• Sen. Jan 19th, 2026

KowantaraNews

Kowantara News: Berita tajam, warteg jaya, UMKM tak terjajah!

Darurat Hidrometeorologi: Banjir Rendam Jawa Tengah dan Jakarta, Lebih dari 100.000 Warga Terdampak

ByAdmin

Jan 19, 2026
Ilustrasi banjir menggenangi jalur kereta api. FOTO: Ricardo/JPNN.com.
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com – Krisis hidrometeorologi yang melanda Pulau Jawa mencapai titik kritis pada Senin (19/1/2026). Konvergensi antara curah hujan ekstrem, pasang air laut (rob), dan kegagalan infrastruktur pengendali banjir telah melumpuhkan aktivitas di dua provinsi strategis, yakni Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Data akumulatif terbaru mengonfirmasi bahwa lebih dari 100.000 warga terdampak langsung oleh bencana ini, dengan sektor transportasi dan pertanian menanggung kerugian terbesar.

Di Jawa Tengah, situasi kemanusiaan terus memburuk. Kabupaten Pati menjadi wilayah dengan dampak terluas, mencatat 61.606 jiwa terdampak di 84 desa. Pemerintah Kabupaten Pati telah menetapkan status tanggap darurat hingga 23 Januari 2026 menyusul estimasi kerugian ekonomi yang menembus Rp628 miliar, gabungan dari kerusakan infrastruktur dan ribuan hektare sawah yang mengalami gagal panen (puso). Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Kudus, di mana jumlah warga terdampak melonjak drastis menjadi 48.193 jiwa, memaksa ribuan orang mengungsi ke fasilitas publik yang lebih aman.

Salah satu dampak paling melumpuhkan terjadi pada infrastruktur transportasi nasional. Jalur kereta api lintas utara (Pantura) di wilayah Daop 4 Semarang dinyatakan lumpuh total akibat banjir yang merendam rel di petak Pekalongan-Sragi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) terpaksa membatalkan 82 perjalanan kereta penumpang dan 16 kereta barang, serta mencatat keterlambatan pada 76 perjalanan lainnya. Kejadian ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Bremi dan Meduri di Pekalongan yang tidak kuat menahan debit air, diperparah oleh air pasang yang menghambat aliran sungai ke laut. Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, resmi menetapkan status tanggap darurat pada Minggu (18/1/2026) setelah jumlah pengungsi di kotanya melonjak melebihi 2.000 jiwa dan fasilitas vital seperti Rumah Pompa Tirto terancam berhenti beroperasi.

Duka Sumatera, Hening di Jawa: Pesta Kembang Api Tahun Baru Diganti Doa Bersama

Sementara itu, DKI Jakarta menghadapi kelumpuhan parsial akibat banjir urban. Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu malam menyebabkan genangan di 48 RT dan puluhan ruas jalan utama pada Senin pagi. Jakarta Barat menjadi wilayah terparah dengan ketinggian air mencapai 60 cm di Kelurahan Kedaung Kali Angke, sementara Jakarta Utara terjepit oleh kombinasi hujan lokal dan banjir rob. Dampaknya, layanan transportasi publik Transjakarta mengalami gangguan masif. Operasional di Koridor 2, 3, 9, 10, dan 12 dihentikan atau dialihkan, sementara 26 rute Mikrotrans setop total karena jalan lingkungan tidak dapat dilalui.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa ancaman belum berakhir. Status “Siaga” bencana hidrometeorologi masih berlaku untuk Jawa Tengah dan Jakarta pada 19-20 Januari 2026, dengan prediksi hujan lebat yang masih akan mengguyur. Merespons hal ini, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) terus diintensifkan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk mengurangi intensitas hujan dan mencegah eskalasi bencana yang lebih luas. By Mukroni

  • Berita Terkait

Duka Sumatera, Hening di Jawa: Pesta Kembang Api Tahun Baru Diganti Doa Bersama

Hilangnya ‘Golden Time’ dan Polemik Status Bencana Nasional di Tengah Tragedi Sumatera

Sambut Natal 2025, Gereja Serukan Pertobatan Ekologis dan Solidaritas untuk Korban Banjir

Perempuan Penopang Keluarga: Menjaga Keseimbangan Antara Hati dan Rezeki

Hilirisasi Rempah 2045: Ambisi Besar Indonesia atau Sekadar Tumpukan Dokumen?

Indonesia Luncurkan Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025-2045: Kembali Jadi Raja Rempah Dunia

Berulang, Kita Berkhianat: Gajah Membersihkan Puing Rumahnya Sendiri

Glühwein dan Labirin Kerajinan: Pasar Natal Berlin Tetap Hangat di Suhu 4°C

Sumatra Barat Daya Krisis: Penjarahan Mulai Terjadi, Stok Pangan Tinggal Hitungan Hari

Sumatra Tenggelam: Tambang dan Sawit Ubah Siklon Jadi Pembantaian Massal

Korban Tewas Banjir Bandang Sumatera Capai 188 Orang, 167 Masih Hilang

182 Korban Tewas, Operasi Udara Besar-besaran TNI AU Terus Gempur 3 Provinsi Terdampak Banjir-Longsor

39 Tewas, Puluhan Hilang akibat Banjir Bandang dan Longsor di Aceh & Sumut

Aroma yang Membawa Pulang: Ketika Makanan Menyimpan Kenangan

Ketimpangan Wilayah: Bom Waktu Struktural yang Terabaikan di Balik Kemegahan Jabodetabek

Marsinah Resmi Jadi Pahlawan Nasional, Simbol Perjuangan Buruh Perempuan

Investor Global Serukan Penghentian Deforestasi 2030: Krisis Hutan Jadi Ancaman Finansia

MPR Dukung Transisi Energi Berkelanjutan: Awasi Dekarbonisasi 2060 dan Dorong Ekonomi Hijau

Gen Z Mengguncang Dunia: Dari Aktivisme Digital ke Revolusi Jalanan

Perempuan Muslimah Indonesia: Membangun Negeri dengan Pendidikan dan Nilai Kebangsaan

Perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Sasaran Baru, Anggaran Besar, dan Tantangan Tata Kelola

Ngepop Tanpa Mesiu: Ketika Musik dan Kaos Pink Mengguncang Kekuasaan

Dapur Makan Bergizi Gratis Ceger – Cipayung 001 Resmi Mendistribusikan Makanan Bergizi untuk Generasi Sehat

Lokasi Taman Eden dalam Tradisi Yahudi: Antara GeogrTerafi, Alegori, dan Mistisisme

Hutan Orang Rimba Jadi Kebun Sawit: Berondolan Dicuri, Pemerintah Sibuk Selfie ?

Buruh Bersuara, Monas Jadi Panggung Prabowo, Warteg Tetep Jadi Pelarian!

1.835 Spesies Burung: Indonesia, Konser Alam Terbesar di Dunia!

Kartini Kekinian: Dari Jepara ke Luar Angkasa, Emansipasi Tetap Cetar!

Korlantas: Arus Balik Lebaran 2025 Diprediksi Terbagi dalam Beberapa Gelombang 

TSUNAMI PHK DAN DEFLASI: GELOMBANG PEMUDIK LEBARAN 2025 MENYUSUT DRASTIS!

Aktivitas Sesar Sagaing: Pemicu Utama Gempa 7,7 yang Guncang Myanmar dan Asia Tenggara

Tak Mampu Bayar Bus, Pemudik Banjiri Jalan dengan Motor: Tragedi Menanti di Balik Rindu Kampung Halaman ?

Sarjana Cumlaude Disandera PHK ? Indonesia Darurat Pengangguran Beredukasi ?

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *