• Jum. Feb 27th, 2026

KowantaraNews

Kowantara News: Berita tajam, warteg jaya, UMKM tak terjajah!

Beban Ganda Petani Padang: Sawah Terkubur Galodo, Jaring Pengaman Asuransi Justru Hilang

ByAdmin

Feb 26, 2026
Potret banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara/Tangkapan Layar Video Instagram
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com – Harapan para petani di Kota Padang untuk memulihkan ekonomi pasca-tragedi banjir bandang atau galodo pada November 2025 kini membentur tembok kenyataan yang pahit. Di saat lahan produktif mereka berubah menjadi hamparan sedimen batu dan lumpur, jaring pengaman finansial berupa subsidi asuransi pertanian justru resmi dihentikan oleh pemerintah pusat memasuki tahun anggaran 2026. Fenomena “beban ganda” ini menempatkan ribuan keluarga petani dalam risiko kemiskinan struktural yang mendalam.

Bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh Siklon Tropis Senyar pada 28 November 2025 lalu telah melumpuhkan sektor agraria di Sumatera Barat secara masif. Di Kota Padang, kerusakan infrastruktur pengairan mencapai titik kritis. Dua jantung irigasi kota, Bendungan Koto Tuo dan Bendungan Gunung Nago, mengalami kerusakan berat pada struktur intake (pintu air). Akibatnya, aliran air terputus total bagi sekitar 2.912,16 hektare sawah atau lebih dari separuh total lahan baku sawah di kota tersebut.

Di Kecamatan Kuranji, pemandangan hijau padi berganti dengan warna abu-abu pekat dari material debris. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Padang, sebanyak 357 hektare sawah di wilayah ini telah dinyatakan gagal panen total atau puso. Para petani tidak hanya kehilangan pendapatan dari tanaman yang siap panen, tetapi juga kehilangan modal investasi berupa bibit dan pupuk yang telah dikeluarkan sejak musim tanam Oktober lalu.

Namun, duka petani belum berakhir di sana. Memasuki Februari 2026, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian resmi menghentikan subsidi premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Sebelumnya, petani hanya perlu membayar premi swadaya sebesar Rp36.000 per hektare karena 80 persen sisanya disubsidi negara. Kini, tanpa subsidi, petani diwajibkan membayar premi penuh sebesar Rp180.000 per hektare.

“Ini adalah hantaman telak. Di saat petani butuh perlindungan karena cuaca yang semakin tidak menentu, subsidi asuransi justru ditarik. Tanpa asuransi, risiko gagal panen akibat banjir atau hama sepenuhnya menjadi tanggungan kantong petani yang saat ini pun sudah kosong,” ungkap pengamat pertanian menanggapi kebijakan tersebut . Alasan pemerintah mengalihkan anggaran ke belanja prioritas seperti distribusi pupuk dianggap kurang menyentuh akar masalah bagi petani yang lahannya sedang hancur .

Layar Lebar “Jejak Warteg”: Mengurai Memori Kolektif dan Resiliensi Perantau di Rimba Beton Jakarta

Kondisi di lapangan menunjukkan urgensi penanganan infrastruktur. Di Koto Tangah, sekitar 900 hektare sawah dari total 1.200 hektare lahan di kecamatan tersebut mulai mengering secara ekstrem karena jebolnya intake Bendungan Koto Tuo. Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, memperingatkan bahwa dalam hitungan hari, wilayah utara kota ini bisa mengalami kekeringan total jika perbaikan darurat tidak segera rampung .

Upaya pemulihan kini difokuskan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan rehabilitasi khusus. Untuk kategori rusak ringan, pemerintah mengalokasikan bantuan sekitar Rp4,6 juta per hektare yang diberikan kepada kelompok tani secara swadaya untuk membersihkan sedimen lumpur . Sementara itu, untuk lahan dengan kerusakan berat atau yang hilang tergerus aliran sungai, Kementerian Pertanian menyiapkan skema “cetak ulang” dengan anggaran regional mencapai Rp336 miliar untuk wilayah Sumatera .

Namun, tantangan teknis tetap membayangi. Di Padang, keterbatasan lahan perkotaan membuat program cetak sawah baru sulit direalisasikan bagi mereka yang lahannya benar-benar hilang . Petani kini hanya bisa bergantung pada kecepatan birokrasi dan bantuan stimulan sosial senilai Rp5 juta per kepala keluarga dari Kementerian Sosial untuk sekadar bertahan hidup . Tanpa adanya asuransi yang terjangkau dan irigasi yang fungsional, masa depan ketahanan pangan di ibu kota Sumatera Barat ini berada dalam ketidakpastian besar. By Mukroni

  • Berita Terkait :

Layar Lebar “Jejak Warteg”: Mengurai Memori Kolektif dan Resiliensi Perantau di Rimba Beton Jakarta

Menelusuri Jejak Warteg: Dari Strategi Logistik Sultan Agung hingga Jaringan Pangan Urban Jakarta

Evolusi Kuliner Pantura: Akulturasi Budaya Tionghoa-Jawa dalam Logistik Perang Abad ke-17

Mitos atau Fakta? Menjawab Hubungan Bupati Kyai Rangga dan Sejarah Berdirinya Warung Tegal

Jejak Logistik Mataram 1628: Mengungkap Peran Kyai Rangga dalam Genealogi Warung Tegal

Bertahan Hidup di Tanah Asing: Kisah Pasukan Sultan Agung yang Terdampar dan Melahirkan Legenda Warteg

Menelusuri Sidakaton dan Sidapurna: Desa Para ‘Jenderal’ Warteg dan Jejak Pelarian Pasukan 1628

Warisan Kyai Rangga: Bagaimana Kegagalan Pengepungan Batavia Menciptakan Pahlawan Kuliner Rakyat

Operasi Senyap Sultan Agung: Menelusuri Jejak Logistik Perang di Balik Misi Damai Bupati Tegal

Stasiun Jakarta Kota dan Bogor: Saksi Bisu Era Kolonial Hindia Belanda  

Mobilisasi Penduduk Tegal ke Jakarta: Jejak Sejarah di Masa Sultan Agung Menyerang VOC 1628 M

Lokasi Taman Eden dalam Tradisi Yahudi: Antara Geografi, Alegori, dan Mistisisme

Hutan Orang Rimba Jadi Kebun Sawit: Berondolan Dicuri, Pemerintah Sibuk Selfie ?

Buruh Bersuara, Monas Jadi Panggung Prabowo, Warteg Tetep Jadi Pelarian!

Mengerikan! Sindikat Internasional Ekspor Kulit Mangrove Ilegal, Laut Maluku Menjerit!

BENCANA MEGA-DEFORESTASI: PUNCAK BOGOR JADI KUBURAN HUTAN, JAKARTA LUMPUH OLEH AIR MATA ALAM!

Dilema Besar! Pembangunan IKN atau Kesejahteraan Rakyat?

Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan

Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan

Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!

Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!

Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis

Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru

Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang

Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam

Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur

JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot

76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza

Afrika Selatan Menuduh Israel Lakukan Genosida di Gaza di Hadapan Mahkamah Internasional, ini Alasan Adila Hassim

Kontroversi Nat Schwartz: Penyelidikan The New York Times tentang Kekerasan Seksual oleh Hamas dan Implikasinya

Pengarahan Jaksa ICC Karim AA Khan KC kepada Dewan Keamanan PBB mengenai Situasi di Libya: Laporan dan Peta Jalan Menuju Keadilan Berdasarkan Resolusi 1970 (2011)

Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill

Prof. Jeffrey Sachs: Kebijakan Luar Negeri AS Bertentangan dengan Kepentingan Rakyat dan Didasarkan pada Kebohongan Berkelanjutan

Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global

Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden

Thomas Piketty: Barat Harus Memberikan Sanksi kepada Israel Jika Benar-Benar Mendukung Solusi Dua Negara

Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *