Jakarta, Kowantaranews.com – Ekonomi Indonesia tengah memasuki zona merah kewaspadaan seiring dengan munculnya fenomena “defisit ganda” (twin deficits) yang mengancam stabilitas makroekonomi nasional. Tekanan simultan pada neraca transaksi berjalan dan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) diprediksi akan menjadi tantangan paling berat bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sepanjang tahun 2026.
Lembaga riset ekonomi makro regional, ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO), memberikan peringatan serius melalui proyeksi terbarunya. Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia diperkirakan akan melebar signifikan dari hanya 0,1 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2025 menjadi 1,6 persen pada 2026. Angka ini bahkan diprediksi terus membengkak hingga menyentuh 2,1 persen pada 2027. Pelebaran CAD ini mencerminkan tingginya kebutuhan devisa untuk membiayai impor barang modal dan energi di tengah berakhirnya periode keuntungan komoditas (commodity windfall) yang selama ini menjadi bantalan ekonomi nasional.
Kondisi eksternal yang rapuh tersebut diperparah oleh situasi fiskal domestik. Pemerintah menetapkan target defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap PDB atau senilai Rp689,15 triliun. Namun, alarm fiskal mulai berbunyi kencang setelah Kementerian Keuangan melaporkan bahwa realisasi defisit pada triwulan I-2026 saja sudah mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB. Percepatan penyerapan anggaran ini dipicu oleh besarnya alokasi untuk program-program strategis nasional yang mulai berjalan penuh pada tahun ini.
Dua pos belanja yang paling menyedot ruang fiskal adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan modernisasi alutsista pertahanan. Program MBG pada tahun 2026 mendapatkan alokasi jumbo sebesar Rp335 triliun untuk menjangkau 61,8 juta penerima. Sementara itu, anggaran pertahanan melonjak drastis menjadi Rp337 triliun guna mendukung penguatan kedaulatan nasional. Kombinasi belanja besar-besaran ini, di tengah stagnasi penerimaan negara akibat penurunan harga batubara dan CPO, membuat ruang gerak fiskal semakin menyempit.
Dampak dari defisit ganda ini terasa langsung pada nilai tukar rupiah. Pada awal Mei 2026, rupiah sempat ambruk hingga menyentuh level Rp17.425 per dolar AS, jauh melampaui asumsi makro APBN sebesar Rp16.500. Melemahnya rupiah ini memicu aksi jual di pasar Surat Utang Negara (SUN) dan menekan indeks harga saham. Menanggapi situasi darurat ini, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo segera mengumumkan tujuh langkah stabilisasi yang telah disetujui Presiden Prabowo. Salah satu kebijakan paling drastis adalah pengetatan batas pembelian dolar AS tanpa dokumen pendukung (underlying) dari 50.000 dolar AS menjadi hanya 25.000 dolar AS per orang per bulan.
Di sisi lain, reformasi institusional melalui pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara turut mengubah lanskap pendapatan negara. Dengan adanya Danantara, dividen BUMN senilai kurang lebih Rp80 triliun kini tidak lagi disetorkan langsung ke kas negara, melainkan dikelola secara mandiri untuk reinvestasi. Perubahan “baseline” ini memaksa pemerintah untuk bekerja ekstra keras meningkatkan penerimaan pajak hingga 30 persen guna menutup celah defisit yang ada.
Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 yang mengesankan sebesar 5,61 persen, para pakar tetap memberikan catatan kritis. Peneliti senior CSIS, Deni Friawan, menyebut capaian tersebut sebagai “pertumbuhan semu” karena didorong oleh basis rendah tahun lalu (low base effect) dan belanja pemerintah yang bersifat konsumtif, bukan produktif . Tanpa efisiensi anggaran dan transformasi struktur ekspor yang lebih kuat, awan mendung defisit ganda ini dikhawatirkan akan membawa ekonomi Indonesia ke arah ketidakpastian yang lebih dalam .
Kini, fokus utama pemerintah adalah memastikan bahwa kebijakan fiskal ekspansif tetap berjalan dalam koridor yang pruden. Langkah efisiensi pada belanja non-produktif dan penguatan sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci utama agar ancaman defisit ganda ini tidak berubah menjadi krisis ekonomi yang meluas. By Mukroni
- Berita Terkait :
Menko Airlangga Optimistis Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh Solid di Atas 5,5 Persen
BRIN Ungkap Potensi Ikan Gabus sebagai Superfood Lokal dan Pangan Fungsional
“May Day Strong”: Kebangkitan Kelas Pekerja Amerika Melawan Kebijakan Donald Trump
Pemerintah Pangkas Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0 Persen untuk Jaga Daya Saing Industri
Panas Ekstrem: Pengganda Risiko Utama yang Mengancam Ketahanan Pangan Dunia
Paradoks Bio-Kedaulatan: Dilema Ketahanan Energi dan Ancaman Krisis Pangan Indonesia
Ancaman Ganda di Lumbung Pangan: Geopolitik Timur Tengah dan ‘El Niño Godzilla’ 2026
BGN Tegaskan Makan Bergizi Gratis Bukan Proyek Bisnis: Fokus Cerdaskan Anak, Bukan Pamer Pendapatan
Swasembada di Tengah Krisis: Strategi Indonesia Menghadapi ‘Dosa Ekologis’ dan Gejolak Pangan Global
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF
497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional
Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal
Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata
Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza
Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir
Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel
Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas
Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina
Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!
Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’
AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa
Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel
Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian
Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!
DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI
Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam
Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi
Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza
Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump
Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah
Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS
DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!
Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia
MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!
Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia
Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!
Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!
Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika
Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan
Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural
Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan
Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan
Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!
Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!
Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis
Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru
Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang
Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam
Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur
JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot
76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza
Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill
Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global
Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden
Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza
Enam Sekutu Amerika Serikat Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”
Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza
Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru
Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa
Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel
Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina
Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah
Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global
Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina
Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza
Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time
Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan
Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah
Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi
Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”
Tujuan Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah
Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka
Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi
Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’
Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza
Israel Menutup Kantor Al Jazeera
Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan
Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel
Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap
Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme
Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan
Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme
Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya
Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza
Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan
Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang
Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina
Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika
Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan
Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa
Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante
Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel
Bulan Ramadhan Tahun ini dan Seterusnya Azan Dikumandangkan 5 Kali Se
