Category Archives: EKONOMI

Jepang All Out Dukung Prabowo, Makan Bergizi Gratis Siap Guncang Indonesia!

Jakarta, Kowantaranews.com -Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, ke Indonesia pada Sabtu (11/1/2025) menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Ishiba menyatakan dukungan penuh Jepang terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni program Makan Bergizi Gratis. Dukungan ini tidak hanya menjadi sinyal..

Skema Makan Bergizi Gratis: Asa Besar yang Membebani UMKM

Jakarta, Kowantaranews.com -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah sebagai langkah revolusioner untuk meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendorong perekonomian, kini menghadapi kritik serius. Skema yang diatur oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini, meskipun menjanjikan dampak besar, ternyata membawa beban berat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Harapan untuk melibatkan UMKM dalam program..

Revolusi Gizi: Makan Gratis untuk Selamatkan Jutaan Jiwa dari Kelaparan

Jakarta, Kowantaranew.com -Pada Januari 2025, Indonesia akan memulai sebuah langkah revolusioner di bidang sosial dan kesehatan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang untuk memberikan akses makanan bergizi kepada 11,3 juta warga miskin, terutama anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Dengan peluncuran program ini, pemerintah berupaya menjawab masalah gizi buruk dan..

Gebrakan Sejarah: Revolusi Makan Bergizi Gratis, Ekonomi Lokal Bangkit!

Jakarta, Kowantaranews.com -Pada 6 Januari 2025, Indonesia akan mencatat sejarah baru dengan dimulainya program ambisius bertajuk Makan Bergizi Gratis. Program ini bukan hanya sekadar upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, tetapi juga merupakan langkah strategis pemerintah untuk menggerakkan roda ekonomi lokal. Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin langsung peluncuran..

PPN 12 Persen: Harapan atau Ancaman Bagi Ekonomi Rakyat?

Jakarta, Kowantaranews.com -Kebijakan pajak selalu menjadi isu yang sensitif dan menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Baru-baru ini, rencana pemerintah untuk menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen telah menjadi perbincangan hangat. Kebijakan ini dianggap perlu untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap daya beli masyarakat, terutama di tengah pemulihan ekonomi..

Setengah Kekayaan Negeri dalam Genggaman Segelintir Orang: Potret Suram Kesenjangan Ekonomi Indonesia

Jakarta, Kowantaranews.com -Indonesia, dengan segala potensi dan kekayaannya, menghadapi tantangan besar dalam mengatasi ketimpangan ekonomi yang kian melebar. Menurut laporan tahunan “Global Wealth Report 2016” yang diterbitkan oleh Credit Suisse, kesenjangan ekonomi di Indonesia mencapai angka yang mengkhawatirkan: 49,3 persen kekayaan nasional dikuasai oleh satu persen kelompok terkaya. Fakta ini menempatkan Indonesia di peringkat keempat..

Menuju Indonesia Tanpa Impor: Mimpi Besar atau Bom Waktu?

Jakarta, Kowantaranews.com -Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2013–2023), nilai impor pangan Indonesia melonjak hampir dua kali lipat, dari USD 10,07 miliar menjadi USD 18,76 miliar. Tidak hanya secara nilai, volume impor delapan komoditas pangan utama — beras, jagung, gandum, kedelai, gula mentah, bawang putih, ubi kayu, dan kacang tanah — juga meningkat tajam dari..

Gebrakan PPN 12 Persen: Strategi Berani yang Tak Menjamin Kas Negara Melejit!

Jakarta, Kowantaranews.com -Pemerintah Indonesia kembali meluncurkan langkah strategis dalam sektor perpajakan untuk meningkatkan penerimaan negara. Mulai 1 Januari 2025, tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen akan diberlakukan secara khusus untuk barang-barang mewah. Kebijakan ini merupakan langkah lanjutan dari reformasi perpajakan yang dimulai sejak beberapa tahun terakhir, di mana PPN dinaikkan secara bertahap dari..

Rupiah di Ujung Tanduk: Bank Indonesia Siapkan “Senjata Pamungkas” untuk Lawan Gejolak Dolar AS!

Jakarta, Kowantaranews.com -Di tengah tekanan ekonomi global yang semakin membebani mata uang negara-negara berkembang, Bank Indonesia (BI) kembali menunjukkan kesiapannya untuk mengintervensi pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah ini dinilai sangat penting, mengingat mata uang Garuda tersebut kini mendekati angka psikologis Rp16.000 per dolar AS, sebuah level yang dianggap sebagai tantangan besar bagi..