Jakarta, Kowantaranews.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berskala nasional terkait ancaman gelombang kekeringan ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Niño pada tahun 2026. BMKG memproyeksikan peluang terjadinya El Niño kategori kuat ini mencapai 98 persen, dengan durasi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung jauh lebih panjang dan membawa dampak lebih buruk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lembaga Penelitian Internasional (International Research Institute for Climate and Society/IRI) dari Universitas Columbia, New York, bahkan memprakirakan intensitas El Niño sangat kuat ini memiliki probabilitas terjadi hingga mendekati 100 persen.
Berdasarkan pemantauan kondisi iklim terkini, anomali suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature) di kawasan Pasifik tropis terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Indeks Niño 3,4 versi pertengahan Juli 2026 tercatat melonjak hingga menyentuh angka +2,1 derajat Celsius. Angka ini secara tegas mengindikasikan bahwa El Niño 2026 telah berkembang menjadi salah satu anomali iklim paling ekstrem, yang akan menekan kawasan selatan garis khatulistiwa dengan cuaca panas memuncak serta defisit curah hujan yang parah.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan berlangsung sepanjang bulan Juli hingga Oktober 2026. Namun, di beberapa wilayah, dampak kekeringan ini diprakirakan dapat bertahan lebih lama hingga awal tahun 2027. Wilayah yang terancam mengalami dampak paling signifikan meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, hingga Papua bagian selatan. Curah hujan di daerah-daerah tersebut dipastikan berada jauh di bawah ambang batas normal, sehingga memicu krisis ketersediaan air bersih, peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), degradasi kualitas udara, serta lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah masyarakat.
Sektor Pangan dan Pertanian Terancam Puso
Kondisi kemarau ekstrem ini membawa imbas buruk yang sangat nyata bagi sektor pertanaman dan ketahanan pangan nasional. BMKG menggarisbawahi tingginya risiko gangguan pada fase pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman, penurunan produktivitas lahan, hingga meningkatnya potensi gagal panen (puso) akibat defisit air tanah yang mendalam.
Laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Juli 2026 mengonfirmasi bahwa dampak kekeringan telah mulai menggerus produksi padi nasional. Luas panen padi pada bulan Mei 2026 tercatat hanya sebesar 0,96 juta hektar, atau turun 2,35 persen dibandingkan luas panen pada Mei 2025. Sejalan dengan pengerutan lahan panen tersebut, angka produksi padi Mei 2026 tercatat sebesar 4,92 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau mengalami penurunan sebesar 3,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan produksi ini melengkapi tren negatif sektor pertanian yang telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut. Pada bulan Maret 2026, luas panen turun 3,16 persen dan pada bulan April melorot drastis hingga 15,47 persen. Kontraksi tajam pada bulan April ini sangat mengkhawatirkan karena periode tersebut seharusnya merupakan puncak masa panen raya nasional. Dampaknya, produksi GKG tercatat anjlok sebesar 4,12 persen pada Maret dan merosot hingga 16,03 persen pada April secara year-on-year. Ketergantungan sistem usaha tani Indonesia pada perluasan luas panen fisik tanpa didukung adopsi inovasi teknologi yang merata membuat para petani sangat rentan ketika krisis air terjadi.
Dampak kemarau tidak hanya menghantam tanaman pangan, tetapi juga komoditas perkebunan strategis seperti kopi. Produksi kopi nasional diproyeksikan merosot cukup signifikan dari 742.000 ton pada tahun 2025 menjadi hanya 682.000 ton pada tahun 2026. Penurunan ini terjadi di saat produksi kopi dunia justru mengalami peningkatan dari 10,73 juta ton menjadi 11,28 juta ton, yang sebagian besar disumbang oleh lonjakan produksi dari Brasil.
Lonjakan Harga Beras dan Disparitas Logistik Daerah
Terkoreksinya volume produksi beras tecermin nyata pada melambungnya harga beras eceran di tingkat konsumen. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia (PIHPS-BI) per 20 Juli 2026 mencatat harga rata-rata beras nasional tetap bertahan di level tinggi, yakni Rp 16.200 per kilogram. Angka ini tercatat jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.
Anomali harga beras semakin memprihatinkan di Kawasan Timur Indonesia serta wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP). Inefisiensi rantai logistik maritim dan hambatan distribusi antarwilayah memicu lonjakan harga yang sangat fantastis. Di Kalimantan Tengah, harga beras kini telah menembus Rp 19.550 per kg, Kalimantan Selatan mencapai Rp 19.300 per kg, dan wilayah Papua menyentuh Rp 19.150 per kg.
Tekanan krisis pangan ini kian terkomplikasi oleh kondisi geopolitik global, khususnya eskalasi konflik militer antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang meletus sejak akhir Februari 2026. Perang tersebut memicu kenaikan harga energi dan minyak mentah dunia, yang bertransmisi langsung pada melonjaknya biaya bahan bakar, tarif angkutan logistik, serta bahan baku pupuk industri. Meskipun pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi pupuk sebesar Rp 16,9 triliun untuk 9,55 juta ton pupuk bersubsidi, tinggi dan mahalnya biaya operasional tetap menggerus pendapatan petani yang sebagian besar berstatus sebagai net-consumer beras.
Badan Gizi Nasional Perketat Tata Kelola MBG, Dorong Rantai Pasok Pangan Berbasis Petani Lokal
Langkah Antisipasi dan Rekomendasi Kebijakan
Menghadapi ancaman krisis iklim yang diprediksi berlangsung hingga awal tahun 2027 ini, BMKG bersama para pakar mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengambil langkah penanganan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Pertama, pemerintah harus menyiagakan bantuan darurat berupa pasokan bahan pangan dan air bersih secara langsung bagi rumah tangga petani gurem serta kelompok masyarakat rentan di daerah terdampak kekeringan terparah.
Kedua, di tingkat tapak budidaya, petani perlu didorong untuk melakukan percepatan adaptasi melalui penyesuaian pola tanam dan rotasi tanaman ke komoditas palawija yang lebih toleran terhadap cekaman kekeringan, seperti jagung, ubi kayu, dan kacang-kacangan. Apabila pertanaman padi tetap harus dilakukan, pemerintah wajib menjamin ketersediaan dan aksesibilitas benih padi varietas unggul tahan kering, seperti Inpari 13, Inpago 8, Inpago 11 Agritan, maupun varietas gogo hemat air seperti Inpago 13 Fortiz.
Ketiga, percepatan modernisasi dan rehabilitasi infrastruktur pemanen air seperti embung, penampung retensi, serta jaringan irigasi desa harus segera dieksekusi. Langkah kolektif yang mengombinasikan teknologi tepat guna dengan kelembagaan petani lokal menjadi kunci utama untuk memitigasi krisis pangan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ancaman El Niño ekstrem 2026. By Mukroni
- Berita Terkait :
Badan Gizi Nasional Perketat Tata Kelola MBG, Dorong Rantai Pasok Pangan Berbasis Petani Lokal
Antisipasi Sampah Program Makan Bergizi Gratis, Kementerian LH Gandeng ITS Terapkan Komposter Kilat
Kemenangan Pengemudi Ojol dan Konsumen: MK Wajibkan Opsi Penyelamat Sisa Kuota Data
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Berjanji Benahi Tata Kelola dan Sapu Bersih Korupsi MBG
Multitantangan Harga Pangan: Dari Gesekan Geopolitik Global hingga Badai El Nino
Hanya Tersisa 400 Individu di Sumatra, Tapir Malaya Kini Berada di Ambang Kepunahan
Bukan Sekadar Gerah, Panas Ekstrem Kini Jadi Ancaman Nyata Kesehatan Publik
Ancaman El Nino Kuat 2026: Lumbung Pangan Jatim Tertekan, Kesejahteraan Petani Menyusut
Buntut Keracunan Massal Cakung, SPPG Pulogebang Terbongkar Belum Kantongi Sertifikat SLHS
Target 2028: Indonesia Kejar Pembangunan 33 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Senilai Rp 89 Triliun
Rayakan HUT ke-499, Jakarta Deklarasikan Gerakan “Jaga Jakarta Bersih” di Rasuna Said
Dudung Abdurachman Endus Celah Korupsi Program MBG: Dari Jual Beli Titik hingga Paradoks Insentif
Ikan Sapu-sapu: Dari “Janitor” Akuarium Menjadi Alarm Kerusakan Ekosistem Ciliwung
Perang Narasi Banjir Palembang: Pejabat Pemkot Digugat Akibat Komentar Agresif di Media Sosial
Panas Ekstrem: Pengganda Risiko Utama yang Mengancam Ketahanan Pangan Dunia
Paradoks Bio-Kedaulatan: Dilema Ketahanan Energi dan Ancaman Krisis Pangan Indonesia
Ancaman Ganda di Lumbung Pangan: Geopolitik Timur Tengah dan ‘El Niño Godzilla’ 2026
BGN Tegaskan Makan Bergizi Gratis Bukan Proyek Bisnis: Fokus Cerdaskan Anak, Bukan Pamer Pendapatan
Swasembada di Tengah Krisis: Strategi Indonesia Menghadapi ‘Dosa Ekologis’ dan Gejolak Pangan Global
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF
497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional
Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal
Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata
Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza
Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir
Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel
Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas
Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina
Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!
Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’
AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa
Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel
Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian
Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!
DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI
Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam
Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi
Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza
Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump
Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah
Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS
DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!
Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia
MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!
Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia
Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!
Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!
Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika
Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan
Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural
Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan
Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan
Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!
Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!
Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis
Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru
Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang
Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam
Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur
JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot
76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza
Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill
Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global
Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden
Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza
Enam Sekutu Amerika Serikat Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”
Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza
Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru
Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa
Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel
Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina
Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah
Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global
Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina
Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza
Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time
Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan
Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah
Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi
Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”
Tujuan Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah
Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka
Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi
Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’
Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza
Israel Menutup Kantor Al Jazeera
Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan
Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel
Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap
Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme
Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan
Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme
Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya
Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza
Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan
Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang
Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina
Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika
Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan
Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa
Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante
Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel

