• Rab. Jul 1st, 2026

KowantaraNews

Jejak Warteg Warisan Lumbung Mataram, Semangat Sultan Agung dan Diplomasi Kyai Rangga

Siasat Peternak Blitar Hadapi Anjloknya Harga Telur: Tolak Tengkulak, Pilih Jual Langsung ke Konsumen

ByAdmin

Jun 30, 2026
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com — Kelesuan tengah menyelimuti industri peternakan ayam petelur rakyat di Jawa Timur. Harga telur di tingkat peternak anjlok drastis dalam beberapa bulan terakhir hingga menyentuh titik kritis di kisaran Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Angka tersebut sangat jauh dari Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui regulasi sebesar Rp26.500 per kilogram, sehingga membuat para peternak skala kecil menjerit karena harus menanggung kerugian setiap harinya.

Untuk bisa bertahan hidup dan memutar roda operasional, para peternak di Kabupaten Blitar bersiasat dengan mengubah pola penjualan mereka. Daripada terus menjual telur kepada tengkulak yang mematok harga terlampau murah, mereka memilih turun langsung untuk menjual telur secara mandiri kepada konsumen. Pada Senin (29/6/2026), puluhan peternak menggelar aksi obral telur di depan Kantor Bupati Blitar. Mereka menjual telur langsung kepada masyarakat dengan harga Rp20.000 per kilogram, yang terbilang jauh lebih hemat dan terjangkau dibandingkan harga di pasaran yang masih bertengger di kisaran Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram.

Langkah obral dan penjualan langsung ini, baik yang dilakukan secara door to door maupun dengan menggelar lapak menggunakan mobil bak terbuka di pinggir jalan, menjadi strategi paling logis agar masyarakat bisa mendapatkan telur dengan harga pantas dan angka kerugian peternak bisa sedikit ditekan. Sayangnya, di saat pendapatan mereka merosot, peternak secara bersamaan terus dihantam oleh tingginya biaya produksi. Harga pakan terus meroket tajam, di mana komponen utama seperti jagung saat ini menembus harga Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Harga pakan konsentrat jadi yang mayoritas bahan bakunya masih bergantung pada impor juga tercatat telah mengalami kenaikan berulang kali akibat tren penguatan nilai tukar Dolar Amerika Serikat. Akibat margin yang semakin merugi, tidak sedikit peternak yang terpaksa mulai mengosongkan kandang atau melakukan afkir dini, yakni menjual ayam petelur yang masih usia produktif sebagai ayam potong karena mereka tidak lagi sanggup menanggung beban pembelian pakan harian.

https://www.youtube.com/watch?v=bH3YkXlBL9M

Keresahan akibat tata niaga perunggasan ini tidak hanya meletup di Blitar. Pada hari yang sama, ratusan peternak ayam petelur dari berbagai daerah yang tergabung dalam Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PATERAIN) menggelar aksi demonstrasi damai di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Dalam aksinya, para peternak membagikan telur gratis kepada masyarakat yang melintas sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus simbol protes atas kelimpungan yang mereka hadapi.

PATERAIN datang dengan membawa sejumlah tuntutan krusial. Pertama, mereka secara tegas mendesak Satgas Pangan Polri untuk turun tangan menegakkan HAP telur di tingkat peternak sesuai amanat Surat Edaran Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 285/TS.02.02/K/2026 yang diterbitkan pada 9 Juni 2026. Kedua, peternak menuntut transparansi mekanisme pembentukan harga pakan dari pihak industri pabrikan. Ketiga, mereka meminta perlindungan dari masifnya ekspansi korporasi besar melalui penetapan budidaya ayam ras petelur ke dalam Daftar Negatif Investasi, serta penghapusan Pasal 24 huruf c Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 yang dianggap hanya memberikan ruang bagi korporasi dan mematikan peternak rakyat.

Potensi Ekspor Ribuan Desa: Mampukah UMKM Kita Menembus Pasar Global?

Merespons gelombang protes yang membesar tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turun langsung dari ruang rapat paripurna untuk menemui massa peternak di luar Gedung DPRD Jatim. Emil menyatakan empatinya yang mendalam dan menawarkan sejumlah solusi strategis. Untuk jangka pendek, Pemprov Jatim telah memfasilitasi pertemuan dengan pihak kepolisian agar Satgas Pangan daerah menindaklanjuti penegakan HAP di lapangan serta menertibkan oknum-oknum yang mempermainkan harga.

Selain itu, guna mengatasi masalah kelebihan pasokan (oversupply) telur di pasaran, Pemprov Jatim menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membatasi pasokan bibit ayam petelur (Day Old Chicken/DOC) ke depan. Emil secara khusus juga menyoroti komitmen penyerapan telur oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam eksekusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia memberikan ultimatum keras dengan ancaman akan merekomendasikan penutupan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur apabila mereka terbukti membandel dan tidak mau menyerap telur langsung dari peternak lokal. Untuk penyelesaian jangka panjang, Pemprov Jatim berjanji akan menggodok payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Peternak Jatim agar ekosistem peternakan rakyat memiliki kepastian hukum, terlindungi, dan tidak lagi tergerus oleh fluktuasi pasar. By Mukroni

  • Berita Terkait :

Potensi Ekspor Ribuan Desa: Mampukah UMKM Kita Menembus Pasar Global?

Fenomena Shrinkflation di Warteg Bantah Klaim Pemerintah Soal Fondasi Ekonomi RI yang Kuat

Peringatan Bank Dunia: Ruang Fiskal Menyempit dan Ancaman Mandeknya Ekspansi Kelas Menengah RI

Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok, DPR Kumpulkan Menkeu dan Gubernur BI Susun Strategi Darurat

Rupiah Tembus Rp 18.000 dan IHSG Ambles 4,2%, Istana Tegaskan Menkeu Purbaya Tidak Mundur

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 18.039 per Dolar AS, Bank Indonesia Lipat Gandakan Intervensi

PP No. 20 Tahun 2026 Terbit: CV dan PT Resmi Tak Lagi Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5 Persen

Rupiah Tembus Rp17.600: Mengapa Klaim ‘Orang Desa Tak Pakai Dolar’ Terbantahkan oleh Realitas di Lapangan?

Rupiah Terdepresiasi hingga Rp17.700-an, Tekanan Inflasi Pangan Mulai Menggerus Meja Makan Warga

Navigasi Subsidi Energi 2026: Menakar Ketahanan APBN dan Stabilitas Makroekonomi di Tengah Guncangan Geopolitik Global

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi RI Tumbuh Solid 5,61% di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Defisit Ganda Menghantui Indonesia: Proyeksi Transaksi Berjalan Melebar ke 1,6 Persen pada 2026

Paradoks Beras Indonesia: Harga Eceran Melambung Lewati HET Saat Cadangan Nasional Capai Titik Tertinggi dalam Sejarah 

Menko Airlangga Optimistis Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh Solid di Atas 5,5 Persen

BRIN Ungkap Potensi Ikan Gabus sebagai Superfood Lokal dan Pangan Fungsional

“May Day Strong”: Kebangkitan Kelas Pekerja Amerika Melawan Kebijakan Donald Trump

Pemerintah Pangkas Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0 Persen untuk Jaga Daya Saing Industri

Paradoks Beras Indonesia: Cadangan Tembus Rekor 5 Juta Ton, Harga di 109 Daerah Justru Merangkak Naik

Panas Ekstrem: Pengganda Risiko Utama yang Mengancam Ketahanan Pangan Dunia

Paradoks Bio-Kedaulatan: Dilema Ketahanan Energi dan Ancaman Krisis Pangan Indonesia

Ancaman Ganda di Lumbung Pangan: Geopolitik Timur Tengah dan ‘El Niño Godzilla’ 2026

BGN Tegaskan Makan Bergizi Gratis Bukan Proyek Bisnis: Fokus Cerdaskan Anak, Bukan Pamer Pendapatan

Swasembada di Tengah Krisis: Strategi Indonesia Menghadapi ‘Dosa Ekologis’ dan Gejolak Pangan Global

Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza

Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF

497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional

Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal

Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata

Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza

Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir

Dari Iklim ke Gaza: Israel Culik Greta, Paksa Cium Bendera – Tuduhan Dehidrasi dan Pemukulan Mengguncang Dunia

Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel

Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas

Gencatan Senjata 2025 Runtuh: Israel Serang Qatar, Gaza City Terancam, Abraham Accords di Ujung Tanduk

Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina

Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!

Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’

Greta Thunberg Tantang Blokade Israel: Armada Bantuan Gaza Tiba di Tunisia di Tengah Ultimatum Trump dan Pembantaian Jurnalis

AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa

Perundingan Gencatan Senjata Israel-Hamas: Krisis Kemanusiaan Memburuk di Tengah Jalan Buntu Diplomasi

Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel

Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?

Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian

Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!

DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI

Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam

Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi

Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza

Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump

Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah

Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS

DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!

Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia

MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *