• Rab. Mar 19th, 2025

KowantaraNews

RINGKAS DAN TAJAM

Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan

ByAdmin

Mar 3, 2025
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com  — Suasana mencekam kembali menyelimuti Jalur Gaza setelah gencatan senjata tahap pertama antara Israel dan Hamas resmi berakhir pada Minggu (2/3/2025). Upaya perpanjangan gencatan senjata yang diusulkan oleh Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, gagal total setelah Hamas menolak proposal tersebut. Israel, yang sebelumnya menyatakan dukungan terhadap proposal Witkoff, merespons dengan mengumumkan penutupan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza. Langkah ini memicu kecaman keras dari Hamas, yang menyebutnya sebagai tindakan pemerasan dan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Gencatan Senjata yang Rapuh
Gencatan senjata tahap pertama, yang berlangsung selama beberapa minggu, sempat memberikan secercah harapan bagi warga Gaza yang telah lama menderita akibat konflik berkepanjangan. Selama masa gencatan, bantuan kemanusiaan mulai mengalir ke Gaza, memberikan sedikit kelegaan bagi ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal, akses terhadap air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya. Namun, harapan itu kini sirna setelah kedua pihak kembali bersikukuh pada posisi masing-masing.

Proposal Witkoff, yang diajukan sebagai upaya untuk memperpanjang gencatan senjata, mencakup perpanjangan masa gencatan selama bulan Ramadhan hingga hari Paskah (20 April) serta pembebasan sandera yang masih ditahan oleh Hamas. Israel menyambut baik proposal ini dan menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan gencatan senjata. Namun, Hamas menolak proposal tersebut karena Israel hanya fokus pada pembebasan sandera tanpa mau merundingkan gencatan senjata tahap kedua.

Hamas: “Tidak Ada Kompromi Tanpa Kesepakatan Tahap Kedua”
Hamas menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk membebaskan sandera yang tersisa adalah dengan mematuhi kesepakatan dan memulai perundingan gencatan senjata tahap kedua. Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam pernyataannya pada Sabtu (1/3), menegaskan bahwa Hamas menolak rumusan yang diinginkan Israel. “Kami tidak akan menerima gencatan senjata yang hanya menguntungkan satu pihak. Perundingan tahap kedua harus dimulai untuk mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan,” tegas Qassem.

Hamas juga mengecam keras keputusan Israel untuk memblokir bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mereka menyebut langkah ini sebagai tindakan pemerasan dan pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata. “Kami meminta para mediator untuk menekan Israel agar memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian di seluruh tahapan,” sebut Hamas dalam pernyataan resminya.

Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri, dalam wawancara dengan Reuters, menegaskan bahwa keputusan Israel untuk memblokir bantuan kemanusiaan akan memengaruhi proses negosiasi gencatan senjata ke depan. “Hamas tidak akan merespons tekanan. Kami akan tetap berpegang pada prinsip kami untuk mencapai kesepakatan yang adil,” tegas Abu Zuhri.

Baca juga : Ultimatum Trump: Relokasi Gaza atau Putus Bantuan, Mesir-Jordania di Persimpangan Takdir!

Baca juga : Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah

Baca juga : Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS

Israel: “Konsekuensi Tambahan Akan Diberlakukan”
Di sisi lain, Israel menyatakan bahwa penutupan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza adalah respons terhadap penolakan Hamas terhadap proposal perpanjangan gencatan senjata. Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa “jika Hamas bersikukuh menolak tawaran perpanjangan gencatan senjata, bakal ada konsekuensi tambahan.”

Langkah ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemanusiaan internasional. Mereka menilai bahwa blokade bantuan kemanusiaan hanya akan memperburuk kondisi warga sipil di Gaza, yang sudah berada dalam situasi krisis. “Ini adalah tindakan yang tidak manusiawi. Warga Gaza, terutama anak-anak dan perempuan, adalah yang paling menderita dalam konflik ini,” kata seorang perwakilan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Gaza: Lorong Kegelapan yang Tak Berujung
Bagi warga Gaza, berakhirnya gencatan senjata dan blokade bantuan kemanusiaan adalah pukulan telak. Sudah lebih dari dua dekade, mereka hidup dalam ketidakpastian, terperangkap dalam siklus konflik yang tak kunjung usai. Setiap kali gencatan senjata berakhir, harapan untuk perdamaian seolah semakin menjauh.

“Kami sudah lelah dengan semua ini. Setiap hari kami hidup dalam ketakutan, tidak tahu kapan bom akan jatuh atau kapan kami bisa mendapatkan makanan dan air bersih,” kata Ahmed, seorang warga Gaza yang kehilangan keluarganya dalam serangan Israel beberapa tahun lalu. “Kami hanya ingin hidup damai, tapi sepertinya itu mustahil.”

Bagi anak-anak Gaza, situasi ini bahkan lebih tragis. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang penuh kekerasan, tanpa akses pendidikan yang layak, dan terancam masa depannya. “Saya ingin menjadi dokter, tapi bagaimana bisa? Sekolah saya hancur, dan kami tidak punya listrik untuk belajar di malam hari,” kata Aisha, seorang gadis berusia 12 tahun.

Mediator Internasional dalam Kebuntuan
Upaya mediator internasional, termasuk Amerika Serikat dan PBB, untuk mendorong perdamaian antara Israel dan Hamas sejauh ini belum membuahkan hasil. Proposal Witkoff, yang diharapkan bisa menjadi jalan tengah, justru ditolak oleh Hamas karena dianggap tidak memenuhi kepentingan mereka.

Beberapa analis menilai bahwa kegagalan perundingan ini mencerminkan ketidakpercayaan yang mendalam antara kedua pihak. “Israel dan Hamas memiliki agenda yang sangat berbeda. Tanpa kompromi dari kedua belah pihak, sulit untuk mencapai kesepakatan yang berkelanjutan,” kata Dr. Sarah Collins, seorang pakar hubungan internasional.

Masa Depan yang Suram
Dengan berakhirnya gencatan senjata dan blokade bantuan kemanusiaan, masa depan Gaza terlihat semakin suram. Tanpa adanya upaya serius dari kedua pihak untuk mencari solusi damai, konflik ini berpotensi kembali memanas, mengancam stabilitas dan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Bagi warga Gaza, situasi ini adalah pengingat pahit bahwa mereka masih terjebak dalam lorong kegelapan, tanpa tahu kapan cahaya perdamaian akan menyinari hidup mereka. “Kami hanya ingin hidup damai. Apakah itu terlalu banyak untuk diminta?” tanya Ahmed, dengan suara penuh keputusasaan. By Mukrni

Foto Kowantaranews

  • Berita Terkait :

Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah

Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS

DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!

Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia

MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!

Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia

Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!

Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!

Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika

Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan

Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural

Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan

Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan

Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!

Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!

Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis

Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru

Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang

Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam

Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur

JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot

76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza

Afrika Selatan Menuduh Israel Lakukan Genosida di Gaza di Hadapan Mahkamah Internasional, ini Alasan Adila Hassim

Kontroversi Nat Schwartz: Penyelidikan The New York Times tentang Kekerasan Seksual oleh Hamas dan Implikasinya

Pengarahan Jaksa ICC Karim AA Khan KC kepada Dewan Keamanan PBB mengenai Situasi di Libya: Laporan dan Peta Jalan Menuju Keadilan Berdasarkan Resolusi 1970 (2011)

Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill

Prof. Jeffrey Sachs: Kebijakan Luar Negeri AS Bertentangan dengan Kepentingan Rakyat dan Didasarkan pada Kebohongan Berkelanjutan

Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global

Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden

Thomas Piketty: Barat Harus Memberikan Sanksi kepada Israel Jika Benar-Benar Mendukung Solusi Dua Negara

Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza

Enam Sekutu Amerika Serikat  Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

Paul Newman tentang Kebenaran dan Politik Luar Negeri Amerika: “Menciptakan Musuh untuk Membenarkan Perang”

Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”

Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza

Trinity College Cambridge Memutuskan Divestasi dari Perusahaan Senjata Setelah Terungkapnya Investasi Kontroversial

Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru

Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa

Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel

Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina

Munafik atau Ketidakadilan? Politisi Belgia Kritik Keputusan Kontes Lagu Eurovision terkait Israel dan Palestina

Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah

Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global

Jejak Sejarah Esau: Perjalanan di Pegunungan Bani Yas’in dari Bani Jawa dalam Kitab Tarikh Ibnu Khaldun

Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina

Tabassum Menerima Tepuk Tangan Meriah atas Pidato Perpisahan di USC: Perlawanannya Terhadap Genosida Disambut Hangat

Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza

Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time

Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan

Seruan Menteri Luar Negeri Afrika Selatan untuk Penangkapan ICC terhadap PM Israel Netanyahu: Kontroversi dan Implikasi Internasional

Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah

Greta Thunberg Aktivis Iklim Bergabung dalam Protes Ribuan Massa di Eurovision 2024 Malmo: Penolakan Partisipasi Israel dalam Kontes Lagu

Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi

Kontroversi Penyensoran di YouTube: Tuduhan Terhadap Penyensoran Lagu Pro-Palestina Macklemore, ‘Hind’s Hall’

Kontroversi dan Pertanyaan Etis: Investigasi Independen Terhadap Publikasi Artikel dalam New York Times

Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”

Persemakmuran Bahama Mengakui Palestina Sebagai Negara, Mengukuhkan Komitmen pada Hak Asasi Manusia dan Penentuan Nasib Sendiri

Persemakmuran Bahama Mengakui Palestina Sebagai Negara, Mengukuhkan Komitmen pada Hak Asasi Manusia dan Penentuan Nasib Sendiri

Sekretaris Jenderal PBB Memperingatkan Terhadap Invasi Israel di Rafah dan Potensi Bencana Kemanusiaan

Permintaan Pengacara Belanda kepada ICC untuk Surat Perintah Penangkapan Netanyahu dan Pejabat Israel

Tujuan  Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah

Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka

Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi

Muslim Muhammadiyah Salurkan Donasi Rp 15 Miliar untuk Palestina: Upaya Mendukung Dalam Krisis dan Pemberdayaan Ekonomi

Proposal Gencatan Senjata Hamas Diterima Meski Israel Menolak, Pasukan Israel Lanjutkan Operasi Militer di Rafah

Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’

Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza

Israel Menutup Kantor Al Jazeera

UC Riverside dan Kelompok Pro-Palestina Mencapai Kesepakatan Damai: Akhir Perkemahan dengan Dialog Konstruktif

Ketegangan Meningkat dalam Perang Israel di Gaza: Tuduhan Netanyahu ‘Menyabotase’ Perundingan Gencatan Senjata

Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan

Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel

Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap

Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme

Dukungan Jeremy Corbyn terhadap Afrika Selatan dalam Kasus Genosida terhadap Israel: Pandangan dan Tanggapan Internasional

Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan

Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme

Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya

Kandidat Presiden dari Partai Hijau Ditangkap dalam Rapat Pro-Palestina: Kisah Kekerasan dan Solidaritas

Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza

Senator Bernie Sanders dan Anggota Partai Demokrat Mendorong Presiden Biden untuk Menghentikan Pengiriman Senjata ke Israel selama Konflik Gaza

Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan

Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang

Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina

Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika

Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan

Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah

Perdana Menteri Israel Kritik Protes Pro-Palestina di Kampus Amerika: Sebuah Sorotan Terhadap Kenaikan Antisemitisme

Pengaruh Skema Asli: Teori Kontroversial Profesor Santos tentang Lokasi Sebenarnya Yerusalem dalam ‘Atlantis: The Lost Continent Finally Found’

Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa

Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante

Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica

Mengungkap Misteri Taman Eden: Perjalanan dan Komentar Obadiah dari Bertinoro tentang Misnah dalam Perjalanannya ke Yerusalem

Tantangan Geografis dalam Interpretasi Klasik Kisah Eden: Targum Yerushalmi, Terjemahan Arab, dan Perspektif Nahmadines

Hubungan antara Midrash HaGadol dan Lokasi Eden serta Catatan Buku “Atlantis: The Lost Continent Finally Found” karya Prof. Arysio Santos

Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis

Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel

“Menyuarakan Kebenaran: Dialog Imaginer Rabbi Neturei Karta dengan Jurnalis Kowantaranews.com tentang Konflik Israel-Palestina”

Neturei KARTA” bukanlah nama kota-kota di Indonesia seperti JaKARTA, JogjaKARTA, SuraKARTA, PurwoKERTO, PurwaKARTA, MojoKERTO, KERTOsono, KERTAbesuki” dan lainnya tapi Sebuah Komunitas Yahudi Ortodoks yang Menentang Zionisme Israel

Bulan Ramadhan Tahun ini dan Seterusnya Azan Dikumandangkan 5 Kali Sehari di Salah Satu Kota Terbesar di Amerika Serikat, Kota Minneapolis Negara Bagian Minnesota

Orang Uighur Dipaksa Makan Daging Babi karena China Memperluas Peternakan Babi Xinjiang

Keren !, Presiden Pertama Indonesia, Soekarno Bela Mati-matian Palestina

Ternyata ICJP Menyerukan Pemerintah Inggris untuk Merujuk Israel dan Perdana Menteri Netanyahu ke Pengadilan Kriminal Internasional untuk Kejahatan Perang di Palestina, Sebelum Jadwal Kunjungan Netanyahu 

Siapakah Alvin Bragg?  Jaksa Distrik Manhattan Setingkat Kejaksaan Negeri yang  Menuntut Donald Trump Presiden Amerika Serikat ke-45

Kata Rabbi Aaron Teitelbaum Shlita : “Negara Zionis adalah Penyembahan Berhala di Zaman Kita”

TERNYATA ADA RABI YAHUDI BERSUMPAH UNTUK  “TERUS BERJUANG DALAM PERANG TUHAN MELAWAN ZIONISME”

Gila !, Banyak Wanita Uyghur Dipaksa Kawin Untuk Menghilangkan  Warisan Budaya Tradisi Uyghur

Selain Beberapa Organisasi Islam, Warga Amerika Serikat Juga  Meminta Pemerintah Indonesia Menolak Timnas Israel U-20

Keren !, Ukraina Salah Satu Negara Pertama Akui Palestina di PBB

Karena Dekatnya Turki dengan Malaysia : Anwar  Terbang  Menemui  Erdogan

Media Asing : Barat Tidak Berdaya di Myanmar

Enam Hari setelah Bencana Gempa Bumi Turki, Para Kontraktor  Bangunan Ditangkapi

Bayi Lahir di Reruntuhan Gempa Suriah Dinamai Aya

Keren !, Presiden Aljazair Dukung Penuh Keanggotaan Palestina di PBB

Gawat !  Paman Sam AS Sebut Bakal Perang dengan China

Kemarahan Turki Setelah Pembakaran Quran, Protes Kurdi di Swedia

Kontra Intelijen FBI Menggerebek Kantor Polisi China di New York: Laporan

Nitizen Nyiyirin Presiden Emmanuel Macron”Tidak Minta Maaf” Atas Penjajahan Prancis di Aljazair

Tegas !  Demi Kemanusiaan Datuk Sri Anwar Ibrahim PM. Malaysia Bela Palestina

Rame Dibahas di Medsos “Pegunungan Makkah Telah Ditutupi dengan Tanaman Hijau Setelah Hujan Baru-baru ini”

China  Sebagai Pembunuh Terbanyak  Dalam Sejarah Modern,  Karena Ketidakmampuan dan Kebodohan Pemerintah Komunis Cina,  Tulis Media Luar

Ternyata Tidak Jauh Dari Jakarta, Harga Nasi Padang Per Porsinya Rp 120 Ribu

Ternyata Banyak Nama Kota Peninggalan Peradaban Islam di Amerika Serikat

Ternyata  Angelina Jolie  Tidak Masuk Dalam Daftar 5 Wanita Tercantik di Dunia

Peristiwa Dunia Yang Terjadi Tahun 2022

Wang Yi Menteri Luar Negeri China Diberhentikan

Pele Sang Legenda Sepak Bola Jum’at Dini Hari Meninggal Dalam Usia 82 Tahun

Islamofobia! Tiga Kepala Babi Diletakan Untuk Memprotes Pembangunan Masjid

Tragis ! Korban Bertambah 18 Orang Tewas Akibat Ledakan Truk Gas di Afrika Selatan

Lebih dari 40 Ribu Kematian Di Cina Karena Covid Di Akhir Tahun

Lagi-lagi Zionis Israil Menembak Mati Warga Palestina, Korbannya Pemain Sepak Bola Muda

Dr. Nisia Trindade Lima Menteri Kesehatan Brasil Pertama dari Kaum Hawa

Ternyata Komunitas Muslim dan Masjid Terbesar di Benua Amerika Selatan Ada Di Negara  Juara Piala Dunia Qatar FIFA 2022 Argentina !

Maher Zain Hadir Di Piala Dunia 2022 Dengan Merilis Lagu Bersiaplah (Tahayya)

Mahasiswa Cambridge memecahkan masalah tata bahasa Sansekerta yang membingungkan para sarjana selama berabad-abad

Kembali Pecah Rekor, Kasus Covid-19 di China Tembus 39 Ribu Kasus Sehari

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *