Jakarta, Kowantaranews.com -Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menghadapi paradoks pembangunan yang kian mencolok. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi stabil dan pembangunan infrastruktur masif terus berjalan. Namun, di sisi lain, kesenjangan sosial-ekonomi antara elite politik dan rakyat biasa semakin lebar, menciptakan ketidakadilan yang menyengat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025 menyebutkan 23,85..

Gula Petani Tersandera: Krisis 2025 Akibat Impor Liar dan Kebijakan Amburadul ?

Jakarta, Kowantaranews.com -Di Jawa Timur, gudang-gudang petani tebu dipenuhi 100.000 ton gula yang tak terserap pasar, sementara harga tetes tebu (molase) anjlok 60% dari Rp 2.500-3.000/kg pada 2024 menjadi Rp 1.000-1.400/kg pada 2025. Krisis ini bukan sekadar angka, tetapi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup ribuan petani tebu dan mimpi swasembada gula nasional sesuai Perpres No…

Krisis Pangan Menggila: Beras Melambung, Minyakita Langka, Gula Petani Terpuruk ?

Jakarta, Kowantaranews.com – Indonesia tengah menghadapi gelombang krisis pangan yang mengguncang stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Beras, minyak goreng rakyat (Minyakita), dan gula, tiga komoditas esensial dalam kehidupan sehari-hari, kini menjadi sorotan akibat melonjaknya harga, kelangkaan pasokan, dan dampak ekonomi yang merugikan petani serta konsumen. Data terbaru menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah, meski digadang-gadang sebagai..