• Ming. Jun 7th, 2026

KowantaraNews

Jejak Warteg Warisan Lumbung Mataram, Semangat Sultan Agung dan Diplomasi Kyai Rangga

Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok, DPR Kumpulkan Menkeu dan Gubernur BI Susun Strategi Darurat

ByAdmin

Jun 7, 2026
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad rapat koordinasi dengan Menkeu dan Gubernur BI, di Gedung Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6. (Foto: Humas DPR)
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com — Di tengah gejolak pasar keuangan domestik yang kian mengkhawatirkan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengambil langkah taktis cepat dengan menggelar pertemuan koordinasi darurat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Sabtu (6/6/2026). Pertemuan tertutup tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal. Otoritas tertinggi moneter dan fiskal turut hadir dalam forum evaluasi ini, yakni Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, serta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Langkah konsolidasi tingkat tinggi ini dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah yang terus menembus batas psikologis serta kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara beruntun dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data resmi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah ditutup pada posisi Rp 18.039 per dolar AS pada sore hari Jumat (5/6/2026). Level tersebut stagnan dibandingkan hari Kamis, namun melemah 0,6% jika disandingkan dengan hari Rabu yang masih berada di posisi Rp 17.931 per dolar AS.

Di pasar spot, rupiah bahkan sempat menyentuh penutupan terlemah sepanjang sejarah pada level Rp 18.049 per dolar AS pada hari Kamis (4/6/2026), sebelum akhirnya menguat sangat tipis ke Rp 18.036 per dolar AS pada hari Jumat. Tekanan ini terasa kian hebat mengingat rupiah telah terdepresiasi sekitar 14% sejak masa transisi pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkannya sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di Asia sepanjang tahun 2026.

Kondisi yang tidak kalah mengkhawatirkan terpantau di pasar modal domestik. IHSG ambruk sebesar 8,73% hanya dalam pekan pertama bulan Juni 2026 dan terparkir di level 5.594. Kejatuhan ini memperpanjang koreksi kumulatif IHSG yang telah anjlok lebih dari 30% sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YTD) akibat kekhawatiran global terhadap keberlanjutan peringkat utang (credit rating) Indonesia. Arus keluar modal asing (foreign outflow) dari pasar saham melesat hingga puluhan triliun rupiah, sementara kepemilikan asing pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) menyusut hingga Rp 86 triliun atau sekitar 9% sejak Agustus tahun lalu.

Guna menjinakkan nilai tukar dolar AS dan memulihkan likuiditas, pertemuan koordinasi di DPR berhasil merumuskan dua strategi darurat utama. Strategi pertama difokuskan pada rekalibrasi imbal hasil instrumen surat utang. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa tren kenaikan suku bunga global memicu derasnya arus modal keluar (outflow) dari pasar domestik. Oleh karena itu, otoritas fiskal dan moneter sepakat untuk bersama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil (yield) SBN serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) agar investor asing kembali menempatkan modal portofolionya dalam skala besar ke pasar keuangan nasional.

Strategi kedua berfokus pada penjagaan likuiditas di pasar uang dan industri perbankan. Otoritas menyepakati agar pengelolaan kas operasional negara dikonsolidasikan dan tetap ditempatkan di Bank Indonesia. Namun, sebagai kompensasi bagi operasional pemerintah, BI berkomitmen memberikan peningkatan remunerasi atau bunga yang lebih tinggi kepada kementerian keuangan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya sempat memindahkan kas negara senilai lebih dari Rp 200 triliun dari BI ke jaringan perbankan nasional (Himbara) selama sekitar delapan bulan demi menambah likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan kredit. Meskipun pemindahan tersebut berhasil memicu kebangkitan ekonomi pada Kuartal IV-2025 dan Kuartal I-2026, pengembalian kas negara ke pangkuan BI dinilai mendesak agar operasi moneter BI dalam melakukan penyerapan likuiditas guna menstabilkan nilai tukar dapat berjalan efektif tanpa mengganggu operasional fiskal pemerintah.

Rupiah Tembus Rp 18.000 dan IHSG Ambles 4,2%, Istana Tegaskan Menkeu Purbaya Tidak Mundur

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakinkan publik bahwa fundamental ekonomi Indonesia sesungguhnya berada dalam kondisi yang sangat kokoh. Berdasarkan laporan APBN KiTa edisi terbaru, kinerja fiskal tetap dikelola secara pruden dan berada dalam keadaan yang sangat baik. Purbaya optimistis bahwa koordinasi kebijakan moneter-fiskal yang sinkron ini akan memulihkan sentimen positif pelaku pasar. “Tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke rupiah,” ujarnya setelah pertemuan.

Di sisi lain, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J. Rachbini, memberikan catatan kritis terhadap efektivitas langkah-langkah stabilisasi tersebut. Didik menilai anjloknya rupiah dan IHSG berakar pada hilangnya kepercayaan (trust) investor global secara mendasar, yang membuat mereka cenderung menarik modal dari pasar Indonesia. “Sekrawang kita menyaksikan bahwa trust sudah jauh lebih penting dan lebih mendasar daripada angka-angka pertumbuhan,” tegas Didik.

Didik mencontohkan banyak negara lain memiliki defisit anggaran atau utang yang jauh lebih tinggi daripada Indonesia, tetapi mata uang mereka tetap kuat karena kredibilitas kebijakan pemerintahnya dipercaya oleh investor. Menurut Didik, pelaku pasar saat ini tengah bersikap wait-and-see terhadap konsistensi pengelolaan anggaran pemerintah, khususnya di tengah pelaksanaan program-program baru dengan kebutuhan biaya raksasa. Oleh karena itu, sinergi fiskal dan moneter yang konkret harus didukung oleh pengelolaan APBN yang terukur dan transparan di parlemen guna memulihkan kepercayaan para investor. By Mukroni

  • Berita Terkait :

Rupiah Tembus Rp 18.000 dan IHSG Ambles 4,2%, Istana Tegaskan Menkeu Purbaya Tidak Mundur

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 18.039 per Dolar AS, Bank Indonesia Lipat Gandakan Intervensi

PP No. 20 Tahun 2026 Terbit: CV dan PT Resmi Tak Lagi Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5 Persen

Rupiah Tembus Rp17.600: Mengapa Klaim ‘Orang Desa Tak Pakai Dolar’ Terbantahkan oleh Realitas di Lapangan?

Rupiah Terdepresiasi hingga Rp17.700-an, Tekanan Inflasi Pangan Mulai Menggerus Meja Makan Warga

Navigasi Subsidi Energi 2026: Menakar Ketahanan APBN dan Stabilitas Makroekonomi di Tengah Guncangan Geopolitik Global

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi RI Tumbuh Solid 5,61% di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Defisit Ganda Menghantui Indonesia: Proyeksi Transaksi Berjalan Melebar ke 1,6 Persen pada 2026

Paradoks Beras Indonesia: Harga Eceran Melambung Lewati HET Saat Cadangan Nasional Capai Titik Tertinggi dalam Sejarah 

Menko Airlangga Optimistis Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh Solid di Atas 5,5 Persen

BRIN Ungkap Potensi Ikan Gabus sebagai Superfood Lokal dan Pangan Fungsional

“May Day Strong”: Kebangkitan Kelas Pekerja Amerika Melawan Kebijakan Donald Trump

Pemerintah Pangkas Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0 Persen untuk Jaga Daya Saing Industri

Paradoks Beras Indonesia: Cadangan Tembus Rekor 5 Juta Ton, Harga di 109 Daerah Justru Merangkak Naik

Panas Ekstrem: Pengganda Risiko Utama yang Mengancam Ketahanan Pangan Dunia

Paradoks Bio-Kedaulatan: Dilema Ketahanan Energi dan Ancaman Krisis Pangan Indonesia

Ancaman Ganda di Lumbung Pangan: Geopolitik Timur Tengah dan ‘El Niño Godzilla’ 2026

BGN Tegaskan Makan Bergizi Gratis Bukan Proyek Bisnis: Fokus Cerdaskan Anak, Bukan Pamer Pendapatan

Swasembada di Tengah Krisis: Strategi Indonesia Menghadapi ‘Dosa Ekologis’ dan Gejolak Pangan Global

Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza

Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF

497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional

Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal

Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata

Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza

Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir

Dari Iklim ke Gaza: Israel Culik Greta, Paksa Cium Bendera – Tuduhan Dehidrasi dan Pemukulan Mengguncang Dunia

Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel

Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas

Gencatan Senjata 2025 Runtuh: Israel Serang Qatar, Gaza City Terancam, Abraham Accords di Ujung Tanduk

Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina

Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!

Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’

Greta Thunberg Tantang Blokade Israel: Armada Bantuan Gaza Tiba di Tunisia di Tengah Ultimatum Trump dan Pembantaian Jurnalis

AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa

Perundingan Gencatan Senjata Israel-Hamas: Krisis Kemanusiaan Memburuk di Tengah Jalan Buntu Diplomasi

Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel

Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?

Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian

Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!

DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI

Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam

Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi

Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza

Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump

Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah

Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS

DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!

Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia

MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *