JAKARTA — Seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 pada Senin, 13 Juli 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi digulirkan kembali secara nasional. Pengaktifan kembali program ini dilakukan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) memberlakukan jeda operasional selama tiga minggu masa libur sekolah untuk membenahi tata kelola, melakukan standardisasi operasional, serta meningkatkan efisiensi sumber daya. Namun, langkah cepat pemerintah tersebut memicu kritik tajam dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Proses evaluasi yang dilakukan selama masa libur dinilai terlalu terburu-buru, tertutup, dan belum menyentuh persoalan mendasar dari program kemitraan berskala masif ini [cite: text].
Analis Senior Kebijakan Kesehatan dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Muhammad Iqbal Hafizon, menyatakan bahwa pemerintah tidak seharusnya memaksakan penyelesaian evaluasi hanya dalam kurun waktu libur sekolah yang singkat [cite: text]. Menurutnya, program MBG masih menyisakan rentetan persoalan mendasar yang belum terselesaikan, mulai dari skema pengadaan barang dan jasa, mekanisme distribusi logistik, fluktuasi regulasi, hingga ketepatan penentuan kelompok penerima manfaat di tingkat tapak [cite: text].
“Kami memandang perbaikan program ini tidak cukup dilakukan secara instan dan parsial. Pemerintah perlu melakukan evaluasi yang menyeluruh dan mendalam, terutama terkait fondasi pelaksanaan program seperti skema pengadaan pangan dan distribusi logistik,” ujar Iqbal saat dihubungi.
Sentralisasi dan Distorsi Tata Kelola Gizi
Salah satu poin krusial yang disoroti oleh CISDI adalah adanya pergeseran paradigma tata kelola dari desentralistik berbasis komunitas menjadi sentralistik di bawah kendali tunggal BGN dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, otoritas perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan kini bertumpu kuat pada lembaga baru tersebut.
Hal ini dinilai mengabaikan fondasi desentralisasi partisipatif yang sebelumnya sukses menurunkan angka stunting di daerah, sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021. “Selama satu dekade terakhir, Indonesia telah membangun sistem tata kelola gizi berbasis komunitas yang melibatkan pemerintah daerah secara aktif. Dengan sentralisasi MBG, pemerintah daerah kini kehilangan peran strategisnya dan hanya ditempatkan sebagai fasilitator administratif,” jelas Iqbal.
Selain distorsi wewenang daerah, CISDI juga menyoroti adanya kemunduran konsep gizi akibat pilihan menu makanan. Berdasarkan riset lapangan, masih ditemukan menu MBG yang didominasi oleh produk pangan ultra-proses tinggi kandungan gula, garam, dan lemak (GGL), seperti susu berperisa kemasan dan biskuit formula. Praktik ini dinilai kontradiktif dengan panduan gizi seimbang “Isi Piringku” yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, serta dinilai menabrak rambu-rambu pengendalian penyakit tidak menular dalam UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan PP Nomor 28 Tahun 2024.
Bukan Sekadar Gerah, Panas Ekstrem Kini Jadi Ancaman Nyata Kesehatan Publik
Desakan “Regulatory Sandbox” dan Standar FAO
Sebagai jalan keluar, CISDI mendesak pemerintah untuk bersikap lebih adaptif dan tidak terus-menerus terjebak dalam metode uji coba langsung (trial and error) yang berisiko tinggi di lapangan [cite: text]. Iqbal mengusulkan agar pemerintah menerapkan pendekatan regulatory sandbox atau laboratorium regulasi di beberapa wilayah percontohan. Melalui laboratorium regulasi ini, skema pengadaan pangan publik berkelanjutan yang mengedepankan pemenuhan gizi berbasis ekosistem pangan lokal dapat diuji coba secara cermat sebelum dijadikan kebijakan permanen secara nasional.
Lebih lanjut, tata kelola pengadaan barang yang saat ini menggunakan sistem penunjukan langsung dinilai belum berorientasi penuh pada kualitas gizi dan rawan menimbulkan persoalan akuntabilitas. Pemerintah didorong untuk mengadopsi standar Pengadaan Pangan Publik Berkelanjutan (Sustainable Public Food Procurement / SPFP) yang dirumuskan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) [cite: text, 23]. Standar FAO ini menekankan pentingnya jaminan kualitas gizi mikro-makro sekaligus keberlanjutan rantai pasok yang menguntungkan petani serta peternak lokal.
Ketidakseimbangan Spasial dan Keamanan Pangan
Nada serupa diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Raharjo. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak tergesa-gesa melakukan ekspansi fisik pembangunan dapur SPPG tanpa mempersiapkan standar keamanan pangan, sanitasi dapur, kesiapan sumber daya manusia, dan rantai pasokan logistik yang matang [cite: text]. Kelalaian dalam mempersiapkan aspek higienitas ini berpotensi memicu kejadian fatal seperti kasus keracunan makanan massal [cite: text].
Sri Raharjo juga menyoroti adanya kesenjangan spasial yang mencolok dalam sebaran infrastruktur SPPG. Unit pelayanan dapur gizi ini justru lebih banyak berkembang pesat di wilayah yang relatif mudah dijangkau secara logistik (perkotaan), bukan di kantong-kantong kemiskinan atau daerah rawan pangan yang mencatatkan prevalensi stunting tertinggi di luar Jawa, seperti Papua Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.
“Jika komitmen awal program ini adalah untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk, maka pembangunan fasilitas penyediaan makanan sehat wajib diprioritaskan di wilayah dengan beban stunting tertinggi. Apa yang terjadi saat ini menunjukkan sebaran infrastruktur belum sepenuhnya konsisten dengan tujuan tersebut,” ungkap Sri.
Komitmen Pembenahan oleh BGN
Merespons gelombang kritik tersebut, jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa masa transisi libur sekolah memang difokuskan untuk memperbaiki tata kelola dan operasional secara mendasar. Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa seluruh masukan dari akademisi, masyarakat sipil, dan lembaga pengawas negara akan dijadikan bahan evaluasi guna mewujudkan perbaikan berkelanjutan.
BGN berkomitmen untuk terus menyempurnakan aspek operasional, ketepatan waktu distribusi, akurasi data penerima manfaat, hingga penguatan standar keamanan pangan agar manfaat program MBG dapat dirasakan secara aman oleh seluruh generasi penerus bangsa. Namun, keberhasilan komitmen ini masih harus dibuktikan melalui transparansi proses evaluasi yang lebih terbuka dan partisipatif ke depannya. By Mukroni
- Berita Terkait :
Bukan Sekadar Gerah, Panas Ekstrem Kini Jadi Ancaman Nyata Kesehatan Publik
Ancaman El Nino Kuat 2026: Lumbung Pangan Jatim Tertekan, Kesejahteraan Petani Menyusut
Buntut Keracunan Massal Cakung, SPPG Pulogebang Terbongkar Belum Kantongi Sertifikat SLHS
Target 2028: Indonesia Kejar Pembangunan 33 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Senilai Rp 89 Triliun
Rayakan HUT ke-499, Jakarta Deklarasikan Gerakan “Jaga Jakarta Bersih” di Rasuna Said
Dudung Abdurachman Endus Celah Korupsi Program MBG: Dari Jual Beli Titik hingga Paradoks Insentif
Ikan Sapu-sapu: Dari “Janitor” Akuarium Menjadi Alarm Kerusakan Ekosistem Ciliwung
Perang Narasi Banjir Palembang: Pejabat Pemkot Digugat Akibat Komentar Agresif di Media Sosial
Panas Ekstrem: Pengganda Risiko Utama yang Mengancam Ketahanan Pangan Dunia
Paradoks Bio-Kedaulatan: Dilema Ketahanan Energi dan Ancaman Krisis Pangan Indonesia
Ancaman Ganda di Lumbung Pangan: Geopolitik Timur Tengah dan ‘El Niño Godzilla’ 2026
BGN Tegaskan Makan Bergizi Gratis Bukan Proyek Bisnis: Fokus Cerdaskan Anak, Bukan Pamer Pendapatan
Swasembada di Tengah Krisis: Strategi Indonesia Menghadapi ‘Dosa Ekologis’ dan Gejolak Pangan Global
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF
497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional
Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal
Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata
Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza
Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir
Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel
Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas
Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina
Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!
Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’
AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa
Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel
Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian
Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!
DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI
Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam
Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi
Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza
Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump
Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah
Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS
DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!
Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia
MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!
Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia
Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!
Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!
Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika
Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan
Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural
Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan
Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan
Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!
Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!
Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis
Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru
Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang
Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam
Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur
JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot
76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza
Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill
Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global
Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden
Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza
Enam Sekutu Amerika Serikat Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”
Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza
Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru
Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa
Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel
Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina
Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah
Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global
Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina
Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza
Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time
Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan
Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah
Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi
Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”
Tujuan Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah
Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka
Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi
Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’
Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza
Israel Menutup Kantor Al Jazeera
Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan
Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel
Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap
Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme
Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan
Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme
Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya
Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza
Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan
Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang
Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina
Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika
Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan
Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa
Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante
Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel

