Jakarta, Kowantaranews.com — Penegakan hukum di tubuh Kejaksaan Agung (Kejagung) memasuki babak penting setelah rentetan peristiwa besar terjadi secara beriringan pada Jumat (24/7/2026). Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, resmi ditahan dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kasus ini menyita perhatian publik seiring dengan temuan barang bukti masif berupa emas batangan seberat 74 kilogram dan uang tunai ratusan miliar rupiah. Di saat yang bersamaan, Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik jajaran pejabat tinggi baru Korps Adhyaksa, termasuk Kuntadi yang kini resmi mengemban amanah sebagai Jampidsus baru menggantikan posisi yang ditinggalkan Febrie.
Pemeriksaan Maraton dan Penahanan Febrie Adriansyah
Prosedur penanganan hukum terhadap Febrie Adriansyah berlangsung maraton di Gedung Kejaksaan Agung. Febrie memenuhi panggilan penyidik dan mulai memberikan keterangan sejak pukul 13.00 WIB. Setelah menjalani proses pemeriksaan intensif selama enam jam, penyidik menetapkan Febrie sebagai tersangka dugaan TPPU tepat pada pukul 19.00 WIB. Mobil tahanan Kejagung pun telah disiagakan di lobi utama gedung sejak malam hari untuk bersiap melakukan penahanan.
Rangkaian pemeriksaan maraton tersebut akhirnya selesai sekitar pukul 22.50 WIB. Febrie kemudian digiring keluar menuju mobil tahanan untuk ditransfer dan dititipkan di Rutan KPK. Saat dibawa keluar, Febrie diketahui tidak mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda (pink) yang umum digunakan oleh tersangka Kejaksaan. Menanggapi hal itu, Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Prof. Dr. Rudi Margono yang juga bertindak sebagai Koordinator Tim 9 menjelaskan bahwa situasi yang terburu-buru serta kondisi waktu yang sudah larut malam menjadi alasan di balik tidak digunakannya rompi tersebut.
Rudi Margono menyampaikan bahwa modus operandi yang disangkakan kepada Febrie berkaitan dengan dugaan pencucian uang yang dilakukan dalam kapasitasnya sebagai penyelenggara negara atau pejabat struktural selama menjabat di lingkungan Kejaksaan Agung. Namun, detail materi pembuktian belum dapat dibuka secara terperinci kepada publik demi menjaga kelancaran proses penyidikan ke depan.
Barang Bukti Ratusan Miliar dan Konstruksi Sprindik
Penetapan status tersangka TPPU terhadap Febrie merupakan pengembangan dari serangkaian penyidikan kasus yang berawal dari temuan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya. Dalam penggeledahan di kediaman Febrie di kawasan Sentul, Bogor, serta beberapa lokasi lain, petugas menyita emas batangan seberat 74 kilogram dan uang tunai senilai total Rp 536 miliar, di mana senilai Rp 476 miliar ditemukan langsung di rumah Sentul.
Atas penyerahan dokumen dan barang bukti tersebut dari kepolisian, Tim 9 Kejaksaan Agung menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru bernomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 tertanggal 20 Juli 2026 khusus untuk penanganan TPPU. Penerbitan sprindik khusus TPPU ini menambah total empat sprindik yang tengah ditangani Kejaksaan terkait kluster kasus ini. Tiga sprindik sebelumnya mencakup kasus dugaan korupsi penanganan PT Asabri (Persero), penyelesaian utang PT Krakatau Steel, serta dugaan manipulasi tata kelola pasokan batu bara untuk PLTU PT PLN (Persero) yang sempat memicu krisis pasokan listrik (blackout). Dalam berkas perkara TPPU dan Asabri, Febrie ditetapkan sebagai tersangka bersama pihak swasta atau pengacara bernama Don Ritto.
Perombakan Pejabat Tinggi dan Komitmen Jampidsus Baru
Di tengah bergulirnya proses hukum terhadap mantan pejabatnya, Kejaksaan Agung melakukan perombakan dan penyegaran struktur kepemimpinan. Jaksa Agung ST Burhanuddin secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon tinggi di Gedung Utama Kejagung berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pelantikan tersebut, Asep Nana Mulyana resmi dilantik sebagai Wakil Jaksa Agung, sementara posisi Jampidsus diserahterimakan kepada Kuntadi. Selain itu, Leonard Ebenezer Simanjuntak dilantik sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum), Harli Siregar sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejagung, Patris Yusrian Jaya sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset, serta Hermon Dekristo sebagai Staf Ahli Bidang Politik, Keamanan, dan Penegakan Hukum.
Usai dilantik, Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana menegaskan komitmennya untuk membantu Jaksa Agung dalam mengeksekusi seluruh rencana kerja strategis, memperkuat koordinasi lintas bidang, serta memastikan penegakan hukum berjalan sesuai regulasi dan norma etik. Di sisi lain, Jampidsus Kuntadi menekankan dua fokus utama kerja jangka pendeknya, yakni melakukan konsolidasi internal dan eksternal serta mengevaluasi penanganan seluruh perkara, khususnya kasus berskala besar yang menyita perhatian publik. Kuntadi berjanji akan menjaga tiga prinsip utama dalam setiap proses hukum di bidang tindak pidana khusus, yaitu integritas, objektivitas, dan transparansi.
Kejagung Tetapkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya Sebagai Tersangka Korupsi MBG
Penanganan Independen oleh Tim 9
Untuk menjamin netralitas dan mencegah benturan kepentingan (conflict of interest) dalam pengusutan kasus Febrie Adriansyah, Kejaksaan Agung menyerahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada Tim 9 yang beranggotakan para jaksa senior alumni KPK di bawah pimpinan Jamwas Rudi Margono. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa proses hukum berjalan secara independen tanpa ada intervensi dari jajaran operasional internal Jampidsus yang baru. Penitipan penahanan Febrie di Rutan KPK juga mempertegas bentuk sinergi antar-lembaga penegak hukum dalam menegakkan keadilan secara transparan dan terukur. By Mukroni
Kejagung Tetapkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya Sebagai Tersangka Korupsi MBG
Epstein Files 2026: Rilis 3,5 Juta Halaman Ungkap Jaringan Elit Global dan Arsitektur Impunitas
Anwar Ibrahim: Penangkapan Maduro oleh AS Melanggar Hukum Internasional
‘Tidak Ada Perang untuk Minyak’: Ribuan Warga AS Kecam Operasi Militer Penangkapan Maduro
“Itu Tindakan Perang!”: Walikota NYC Mamdani Telepon Trump, Kutuk Penangkapan Maduro
AS Gempur Caracas: Maduro Ditangkap dan Diterbangkan ke New York dalam Operasi Militer Mendadak
Sumpah di Stasiun Bawah Tanah: Awal Unik Pemerintahan Zohran Mamdani di New York
Zohran Mamdani Terpilih Jadi Wali Kota New York: Janji Bus Gratis Terancam Birokrasi MTA!
Stasiun Maryam Moghaddas di Tehran: Simbol Toleransi atau Propaganda?
Terobosan Bersejarah: Indonesia Dapat Izin Bangun Kampung Haji Sendiri di Mekkah!
Lee Jae-myung: Dari Buruh Anak ke Presiden, Anak Warteg pun Bisa Jadi Bintang Korea!
Saham Anjlok, Obligasi Meledak, Dolar Lesu: Utang AS Bikin Panik, Warteg Santai Tak Berdampak!
Deregulasi Bikin Impor Melaju, Industri Lokal Teriak: ‘Warteg Aja Lebih Terlindungi!’
Preman Ngepet di Warteg, Pengangguran Ngetem: Jabodetabek Jadi Ring Tinju Ormas!
The Fed Bikin BI Pusing, Rupiah Ngegas, Warteg Tetap Ramai!
Ojol Belum BPJS, Aplikator Bilang ‘Gaspol!’, Warteg Jadi Penutup Perut!
PHK Bikin Kantoran Jadi Penutup Warteg: Prabowo Geleng-Geleng, Orek Tempe Tetap Sold Out!
Jobless Jadi Trend, Dompet Ikut Send: BPS vs IMF Panas, Warteg Tetap Menang!
Ekonomi Loyo, Pengangguran Melejit: Warteg Tetap Ramai, Tapi Dompet Makin Sepi!
Ekonomi Indonesia 2025: Konsumsi Loyo, Rupiah Goyang, Warteg Tetap Jaya!
PMI Anjlok, IKI Goyang, Warteg Tetap Jaya: Industri Indonesia Lawan Badai Tarif Trump!
PHK Mengintai, Tarif Trump Menghantui, Warteg: Tenang, Ada Telor Dadar!
Warteg Halal Harap-Harap Cemas: UMKM Indonesia Lawan Tarif Trump dan Gempuran Impor China!
Prabowo Jalan-jalan ke China, ASEAN Cuma Dapat Senyum dari
GPN & QRIS: Warteg Go Digital, Transaksi Nusantara Gaspol, AS Cuma Bisa Cemas!
Indonesia vs AS: Tarif Impor Bikin Heboh, Warteg Jagokan Dompet Digital!
Utang Rp 250 Triliun Numpuk, Pemerintah Frontloading Biar Warteg Tetep Jualan Tempe!
Indonesia ke AS: ‘Tarif Dikurangin Dong, Kami Beli Energi, Kedelai, Sekalian Stok Warteg!’
TikTok Tawar Tarif: AS-China Ribut, Indonesia Santai di Warteg!
Kelapa Meroket, Warteg Meratap: Drama Harga di Pasar Negeri Sawit!
Trump Tarik Tarif, Rupiah Rontok, Warteg pun Waswas: Drama Ekonomi 2025!
Danantara dan Dolar: Prabowo Bikin Warteg Nusantara atau Kebingungan?
Warteg Lawan Tarif Trump: Nasi Oreg Tempe Bikin Dunia Ketagihan!
Gempuran Koperasi Desa Merah Putih: 70.000 Pusat Ekonomi Baru Siap Mengubah Indonesia!
1 Juta Mimpi Terhambat: UMKM Berjuang Melawan Kredit Macet
Warteg Jadi Garda Terdepan Revolusi Gizi Nasional!
Skema Makan Bergizi Gratis: Asa Besar yang Membebani UMKM
Revolusi Gizi: Makan Gratis untuk Selamatkan Jutaan Jiwa dari Kelaparan
Gebrakan Sejarah: Revolusi Makan Bergizi Gratis, Ekonomi Lokal Bangkit!
PPN 12 Persen: Harapan atau Ancaman Bagi Ekonomi Rakyat?
Menuju Indonesia Tanpa Impor: Mimpi Besar atau Bom Waktu?
Gebrakan PPN 12 Persen: Strategi Berani yang Tak Menjamin Kas Negara Melejit!
Rupiah di Ujung Tanduk: Bank Indonesia Siapkan “Senjata Pamungkas” untuk Lawan Gejolak Dolar AS!
PPN Naik, Dompet Rakyat Tercekik: Ancaman Ekonomi 2025 di Depan Mata!
12% PPN: Bom Waktu untuk Ekonomi Rakyat Kecil
Rapat Elite Kabinet! Bahlil Pimpin Pertemuan Akbar Subsidi Energi demi Masa Depan Indonesia
Ekonomi Indonesia Terancam ‘Macet’, Target Pertumbuhan 8% Jadi Mimpi?
Janji Pemutihan Utang Petani: Kesejahteraan atau Jurang Ketergantungan Baru?
Indonesia Timur Terabaikan: Kekayaan Alam Melimpah, Warganya Tetap Miskin!
Menuju Swasembada Pangan: Misi Mustahil atau Harapan yang Tertunda?
QRIS dan Uang Tunai: Dua Sisi dari Evolusi Pembayaran di Indonesia
Ledakan Ekonomi Pedas: Sambal Indonesia Mengguncang Dunia!
Keanekaragaman Hayati di Ujung Tanduk: Lenyapnya Satwa dan Habitat Indonesia!
Indonesia Menuju 2045: Berhasil Naik Kelas, Tapi Kemiskinan Semakin Mengancam?
Food Estate: Ilusi Ketahanan Pangan yang Berujung Malapetaka ?
Menjelang Akhir Jabatan, Jokowi Tinggalkan PR Besar: Pembebasan Lahan IKN Tersendat!
Pangan Indonesia di Ujung Tanduk: Fase Krusial Beras dan Gula Menuju Krisis!
Tambang Pasir Laut: Ancaman Mematikan bagi Ekosistem dan Kehidupan Pesisir Indonesia!
Duel Menteri Jokowi: Ekspor Pasir Laut atau Hancurkan Lautan Indonesia?
Lonjakan Konsumsi di Tengah Tekanan Ekonomi: Masyarakat Indonesia Bertahan dengan Tabungan!
Hilirisasi Tambang: Mesin Pertumbuhan Ekonomi yang Tak Kunjung Menyala
Impor Lagi? Karena Produksi Pangan Lokal Terlalu Mewah untuk Rakyat!
Stop! Impor Makanan Mengancam! Ketahanan Pangan Indonesia di Ujung Tanduk!
Selamat Datang di Kawasan Lindung: Hutan Hilang Dijamin!
Kongsi Gula Raksasa: Kuasai Tanah, Singkirkan Hutan di Merauke!
Ekspor Pasir Laut Dibuka: Keuntungan Instan, Kerusakan Lingkungan Mengancam Masa Depan!
APBN 2025: Anggaran Jumbo, Stimulus Mini untuk Ekonomi
“Investasi di IKN Melonjak, Tapi Pesawatnya Masih Cari Parkir”
Mandeknya Pengembalian Aset BLBI: Ujian Nyali dan Komitmen Pemerintah
Jeratan Hukum Fify Mulyani dalam Kasus Poligami dan Tindak Pidana Pencucian Uang
Skandal Kuota Haji Khusus: Dugaan Penyelewengan di Balik Penyelenggaraan Haji 2024
IKN di Persimpangan: Anggaran Menyusut, Investasi Swasta Diharapkan
Warteg Menolak IKN, Apa Warteg Menolak IKAN ?
Keren !, Sejumlah Alumni UB Mendirikan Koperasi dan Warteg Sahabat di Kota Malang
Ternyata Warteg Sahabat KOWATAMI Memakai Sistem Kasir Online
Ternyata Warteg Sahabat Berada di Bawah Naungan Koperasi Warung Sahabat Madani
Wow Keren !, Makan Gratis di Warteg Sahabat Untuk Penghafal Surat Kahfi di Hari Minggu
Warteg Sahabat Satu-Satunya Warteg Milenial di Kota Malang dengan Wifi
Warteg Sahabat Menawarkan Warteg Gaya Milenial untuk Kota Malang dan Sekitarnya
Republik Bahari Mengepakan Sayap Warteg ala Café di Cilandak Jakarta Selatan
Promo Gila Gilaan Di Grand Opening Rodjo Duren Cirendeu.
Pelanggan Warteg di Bekasi dan Bogor Kecewa, Menu Jengkol Hilang
KOWARTAMI Membuka Lagi Gerai Warteg Republik Bahari ke-5 di MABES Jakarta Barat
Ternyata Nasi Padang Ada yang Harganya Lebih Murah dari Warteg, Apa benar ?
Menikmati Menu Smoothies Buah Naga Di Laloma Cafe Majalengka
Ternyata Tidak Jauh Dari Jakarta, Harga Nasi Padang Per Porsinya Rp 120 Ribu
Ketika Pedagang Warteg Menanyakan Syarat Mendapatkan Satu Juta Kuota Sertifikasi Halal Gratis
Warteg Republik Bahari Di Bawah Kowartami Mulai Berkibar Di Penghujung Pandemi
Curhat Pemilik Warung Seafood Bekasi Ketika Omsetnya Belum Beranjak Naik
Trending Di Twitter, Ternyata Mixue Belum Mendapat Sertifikat Halal Dari BPJPH Kementerian Agama
Megenal Lebih Dekat Apapun Makanannya Teh Botol Sosro Minumannya, Cikal Bakalnya Dari Tegal
Kowartami Resmikan Warteg Republik Bahari Cabang Ke-4 Di Salemba Jakarta Pusat
Natal Di Jepang, Kentucky Fried Chicken (KFC) Salah Satu Makanan Favorit
Pedagang Warteg Semakin Sulit Harga Beras Naik
Yabie Cafe Tempat Bersantai Kekinian di Kranji Bekasi
Nongkrong Sambil Mencicip Surabi dengan Beragam Topping di Bandung
