• Sen. Jan 19th, 2026

KowantaraNews

Kowantara News: Berita tajam, warteg jaya, UMKM tak terjajah!

Gastrodiplomasi di Piring Saji: Strategi Indonesia Menaklukkan Hati Dunia Lewat Cita Rasa

ByAdmin

Jan 19, 2026
Ilustrasi Bagaimana Makanan Mencairkan Suasana Formal dan Menjadikan chef/diaspora sebagai Diplomat yang Efektif di Lapangan (Gambar Kowantaranews)
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com – Di tengah dinamika ekonomi global, Indonesia memilih jalur diplomasi yang menyentuh indera perasa dunia: Gastrodiplomasi. Melalui program unggulan Indonesia Spice Up the World (ISUTW), pemerintah tidak hanya menargetkan kenaikan angka ekspor, tetapi juga menancapkan pengaruh budaya (soft power) melalui ribuan restoran Indonesia di mancanegara. Strategi ini menegaskan bahwa diplomasi masa kini tidak hanya terjadi di meja perundingan, melainkan juga di atas piring saji restoran di New York, Amsterdam, hingga Hong Kong.

Sebagai tulang punggung finansial program ini, Bank Negara Indonesia (BNI) memainkan peran krusial melalui skema Diaspora Loan, melalui Diaspora Loan, BNI memfasilitasi pinjaman kepada diaspora di seluruh dunia yang ingin memulai atau mengembangkan usahanya, salah satunya kepada Lucky Indonesia Restaurant. Fasilitas ini menjadi “darah segar” bagi para pejuang kuliner Indonesia di luar negeri yang selama ini kesulitan mengakses modal karena status mereka sebagai perantau. Salah satu kisah sukses nyata terjadi di Den Haag, Belanda, di mana restoran Waroeng Padang Lapek berhasil mendapatkan suntikan modal senilai EUR 228.750 (sekitar Rp3,9 miliar) pada Oktober 2025. Dukungan ini memungkinkan mereka membeli properti untuk central kitchen, sebuah langkah strategis untuk menekan biaya operasional dan menjaga konsistensi rasa di pasar Eropa yang kompetitif.

Langkah serupa juga dilakukan BNI Hong Kong yang memberikan fasilitas kredit modal kerja dan investasi hingga USD 1,5 juta bagi diaspora, termasuk untuk ekspansi Lucky Indonesia Restaurant di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner Asia. Dukungan perbankan ini bersinergi dengan program inkubasi IndoStar yang digagas Kemenparekraf, yang pada tahun 2023 telah mengurasi 50 pengusaha kuliner dari lima benua untuk dipertemukan dengan investor.

Namun, diplomasi kuliner di hilir tidak akan berkelanjutan tanpa kekuatan industri di hulu. Menyadari hal ini, Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan langkah strategis baru berupa Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025–2045. Peta jalan ini menandai transformasi fundamental dari sekadar mengekspor bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Menteri Perdagangan menegaskan bahwa Indonesia harus bergeser dari “keunggulan komparatif” (karena tanah yang subur) menuju “keunggulan kompetitif” (kemampuan industri) untuk bersaing dengan India dan Tiongkok dalam pasar ekstrak, minyak atsiri, dan bumbu kemasan ritel.

Di sisi promosi budaya, narasi sejarah Jalur Rempah terus digaungkan. Gelaran Indonesia Spice Week di Amsterdam pada Oktober 2024 menjadi bukti bagaimana sejarah dan kuliner dapat menjadi alat diplomasi yang efektif, mempertemukan akademisi dan pecinta kuliner di bekas markas VOC untuk merayakan warisan rasa Nusantara. Sementara itu, inisiatif mandiri diaspora seperti Pasar Senggol di Turki terus menarik ribuan pengunjung, membuktikan tingginya minat warga global terhadap cita rasa Indonesia.

Satu Dekade Visi Mukroni: Warteg Kharisma Bahari Kuasai Jabodetabek, Namun Masih ‘Jago Kandang’ di Kancah Global

Meski target kuantitatif 4.000 restoran dan ekspor USD 2 miliar menghadapi tantangan berat berupa rantai pasok dan standar regulasi pangan global yang ketat, ISUTW telah berhasil meletakkan fondasi ekosistem yang terintegrasi. Dengan paduan dukungan finansial yang konkret bagi diaspora dan peta jalan industrialisasi jangka panjang, Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk merebut kembali takhtanya sebagai “Mother of Spices”, bukan hanya sebagai pemasok bahan mentah, tetapi sebagai penentu selera dunia. By Mukroni

  • Berita Terkait :

Satu Dekade Visi Mukroni: Warteg Kharisma Bahari Kuasai Jabodetabek, Namun Masih ‘Jago Kandang’ di Kancah Global

Diplomasi Bumbu: Mengapa Indonesia Masih Mengekspor Bahan Mentah ke Kompetitor Kuliner Thailand dan Vietnam?

Melawan Hegemoni Thai Select: Perjuangan Restoran Diaspora Indonesia Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Kuliner Hong Kong

Menanti Warteg ‘Naik Kelas’: Tantangan Membawa Menu Rp 15 Ribuan ke Lidah Konsumen Internasional

10 Saran KOWANTARA bagi Warteg Apabila ada Pelanggan Mengeluarkan Kata-Kata Merendahkan seperti Bodoh dan Tolol

Keren !, Sejumlah Alumni UB Mendirikan Koperasi dan Warteg Sahabat di Kota Malang

Ternyata Warteg Sahabat KOWATAMI Memakai Sistem Kasir Online

Ternyata Warteg Sahabat Berada di Bawah Naungan Koperasi Warung Sahabat Madani

Wow Keren !, Makan Gratis di Warteg Sahabat Untuk Penghafal Surat Kahfi di Hari Minggu

Warteg Sahabat Satu-Satunya Warteg Milenial di Kota Malang dengan Wifi

Warteg Sahabat Menawarkan Warteg Gaya Milenial untuk Kota Malang dan Sekitarnya

Republik Bahari Mengepakan Sayap Warteg ala Café di Cilandak Jakarta Selatan

Promo Gila Gilaan Di Grand Opening Rodjo Duren Cirendeu.

Pelanggan Warteg di Bekasi dan Bogor Kecewa, Menu Jengkol Hilang

KOWARTAMI Membuka Lagi Gerai Warteg Republik Bahari ke-5 di MABES Jakarta Barat

Ternyata Nasi Padang Ada yang Harganya Lebih Murah dari Warteg, Apa benar ?

Menikmati Menu Smoothies Buah Naga Di Laloma Cafe Majalengka 

Ternyata Tidak Jauh Dari Jakarta, Harga Nasi Padang Per Porsinya Rp 120 Ribu

Ketika Pedagang Warteg Menanyakan Syarat Mendapatkan Satu Juta Kuota Sertifikasi Halal Gratis

Warteg Republik Bahari Di Bawah Kowartami Mulai Berkibar Di Penghujung Pandemi

Curhat Pemilik Warung Seafood Bekasi Ketika Omsetnya Belum Beranjak Naik

Trending Di Twitter, Ternyata Mixue Belum Mendapat Sertifikat Halal Dari BPJPH Kementerian Agama

Megenal Lebih Dekat Apapun Makanannya Teh Botol Sosro Minumannya, Cikal Bakalnya Dari Tegal

Kowartami  Resmikan  Warteg  Republik  Bahari Cabang Ke-4 Di Salemba Jakarta Pusat

Natal Di Jepang, Kentucky Fried Chicken (KFC) Salah Satu Makanan Favorit

Pedagang Warteg Semakin Sulit Harga Beras Naik

Yabie Cafe Tempat Bersantai Kekinian di Kranji Bekasi

Nongkrong Sambil Mencicip Surabi dengan Beragam Topping di Bandung

Gurihnya Coto Makassar Legendaris di Air Mancur Bogor, Yuk ke Sana

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *