• Jum. Feb 27th, 2026

KowantaraNews

Kowantara News: Berita tajam, warteg jaya, UMKM tak terjajah!

PDI-P Bongkar Alokasi Rp 223,5 Triliun Dana Pendidikan untuk Program MBG dalam APBN 2026

ByAdmin

Feb 27, 2026
Ilustrasi menu makanan di program makan bergizi gratis (MBG). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di DPR RI secara resmi mengungkap tabir sumber pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun anggaran 2026. Berdasarkan dokumen resmi negara, PDI-P menemukan bahwa anggaran sebesar Rp 223,5 triliun untuk program unggulan tersebut ternyata diambil dari pos anggaran pendidikan nasional, bukan murni dari efisiensi birokrasi sebagaimana yang sering dinarasikan oleh jajaran pemerintah.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI-P, MY Esti Wijayati, dalam konferensi pers di Sekolah Partai PDI-P, menjelaskan bahwa langkah pembongkaran data ini dilakukan untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi yang diterima masyarakat dan para kader partai di daerah. Selama ini, muncul klaim dari sejumlah pejabat negara bahwa dana MBG lahir dari “pengetatan ikat pinggang” atau efisiensi pengeluaran alat tulis kantor (ATK) serta perjalanan dinas. Namun, PDI-P menegaskan bahwa realitas di dalam dokumen APBN berbicara sebaliknya.

Bedah Dokumen: Memangkas Hampir 30 Persen Dana Pendidikan

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026, total belanja negara ditetapkan sebesar Rp 3.842 triliun. Dengan ketentuan mandatory spending pendidikan sebesar 20 persen, maka dialokasikanlah dana sebesar Rp 769 triliun untuk sektor tersebut.

PDI-P menyoroti lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian APBN 2026 yang secara eksplisit mencantumkan alokasi sebesar Rp 223,5 triliun untuk Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari total anggaran pendidikan tersebut. Secara matematis, program MBG “mencaplok” sekitar 29,01 persen atau hampir sepertiga dari seluruh dana yang seharusnya diprioritaskan untuk peningkatan mutu akademik dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Anggota Komisi X DPR RI, Adian Napitupulu, memperkuat temuan ini dengan mengutip Penjelasan Pasal 22 UU Nomor 17 Tahun 2025. Di sana disebutkan bahwa pendanaan operasional penyelenggaraan pendidikan kini diperluas maknanya untuk mencakup program makan bergizi pada lembaga pendidikan umum maupun keagamaan. “Kami hanya ingin meluruskan agar rakyat tahu fakta sebenarnya sesuai teks regulasi. Ternyata MBG memang bagian dari anggaran pendidikan, bukan di luar itu,” tegas Adian.

Kekhawatiran Pengabaian Mutu Pendidikan

Kritik tajam PDI-P ini didasari oleh kekhawatiran terhadap nasib sektor pendidikan murni. My Esti Wijayati mengungkapkan bahwa gawai miliknya terus dibanjiri pesan dari guru honorer dan konstituen yang mempertanyakan kejelasan nasib mereka. Jika anggaran sebesar itu dialihkan untuk makan gratis, dikhawatirkan pemenuhan sarana prasarana sekolah yang rusak serta peningkatan gaji guru tidak akan mendapatkan ruang fiskal yang cukup.

Analisis dari masyarakat sipil mendukung kegelisahan ini. Reza Sudrajat, seorang guru honorer, telah mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (Perkara No. 40/PUU-XXIV/2026) dengan argumen bahwa jika biaya MBG dikeluarkan dari komponen pendidikan, maka anggaran pendidikan murni hanya tersisa sekitar 11,9 persen saja—jauh di bawah amanat konstitusi 20 persen.

Beban Ganda Petani Padang: Sawah Terkubur Galodo, Jaring Pengaman Asuransi Justru Hilang

Respons Pemerintah dan Partai Pendukung

Di sisi lain, pemerintah mencoba meredam gejolak ini. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa pagu anggaran di kementeriannya tetap aman dan bahkan akan ditambah melalui mekanisme Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk revitalisasi 71.000 sekolah. Senada dengan itu, Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, membela kebijakan tersebut dengan menyatakan bahwa program MBG sangat dibutuhkan oleh anak-anak sekolah dan merupakan investasi sumber daya manusia jangka panjang.

Namun, bagi PDI-P, kejujuran data adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap tata kelola negara yang transparan. Dengan membongkar alokasi ini, PDI-P berharap pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG menjadi lebih ketat agar tidak ada satu rupiah pun dana pendidikan yang disalahgunakan atau dikorupsi. By Mukroni

  • Berita Terkait :

Beban Ganda Petani Padang: Sawah Terkubur Galodo, Jaring Pengaman Asuransi Justru Hilang

Layar Lebar “Jejak Warteg”: Mengurai Memori Kolektif dan Resiliensi Perantau di Rimba Beton Jakarta

Menelusuri Jejak Warteg: Dari Strategi Logistik Sultan Agung hingga Jaringan Pangan Urban Jakarta

Evolusi Kuliner Pantura: Akulturasi Budaya Tionghoa-Jawa dalam Logistik Perang Abad ke-17

Mitos atau Fakta? Menjawab Hubungan Bupati Kyai Rangga dan Sejarah Berdirinya Warung Tegal

Jejak Logistik Mataram 1628: Mengungkap Peran Kyai Rangga dalam Genealogi Warung Tegal

Bertahan Hidup di Tanah Asing: Kisah Pasukan Sultan Agung yang Terdampar dan Melahirkan Legenda Warteg

Menelusuri Sidakaton dan Sidapurna: Desa Para ‘Jenderal’ Warteg dan Jejak Pelarian Pasukan 1628

Warisan Kyai Rangga: Bagaimana Kegagalan Pengepungan Batavia Menciptakan Pahlawan Kuliner Rakyat

Operasi Senyap Sultan Agung: Menelusuri Jejak Logistik Perang di Balik Misi Damai Bupati Tegal

Stasiun Jakarta Kota dan Bogor: Saksi Bisu Era Kolonial Hindia Belanda  

Mobilisasi Penduduk Tegal ke Jakarta: Jejak Sejarah di Masa Sultan Agung Menyerang VOC 1628 M

Lokasi Taman Eden dalam Tradisi Yahudi: Antara Geografi, Alegori, dan Mistisisme

Hutan Orang Rimba Jadi Kebun Sawit: Berondolan Dicuri, Pemerintah Sibuk Selfie ?

Buruh Bersuara, Monas Jadi Panggung Prabowo, Warteg Tetep Jadi Pelarian!

Mengerikan! Sindikat Internasional Ekspor Kulit Mangrove Ilegal, Laut Maluku Menjerit!

BENCANA MEGA-DEFORESTASI: PUNCAK BOGOR JADI KUBURAN HUTAN, JAKARTA LUMPUH OLEH AIR MATA ALAM!

Dilema Besar! Pembangunan IKN atau Kesejahteraan Rakyat?

Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan

Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan

Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!

Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!

Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis

Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru

Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang

Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam

Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur

JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot

76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza

Afrika Selatan Menuduh Israel Lakukan Genosida di Gaza di Hadapan Mahkamah Internasional, ini Alasan Adila Hassim

Kontroversi Nat Schwartz: Penyelidikan The New York Times tentang Kekerasan Seksual oleh Hamas dan Implikasinya

Pengarahan Jaksa ICC Karim AA Khan KC kepada Dewan Keamanan PBB mengenai Situasi di Libya: Laporan dan Peta Jalan Menuju Keadilan Berdasarkan Resolusi 1970 (2011)

Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill

Prof. Jeffrey Sachs: Kebijakan Luar Negeri AS Bertentangan dengan Kepentingan Rakyat dan Didasarkan pada Kebohongan Berkelanjutan

Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global

Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden

Thomas Piketty: Barat Harus Memberikan Sanksi kepada Israel Jika Benar-Benar Mendukung Solusi Dua Negara

Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *