Jakarta, Kowantaranews.com – Bencana banjir yang melanda Kota Palembang pada Rabu, 22 April 2026, tidak hanya menyisakan genangan air di 18 kecamatan, tetapi juga memicu ketegangan diplomatik antara pemerintah dan warganya. Fenomena “perang narasi” di media sosial yang melibatkan pejabat publik kini berujung pada gugatan hukum resmi. Konflik ini mencuat setelah cara komunikasi pejabat Pemerintah Kota Palembang dalam merespons kritik warga dinilai publik sangat regresif dan tidak mencerminkan sikap pengayom masyarakat.
Ketegangan bermula saat banjir besar melumpuhkan titik-titik vital kota, mulai dari Jalan protokol hingga permukiman padat. Di tengah kepanikan warga, sebuah interaksi di platform Instagram menarik perhatian luas. Akun pribadi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Palembang, Parameswari (@paramiswari), menjawab kritik dari akun jurnalisme warga @palembanginfo secara agresif. Parameswari menuding pihak pengkritik melakukan penggiringan opini negatif dan menyebut mereka sebagai “kelompok sakit hati” akibat kekalahan dalam Pilkada Palembang 2024.
Respons tersebut memicu gelombang kecaman. Publik menilai tindakan pejabat yang mempolitisasi kritik teknis mengenai banjir adalah bentuk pengabaian terhadap penderitaan warga yang mengalami kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan dan peralatan elektronik. Bagindo Togar, seorang pengamat sosial-politik Sumatera Selatan yang juga menjadi korban banjir, akhirnya melayangkan gugatan perdata atas dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Parameswari ke Pengadilan Negeri Palembang. Bagindo menganggap pernyataan pejabat tersebut bersifat subjektif, tanpa dasar kuat, dan berisiko masuk dalam kategori penyalahgunaan wewenang serta pencemaran nama baik.
Tidak berhenti di sana, Bagindo Togar melalui tim kuasa hukumnya juga menggugat Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam. Gugatan ini didasarkan pada ketidaktanggapan pemerintah dalam mengatasi persoalan banjir yang telah berulang sebanyak 17 kali sepanjang awal tahun 2026 hingga April. “Masyarakat seharusnya diayomi dan diberikan perlindungan, bukan justru diberikan narasi yang meresahkan,” tegas Bagindo. Ia bahkan membuka peluang untuk melakukan upaya pidana melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Secara teknis, banjir yang memicu konflik ini disebabkan oleh kegagalan sistemik drainase perkotaan. Data menunjukkan bahwa dari 612 anak sungai yang secara historis dimiliki Palembang, kini hanya tersisa 114 aliran aktif. Sisanya telah hilang atau mati akibat pendangkalan, sedimentasi sampah, dan penimbunan untuk pembangunan ruko serta kawasan komersial. Selain itu, luas rawa yang berfungsi sebagai daerah resapan air kini hanya tersisa sekitar 691 hektare, menyusut hampir 30 persen dari luasan sebelumnya.
Kegagalan penanganan banjir ini juga dipandang sebagai bentuk ketidakpatuhan hukum pemerintah. Pada tahun 2022, PTUN Palembang dalam putusan Nomor 10/G/TF/2022/PTUN.PLG telah memerintahkan Wali Kota untuk menyediakan 30 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan memulihkan fungsi rawa konservasi. Namun, hingga April 2026, kewajiban tersebut dinilai belum dipenuhi secara maksimal, dengan realisasi RTH yang baru mencapai sekitar 12 persen.
Panas Ekstrem: Pengganda Risiko Utama yang Mengancam Ketahanan Pangan Dunia
Wali Kota Ratu Dewa menanggapi situasi ini dengan menyebut bahwa komentar Parameswari adalah persoalan pribadi dan bukan sikap resmi pemerintah. Ia menyatakan menghormati hak warga untuk menggugat dan menjadikannya bahan evaluasi bagi Pemkot Palembang. Meski demikian, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya, Muhammad Husni Thamrin, menilai “perang narasi” ini menunjukkan adanya problem serius dalam komunikasi publik dan kelemahan tata kelola krisis pemerintah daerah.
Di sisi lain, pemerintah mengeklaim telah menyiapkan langkah jangka pendek dengan menambah pompa portabel dan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 125 miliar untuk penanganan fisik pada Mei 2026. Namun, bagi warga yang kendaraannya mogok dan rumahnya tergenang, janji-janji tersebut dirasa terlambat dibandingkan dengan kecepatan respons agresif pejabat di media sosial yang justru melukai perasaan publik. Krisis ini kini menjadi ujian berat bagi kredibilitas kepemimpinan Ratu Dewa-Prima Salam di awal masa jabatan mereka pasca-Pilkada 2024. By Mukroni
- Berita Terkait :
Panas Ekstrem: Pengganda Risiko Utama yang Mengancam Ketahanan Pangan Dunia
Paradoks Bio-Kedaulatan: Dilema Ketahanan Energi dan Ancaman Krisis Pangan Indonesia
Ancaman Ganda di Lumbung Pangan: Geopolitik Timur Tengah dan ‘El Niño Godzilla’ 2026
BGN Tegaskan Makan Bergizi Gratis Bukan Proyek Bisnis: Fokus Cerdaskan Anak, Bukan Pamer Pendapatan
Swasembada di Tengah Krisis: Strategi Indonesia Menghadapi ‘Dosa Ekologis’ dan Gejolak Pangan Global
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF
497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional
Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal
Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata
Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza
Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir
Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel
Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas
Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina
Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!
Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’
AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa
Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel
Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian
Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!
DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI
Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam
Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi
Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza
Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump
Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah
Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS
DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!
Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia
MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!
Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia
Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!
Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!
Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika
Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan
Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural
Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan
Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan
Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!
Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!
Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis
Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru
Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang
Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam
Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur
JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot
76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza
Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill
Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global
Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden
Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza
Enam Sekutu Amerika Serikat Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”
Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza
Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru
Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa
Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel
Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina
Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah
Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global
Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina
Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza
Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time
Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan
Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah
Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi
Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”
Tujuan Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah
Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka
Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi
Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’
Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza
Israel Menutup Kantor Al Jazeera
Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan
Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel
Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap
Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme
Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan
Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme
Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya
Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza
Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan
Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang
Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina
Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika
Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan
Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa
Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante
Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel
Bulan Ramadhan Tahun ini dan Seterusnya Azan Dikumandangkan 5 Kali Se

