• Ming. Nov 30th, 2025

KowantaraNews

Kowantara News: Berita tajam, warteg jaya, UMKM tak terjajah!

Korban Tewas Banjir Bandang Sumatera Capai 188 Orang, 167 Masih Hilang

ByAdmin

Nov 30, 2025
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia imbas banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencapai 174 orang sampai sore ini, Jumat (28/11). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com – Bencana hidrometeorologi terburuk dalam satu dekade melanda Pulau Sumatera. Hingga Minggu malam (30/11/2025), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu Siklon Tropis Senyar dan Koto telah mencapai 188 orang. Sebanyak 167 orang lainnya masih dalam status hilang, sementara lebih dari 35.813 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah dan kampung mereka lenyap tertimbun lumpur atau tersapu air bah.

Provinsi Sumatera Barat menjadi wilayah paling parah. BPBD Sumbar melaporkan 90 korban meninggal dunia dan 90 orang lainnya masih belum ditemukan. Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Tanah Datar, Agam, Padang Pariaman, dan Padang Panjang pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari menyisakan duka mendalam. Di Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, satu kampung bernama Jorong Limo kaum hanyut total. “Hanya tersisa tiang listrik dan atap-atap rumah yang menyangkut di pepohonan,” ujar Salahuddin, salah seorang relawan yang ikut mengevakuasi korban.

Di Sumatera Utara, angka korban tewas juga mencapai 90 orang dengan 68 jiwa masih dalam pencarian. Kabupaten Karo, Dairi, dan Tapanuli Utara menjadi titik terparah. Banjir lahar dingin dari Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak memperburuk situasi. Sementara itu, Provinsi Aceh melaporkan 13 korban meninggal dan 9 orang hilang, terutama di Aceh Tenggara dan Gayo Lues.

Infrastruktur lumpuh total di banyak titik. Jalan Lintas Sumatera segmen Medan–Banda Aceh masih terputus di belasan lokasi. Jalan Tol Binjai–Langsa ditutup karena genangan air setinggi 1–2 meter di Km 49+800 dan Km 50+800 serta longsor di beberapa titik lainnya. Di Sumatera Barat, jalur strategis Padang–Bukittinggi sama sekali tidak bisa dilalui. Jembatan Kembar Padang Panjang Barat tertimbun material longsor setebal hampir 2 meter, terdiri dari lumpur, batu besar, dan batang pohon pinus.

“Kami terpaksa menutup total jalur ini demi keselamatan. Tidak ada kendaraan yang bisa lewat, bahkan sepeda motor,” kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Taufiq Hidayat.

Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Tagana, dan relawan masih terus berjibaku melakukan pencarian korban hilang. Operasi darat menggunakan alat berat dan tenaga manual, operasi air dengan perahu karet, serta operasi udara menggunakan drone dan empat unit helikopter (tiga milik TNI AD/AU dan satu milik Polri). Pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan logistik tahap pertama menggunakan pesawat Hercules C-130 TNI AU ke Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, untuk kemudian didistribusikan ke wilayah terisolir.

182 Korban Tewas, Operasi Udara Besar-besaran TNI AU Terus Gempur 3 Provinsi Terdampak Banjir-Longsor

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih akan mengguyur sebagian besar Sumatera Utara dan Sumatera Barat hingga 1 Desember 2025. “Potensi banjir bandang, longsor, dan banjir lahar hujan masih sangat tinggi, terutama di daerah pegunungan dan lereng barat,” tegas Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto.

Ribuan pengungsi kini bertahan di tenda-tenda darurat, sekolah, dan masjid. Kebutuhan mendesak berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, paka obat-obatan, dan pampers bayi terus berdatangan dari berbagai daerah. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman bila hujan kembali mengguyur dengan intensitas tinggi.

Tragedi ini menjadi pengingat keras betapa rentannya wilayah Sumatera terhadap bencana hidrometeorologi di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem. Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian dan pertolongan masih terus berlangsung 24 jam tanpa henti, dengan harapan angka korban hilang bisa terus berkurang dan keluarga yang ditinggalkan segera mendapat kepastian. By Mukroni

  • Berita Terkait

182 Korban Tewas, Operasi Udara Besar-besaran TNI AU Terus Gempur 3 Provinsi Terdampak Banjir-Longsor

39 Tewas, Puluhan Hilang akibat Banjir Bandang dan Longsor di Aceh & Sumut

Aroma yang Membawa Pulang: Ketika Makanan Menyimpan Kenangan

Ketimpangan Wilayah: Bom Waktu Struktural yang Terabaikan di Balik Kemegahan Jabodetabek

Marsinah Resmi Jadi Pahlawan Nasional, Simbol Perjuangan Buruh Perempuan

Investor Global Serukan Penghentian Deforestasi 2030: Krisis Hutan Jadi Ancaman Finansia

MPR Dukung Transisi Energi Berkelanjutan: Awasi Dekarbonisasi 2060 dan Dorong Ekonomi Hijau

Gen Z Mengguncang Dunia: Dari Aktivisme Digital ke Revolusi Jalanan

Perempuan Muslimah Indonesia: Membangun Negeri dengan Pendidikan dan Nilai Kebangsaan

Perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Sasaran Baru, Anggaran Besar, dan Tantangan Tata Kelola

Ngepop Tanpa Mesiu: Ketika Musik dan Kaos Pink Mengguncang Kekuasaan

Dapur Makan Bergizi Gratis Ceger – Cipayung 001 Resmi Mendistribusikan Makanan Bergizi untuk Generasi Sehat

Lokasi Taman Eden dalam Tradisi Yahudi: Antara GeogrTerafi, Alegori, dan Mistisisme

Hutan Orang Rimba Jadi Kebun Sawit: Berondolan Dicuri, Pemerintah Sibuk Selfie ?

Buruh Bersuara, Monas Jadi Panggung Prabowo, Warteg Tetep Jadi Pelarian!

1.835 Spesies Burung: Indonesia, Konser Alam Terbesar di Dunia!

Kartini Kekinian: Dari Jepara ke Luar Angkasa, Emansipasi Tetap Cetar!

Korlantas: Arus Balik Lebaran 2025 Diprediksi Terbagi dalam Beberapa Gelombang 

TSUNAMI PHK DAN DEFLASI: GELOMBANG PEMUDIK LEBARAN 2025 MENYUSUT DRASTIS!

Aktivitas Sesar Sagaing: Pemicu Utama Gempa 7,7 yang Guncang Myanmar dan Asia Tenggara

Tak Mampu Bayar Bus, Pemudik Banjiri Jalan dengan Motor: Tragedi Menanti di Balik Rindu Kampung Halaman ?

Sarjana Cumlaude Disandera PHK ? Indonesia Darurat Pengangguran Beredukasi ?

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *