Jakarta, Kowantaranews.com – Di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah yang mengancam stabilitas pasokan energi fosil global, Indonesia berupaya keras memutus rantai ketergantungan impor melalui ambisi “Bio-Kedaulatan”. Namun, laporan terbaru dari Center of Economic and Law Studies (Celios) yang dirilis pada 7 April 2026 mengungkapkan adanya paradoks besar: upaya mengejar kedaulatan energi melalui biofuel dan megaproyek lumbung pangan (food estate) justru berisiko meruntuhkan fondasi ekonomi dan ekologis nasional.
Pemerintah secara agresif telah memformalkan mandat biodiesel 50 persen (B50) yang ditargetkan wajib bagi seluruh pengguna pada tahun 2028. Langkah ini dipercepat menyusul fluktuasi harga minyak dunia dan menyempitnya selisih harga antara minyak sawit dan solar (Pogo spread), yang memberikan justifikasi ekonomi sesaat bagi anggaran subsidi. Di sisi lain, mandat bioetanol 10 persen (E10) mulai diimplementasikan secara bertahap di Jawa pada tahun 2026 guna menekan impor bensin.
Namun, strategi ini membawa beban fiskal yang sangat berat. Studi Celios berjudul “Why Food Estates are Not the Answer for Food and Energy Security” memperkirakan total biaya kedua program ini menembus 11 miliar dolar AS (sekitar Rp175 triliun) dalam sepuluh tahun ke depan. Angka ini mencakup belanja modal, subsidi bioetanol yang mencapai 200 juta dolar AS per tahun, serta potensi hilangnya penerimaan negara akibat insentif pajak bagi pengembang. Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, memperingatkan bahwa anggaran biodiesel saja bisa menyerap hingga 89 persen dari total anggaran subsidi energi pada 2026 jika tidak dikelola secara hati-hati.
Dilema pangan versus energi muncul karena bahan baku biofuel di Indonesia berbasis komoditas konsumsi, yakni sawit dan tebu. Pengalihan sawit ke energi berisiko memicu kembali krisis minyak goreng seperti tahun 2022, sementara pengembangan bioetanol berbasis tebu menghadapi paradoks di mana Indonesia masih mengimpor 5 juta hingga 6 juta ton gula per tahun. Alih-alih swasembada gula, lahan luas di Papua Selatan justru diarahkan untuk tangki bahan bakar.
Megaproyek di Merauke, Papua Selatan, menjadi pusat dari ketegangan ini. Dengan rencana pembukaan lahan hingga 3 juta hektar, proyek ini disebut sebagai proyek deforestasi tunggal terbesar di dunia. Data dari Auriga Nusantara menunjukkan dampak nyata: deforestasi nasional melonjak 66 persen pada tahun 2025, dengan Papua mencatat kenaikan drastis sebesar 348 persen. Di Merauke saja, pembukaan lahan untuk padi dan tebu telah melenyapkan lebih dari 21.000 hektar hutan dalam waktu singkat.
Ancaman Ganda di Lumbung Pangan: Geopolitik Timur Tengah dan ‘El Niño Godzilla’ 2026
Isu transparansi juga membayangi proyek ini. Keterlibatan taipan besar seperti Haji Isam melalui Jhonlin Group dan keluarga Fangiono melalui Merauke Sugar Group menunjukkan adanya konsentrasi penguasaan lahan di tangan segelintir pihak, sebuah fenomena yang disebut oleh pengamat sebagai “serakahnomics”. Mekanisme “pengadaan retroaktif” melalui Peraturan LKPP Nomor 3 Tahun 2025 pun menuai kritik karena memungkinkan pengerjaan proyek dibayar negara tanpa tender terbuka yang kompetitif.
Dampak sosialnya pun tak kalah mengkhawatirkan. Masyarakat adat Malind Ani kehilangan hutan sagu yang menjadi sumber pangan utama mereka, memicu kerentanan gizi buruk di tengah proyek yang diklaim untuk ketahanan pangan. Secara internasional, praktik deforestasi masif ini menempatkan Indonesia pada risiko klasifikasi “risiko tinggi” dalam regulasi deforestasi Uni Eropa (EUDR). Jika status ini ditetapkan, audit terhadap komoditas ekspor Indonesia akan melonjak menjadi 9 persen, yang akan memperlambat perdagangan dan menurunkan daya saing global dibandingkan negara seperti Brasil atau Malaysia.
Indonesia kini berada di persimpangan. Tanpa inovasi teknologi biorefinery yang efisien—seperti pemanfaatan produk sampingan vinasse dan bagasse untuk pupuk dan listrik seperti di Brasil—biofuel Indonesia akan terus menjadi beban fiskal dan ekologis yang tak berkelanjutan. Kedaulatan sejati membutuhkan keseimbangan antara energi, pangan, dan perlindungan terhadap benteng terakhir hutan hujan Papua. By Mukroni
- Berita Terkait :
Ancaman Ganda di Lumbung Pangan: Geopolitik Timur Tengah dan ‘El Niño Godzilla’ 2026
BGN Tegaskan Makan Bergizi Gratis Bukan Proyek Bisnis: Fokus Cerdaskan Anak, Bukan Pamer Pendapatan
Swasembada di Tengah Krisis: Strategi Indonesia Menghadapi ‘Dosa Ekologis’ dan Gejolak Pangan Global
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF
497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional
Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal
Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata
Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza
Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir
Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel
Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas
Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina
Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!
Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’
AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa
Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel
Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian
Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!
DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI
Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam
Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi
Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza
Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump
Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah
Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS
DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!
Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia
MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!
Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia
Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!
Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!
Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika
Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan
Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural
Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan
Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan
Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!
Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!
Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis
Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru
Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang
Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam
Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur
JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot
76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza
Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill
Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global
Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden
Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza
Enam Sekutu Amerika Serikat Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”
Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza
Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru
Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa
Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel
Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina
Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah
Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global
Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina
Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza
Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time
Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan
Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah
Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi
Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”
Tujuan Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah
Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka
Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi
Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’
Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza
Israel Menutup Kantor Al Jazeera
Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan
Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel
Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap
Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme
Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan
Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme
Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya
Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza
Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan
Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang
Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina
Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika
Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan
Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa
Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante
Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel

