Jakarta, Kowantaranews.com – Di tengah dinamika ekonomi global, Indonesia memilih jalur diplomasi yang menyentuh indera perasa dunia: Gastrodiplomasi. Melalui program unggulan Indonesia Spice Up the World (ISUTW), pemerintah tidak hanya menargetkan kenaikan angka ekspor, tetapi juga menancapkan pengaruh budaya (soft power) melalui ribuan restoran Indonesia di mancanegara. Strategi ini menegaskan bahwa diplomasi masa kini tidak hanya terjadi di meja perundingan, melainkan juga di atas piring saji restoran di New York, Amsterdam, hingga Hong Kong.
Sebagai tulang punggung finansial program ini, Bank Negara Indonesia (BNI) memainkan peran krusial melalui skema Diaspora Loan, melalui Diaspora Loan, BNI memfasilitasi pinjaman kepada diaspora di seluruh dunia yang ingin memulai atau mengembangkan usahanya, salah satunya kepada Lucky Indonesia Restaurant. Fasilitas ini menjadi “darah segar” bagi para pejuang kuliner Indonesia di luar negeri yang selama ini kesulitan mengakses modal karena status mereka sebagai perantau. Salah satu kisah sukses nyata terjadi di Den Haag, Belanda, di mana restoran Waroeng Padang Lapek berhasil mendapatkan suntikan modal senilai EUR 228.750 (sekitar Rp3,9 miliar) pada Oktober 2025. Dukungan ini memungkinkan mereka membeli properti untuk central kitchen, sebuah langkah strategis untuk menekan biaya operasional dan menjaga konsistensi rasa di pasar Eropa yang kompetitif.
Langkah serupa juga dilakukan BNI Hong Kong yang memberikan fasilitas kredit modal kerja dan investasi hingga USD 1,5 juta bagi diaspora, termasuk untuk ekspansi Lucky Indonesia Restaurant di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner Asia. Dukungan perbankan ini bersinergi dengan program inkubasi IndoStar yang digagas Kemenparekraf, yang pada tahun 2023 telah mengurasi 50 pengusaha kuliner dari lima benua untuk dipertemukan dengan investor.
Namun, diplomasi kuliner di hilir tidak akan berkelanjutan tanpa kekuatan industri di hulu. Menyadari hal ini, Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan langkah strategis baru berupa Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025–2045. Peta jalan ini menandai transformasi fundamental dari sekadar mengekspor bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Menteri Perdagangan menegaskan bahwa Indonesia harus bergeser dari “keunggulan komparatif” (karena tanah yang subur) menuju “keunggulan kompetitif” (kemampuan industri) untuk bersaing dengan India dan Tiongkok dalam pasar ekstrak, minyak atsiri, dan bumbu kemasan ritel.
Di sisi promosi budaya, narasi sejarah Jalur Rempah terus digaungkan. Gelaran Indonesia Spice Week di Amsterdam pada Oktober 2024 menjadi bukti bagaimana sejarah dan kuliner dapat menjadi alat diplomasi yang efektif, mempertemukan akademisi dan pecinta kuliner di bekas markas VOC untuk merayakan warisan rasa Nusantara. Sementara itu, inisiatif mandiri diaspora seperti Pasar Senggol di Turki terus menarik ribuan pengunjung, membuktikan tingginya minat warga global terhadap cita rasa Indonesia.
Meski target kuantitatif 4.000 restoran dan ekspor USD 2 miliar menghadapi tantangan berat berupa rantai pasok dan standar regulasi pangan global yang ketat, ISUTW telah berhasil meletakkan fondasi ekosistem yang terintegrasi. Dengan paduan dukungan finansial yang konkret bagi diaspora dan peta jalan industrialisasi jangka panjang, Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk merebut kembali takhtanya sebagai “Mother of Spices”, bukan hanya sebagai pemasok bahan mentah, tetapi sebagai penentu selera dunia. By Mukroni
- Berita Terkait :
Menanti Warteg ‘Naik Kelas’: Tantangan Membawa Menu Rp 15 Ribuan ke Lidah Konsumen Internasional
Keren !, Sejumlah Alumni UB Mendirikan Koperasi dan Warteg Sahabat di Kota Malang
Ternyata Warteg Sahabat KOWATAMI Memakai Sistem Kasir Online
Ternyata Warteg Sahabat Berada di Bawah Naungan Koperasi Warung Sahabat Madani
Wow Keren !, Makan Gratis di Warteg Sahabat Untuk Penghafal Surat Kahfi di Hari Minggu
Warteg Sahabat Satu-Satunya Warteg Milenial di Kota Malang dengan Wifi
Warteg Sahabat Menawarkan Warteg Gaya Milenial untuk Kota Malang dan Sekitarnya
Republik Bahari Mengepakan Sayap Warteg ala Café di Cilandak Jakarta Selatan
Promo Gila Gilaan Di Grand Opening Rodjo Duren Cirendeu.
Pelanggan Warteg di Bekasi dan Bogor Kecewa, Menu Jengkol Hilang
KOWARTAMI Membuka Lagi Gerai Warteg Republik Bahari ke-5 di MABES Jakarta Barat
Ternyata Nasi Padang Ada yang Harganya Lebih Murah dari Warteg, Apa benar ?
Menikmati Menu Smoothies Buah Naga Di Laloma Cafe Majalengka
Ternyata Tidak Jauh Dari Jakarta, Harga Nasi Padang Per Porsinya Rp 120 Ribu
Ketika Pedagang Warteg Menanyakan Syarat Mendapatkan Satu Juta Kuota Sertifikasi Halal Gratis
Warteg Republik Bahari Di Bawah Kowartami Mulai Berkibar Di Penghujung Pandemi
Curhat Pemilik Warung Seafood Bekasi Ketika Omsetnya Belum Beranjak Naik
Trending Di Twitter, Ternyata Mixue Belum Mendapat Sertifikat Halal Dari BPJPH Kementerian Agama
Megenal Lebih Dekat Apapun Makanannya Teh Botol Sosro Minumannya, Cikal Bakalnya Dari Tegal
Kowartami Resmikan Warteg Republik Bahari Cabang Ke-4 Di Salemba Jakarta Pusat
Natal Di Jepang, Kentucky Fried Chicken (KFC) Salah Satu Makanan Favorit
Pedagang Warteg Semakin Sulit Harga Beras Naik
Yabie Cafe Tempat Bersantai Kekinian di Kranji Bekasi
Nongkrong Sambil Mencicip Surabi dengan Beragam Topping di Bandung
Gurihnya Coto Makassar Legendaris di Air Mancur Bogor, Yuk ke Sana

