Jakarta, Kowantaranews.com -Cerita tentang masuknya Islam ke Amerika Utara pada tahun 1528 melalui seorang budak asal Maroko adalah salah satu catatan awal kehadiran agama Islam di wilayah yang kemudian menjadi Amerika Serikat. Berikut ini adalah narasi mengenai perjalanan budak Maroko dan teman-temannya:
Pada tahun 1527, sebuah ekspedisi Spanyol yang dipimpin oleh Narváez tiba di Florida dengan tujuan untuk menjelajahi wilayah tersebut. Namun, ekspedisi ini mengalami kegagalan, dan pada tahun 1528, saat mereka hendak kembali ke Spanyol, terjadi badai yang mengakibatkan kapal-kapal mereka karam di dekat Galveston, Texas.
Dalam keadaan terdampar, seorang budak Maroko yang dikenal dengan nama Estevanico (juga dikenal sebagai Esteban atau Estevan) selamat dan terpisah dari kelompok Spanyol yang lain. Dia adalah seorang Muslim yang berasal dari Maroko, di mana Islam merupakan agama mayoritas.
Estevanico kemudian bergabung dengan empat orang temannya yang juga budak dan melarikan diri bersama ke pedalaman Amerika Utara. Mereka melakukan perjalanan yang panjang dan sulit, menghadapi berbagai tantangan dan bahaya di sepanjang jalan. Mereka berpindah-pindah dari satu suku pribumi ke suku pribumi lainnya, menjalani kehidupan sebagai budak atau pelayan.
Perjalanan mereka membawa mereka melintasi berbagai wilayah seperti Texas, New Mexico, Arizona, dan Meksiko. Mereka berinteraksi dengan suku-suku pribumi setempat dan berbagai kelompok penjelajah Eropa yang telah menetap di wilayah tersebut.
Akhirnya, setelah bertahun-tahun berkelana, Estevanico dan salah satu temannya mencapai Kota Meksiko pada tahun 1534. Di sana, Estevanico menjadi penerjemah dan penasihat bagi penjelajah Spanyol bernama Cabeza de Vaca, yang juga selamat dari ekspedisi yang sama di Florida.
Meskipun Estevanico dan teman-temannya bukanlah orang yang secara langsung menyebarkan agama Islam di wilayah tersebut, keberadaan mereka sebagai Muslim menandai jejak awal Islam di Amerika Utara. Mereka adalah salah satu contoh awal dari hubungan Islam dengan wilayah yang sekarang menjadi Amerika Serikat.
Narasi ini didasarkan pada catatan tulisan-tulisan seperti “The Muslims of Early America” oleh Peter Manseau. Perjalanan Estevanico dan teman-temannya mengilustrasikan salah satu cerita awal tentang kehadiran Islam di benua Amerika Utara sebelum pendirian koloni Eropa yang lebih mapan di wilayah tersebut.
Seiring berjalannya waktu, komunitas Muslim di Amerika Serikat telah terus berkembang dan tumbuh menjadi bagian penting dari keragaman agama dan budaya di negara ini. Berikut adalah beberapa perkembangan dan aspek terkait komunitas Muslim di Amerika Serikat:
- Pertumbuhan Populasi: Populasi Muslim di Amerika Serikat telah mengalami peningkatan yang signifikan seiring berjalannya waktu. Menurut perkiraan, ada sekitar 3,45 juta hingga 4,9 juta Muslim yang tinggal di Amerika Serikat pada tahun 2021. Komunitas Muslim terdiri dari berbagai kelompok etnis, budaya, dan latar belakang sosial yang berkontribusi pada keragaman budaya Amerika Serikat.
- Peningkatan Kesadaran: Komunitas Muslim telah memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran tentang Islam di Amerika Serikat. Organisasi dan individu Muslim telah aktif dalam memperkenalkan Islam melalui dialog antaragama, kegiatan pendidikan, seminar, dan acara sosial yang bertujuan untuk mempromosikan pemahaman dan toleransi antara agama-agama.
- Pendidikan dan Kepemimpinan: Banyak individu Muslim di Amerika Serikat telah mencapai kesuksesan dalam berbagai bidang pendidikan, profesional, dan kepemimpinan. Komunitas Muslim telah berkontribusi pada berbagai sektor, termasuk ilmu pengetahuan, seni, politik, bisnis, dan bidang lainnya, yang membantu menciptakan perwakilan yang lebih luas dalam masyarakat.
- Pembentukan Organisasi: Komunitas Muslim di Amerika Serikat telah membentuk berbagai organisasi dan lembaga yang memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan umat Muslim. Misalnya, Council on American-Islamic Relations (CAIR) berfokus pada advokasi dan perlindungan hak-hak sipil Muslim, dan Islamic Society of North America (ISNA) menjadi platform penting untuk kerjasama dan komunikasi antara komunitas Muslim di Amerika Serikat.
- Perwakilan Politik: Komunitas Muslim juga semakin terwakili di bidang politik. Sejumlah Muslim telah terpilih dalam jabatan politik tinggi, termasuk sebagai anggota Kongres Amerika Serikat dan dalam pemerintahan lokal. Hal ini mencerminkan peningkatan partisipasi politik dan representasi yang lebih baik bagi komunitas Muslim di Amerika Serikat.
- Tantangan dan Pemberdayaan: Meskipun komunitas Muslim telah mengalami kemajuan, masih ada tantangan dan stereotip yang dihadapi. Masyarakat Muslim terus berjuang untuk mengatasi prasangka dan diskriminasi, serta mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang Islam. Banyak organisasi dan individu Muslim juga bekerja untuk memperkuat pemberdayaan komunitas melalui pendidikan, layanan sosial, dan upaya pengembangan masyarakat.
Perkembangan komunitas Muslim di Amerika Serikat mencerminkan kontribusi dan keberagaman umat Muslim dalam kehidupan sosial, politik dan budaya Amerika Serikat. Mereka telah berperan dalam memperkaya keragaman agama dan budaya di negara ini serta berkontribusi pada pembangunan sosial, ekonomi, dan intelektual masyarakat Amerika Serikat.
Komunitas Muslim di Amerika Serikat juga terus aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti mendirikan masjid dan pusat Islam, menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan sosial, serta memberikan bantuan dan dukungan kepada sesama Muslim dan masyarakat luas. Mereka juga berpartisipasi dalam kegiatan sosial, seperti program kesejahteraan masyarakat, bantuan kemanusiaan, dan kampanye advokasi untuk keadilan sosial.
Selain itu, komunitas Muslim di Amerika Serikat terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan kelompok-kelompok agama lain dalam rangka membangun pemahaman dan dialog antaragama. Ini termasuk berpartisipasi dalam acara-acara lintas agama, dialog antarumat beragama, dan proyek-proyek kerjasama yang bertujuan mempromosikan toleransi, perdamaian, dan kerukunan antara komunitas agama.
Namun, penting untuk diingat bahwa komunitas Muslim di Amerika Serikat juga menghadapi beberapa tantangan. Diskriminasi, Islamofobia, dan prasangka masih menjadi masalah yang perlu dihadapi. Organisasi dan individu Muslim terus bekerja untuk memerangi stereotip negatif dan melawan kebencian dengan pendidikan, dialog, dan upaya pemberdayaan komunitas.
Dalam kesimpulan, komunitas Muslim di Amerika Serikat telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Mereka terus berperan sebagai bagian integral dari keragaman agama, budaya, dan sosial Amerika Serikat, serta berusaha untuk mempromosikan pemahaman saling menghormati dan kerukunan antara agama-agama.
3 Kota Mayoritas Muslim di Amerika Serikat, Nomor 2 Wali Kotanya Beragama Islam
ISLAM adalah agama terbesar kedua di dunia dengan 1,9 miliar penganut. Hal ini berdasarkan worldpopulationreview. Sementara di Amerika Serikat, populasi Muslim mencapai 3,45 juta, atau sekitar 1,1% dari total jumlah penduduk AS, berdasarkan sebuah studi tahun 2017.
Kebanyakan Muslim Amerika berasal dari berbagai ras tanpa ras mayoritas, yang kemudian terbagi 25% kulit hitam, 24% kulit putih, 18% Asia, 18% Arab, 7% ras campuran, dan 5% Hispanik. Bahkan laporan Aljazeera menyebut bahwa Islam akan menjadi agama terbesar kedua di Amerika pada tahun 2040. Lalu kota mana saja yang menjadi wilayah dengan penduduk Muslim terbanyak? Berikut adalah daftarnya.
- Dearborn, Michigan
Dearborn berada di Wayne County, negara bagian Michigan, berjarak 15 menit dari Kota Detroit, Amerika Serikat. Mengutip laman VOA Indonesia, papan nama pada toko-toko di Kota Dearborn menggunakan dua bahasa, Inggris dan Arab. Dearborn menjadi salah satu kota dengan populasi Muslim terbesar di Amerika. Dengan populasinya mencapai 100 ribu orang pada sensus 2020, kebanyakan Muslim Dearborn berasal dari kalangan imigran Syria, Palestina, Lebanon, Yaman, dan Irak.
Menurut Dr. Sally Howell, Direktur Pusat Studi Arab, Amerika, dan Islam University of Michigan-Dearborn, perkembangan Muslim di kota ini dimulai pada tahun 1980-an. Pada saat itu, berdiri sebuah restoran Arab pertama di Warren Avenue yang hanya menuliskan tanda dalam bahasa Inggris.
Kemudian, terdapat restoran Lebanon yang menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Sejak itu, toko-toko, papan jalan, maupun reklame di Dearborn mulai menggunakan dua bahasa tersebut. Bahkan penduduknya pun juga bilingual, memakai bahasa Arab dan Inggris.
Dearborn menjadi kota yang memiliki banyak makanan dan restoran halal, yang sulit ditemukan di bagian lain di Amerika Serikat. Ditambah lagi, terdapat masjid bernama American Moslem Society yang dibangun pada 1930.
Masjid ini merupakan masjid tertua di Amerika Utara. Pada tahun 1970, azan tidak diperbolehkan terdengar sampai keluar masjid. Lalu setelah perkara ini dibawa ke pengadilan dan memberi kemenangan kepada pihak masjid, ketika waktu shalat tiba, azan pun kembali berkumandang dan terdengar hingga seluruh penjuru kota.
- Hamtramck, Michigan
Sama seperti Dearborn, Hamtramck juga termasuk ke dalam wilayah Wayne County, di negara bagian Michigan. Selama 30 tahun, Hamtramck sudah menjadi destinasi untuk para imigran Timur Tengah. Dulunya, 90% penduduk Hamtrack adalah keturunan Polandia.
Setelah imigran Muslim dari Yaman, Bangladesh, dan Bosnia datang, perlahan-lahan penduduk lokal mulai tergeser dan membuat jumlah orang Islam di Hamtramck semakin berkembang. Hingga pada tahun 2014, Hamtramck didapuk sebagai kota pertama di Amerika Serikat yang mayoritas penduduknya Muslim. Di kota ini, banyak perempuan yang mengenakan burka dan restoran yang menjual makanan halal.
Mengutip dari BBC, jabatan Dewan Kota dan Wali Kota Hamtramck diduduki oleh Muslim. Meskipun para penduduk Muslim dan lokal dengan budaya dan agama yang berbeda bisa hidup berdampingan, namun perkembangan Muslim di Hamtramck tidak luput dari diskriminasi. Bahkan hingga sekarang, azan dilarang dikumandangkan keras-keras sampai keluar masjid, kecuali pada hari-hari raya besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi masyarakat Hamtramck telah sepenuhnya menerima keberadaan Muslim sebagai bagian dari kota tersebut.
- Philadelphia, Pennsylvania
Kota pelabuhan Philadelphia terletak di tenggara Pennsylvania dan menjadi kota terbesar di negara bagian tersebut. Mengutip The Washington Post, kota berpopulasi 1,5 juta orang pada tahun 2019 ini menjadi salah satu kota berpenduduk Muslim terbanyak di Amerika. Terdapat toko-toko Muslim, museum sejarah Islam, dan organisasi komunitas Muslim.
Bahkan kursi parlemennya sudah diduduki oleh orang Muslim, termasuk anggota dewan kota, senator, hingga kepala polisi setempat. Di Philadelphina, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha adalah hari libur yang tidak bisa diganggu gugat. Bahkan Balai Kota turut menggelar buka puasa bersama untuk merayakan bulan suci Ramadhan.
Philadelphia dulunya adalah benteng bagi Nation of Islam. Setelah pemimpin kelompok tersebut, Elijah Muhammad, meninggal pada tahun 1975, posisinya diisi oleh putranya, Warith Deen (WD) Mohammed yang mendukung para Muslim kulit hitam di Amerika. Dari 37 masjid di Philadelphia, tiga di antaranya memiliki keterikatan dengan ajaran WD Mohammed.
Salah satu dari tiga masjid tersebut adalah Masjidullah. Masjidullah mengupayakan berbagai program kemanusiaan antarumat Muslim, misalnya mengadakan pertemuan antaragama, hingga menjalankan acara budaya seperti pertunjukan jazz, drama, dan makan malam bersama.
Dok. Okezone
- Berita Terkait :
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnai Wyoming Negara Bagian Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnai Wisconsin Negara Bagian Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnai Negara Bagian West Virginia Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnai Washington Negara Bagian Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnai Virginia Negara Bagian Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Menghiasi Vermont Negara Bagian Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnai Utah Negara Bagian Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Menghiasi Texas Negara Bagian Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnai Negara Bagian Tennessee, Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Menghiasi Rhode Island Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnai Negara Bagian Pennsylvania Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnai Oregon Negara Bagian Amerika Serikat
Nama-Nama Peradaban Islam Mewarnai Oklahoma Negara Bagian Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnai Ohio Negara Bagian Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnai New York Negara Bagian Amerika Serikat
Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnai Missouri Negara Bagian Amerika Serikat
Idaho Negara Bagian Amerika Serikat, Nama Alhambra dan Nama-Nama Kota Peradaban Islam Mewarnainya
Georgia Negara Bagian Amerika Serikat, Nama Cairo dan Kota-Kota Peradaban Islam Lainnya Menghiasinya
Hawaii Negara Bagian Amerika Serikat di Tengah Laut dan Nama-Nama Kota Peradaban Islam Menghiasinya
Ternyata Hampir 2/3 Nama-Nama Bintang yang Dikenal di Langit Malam Berasal dari Bahasa Arab
Di Ujung Alaska Negara Bagian Amerika Serikat, Nama-nama Arab Timur Tengah Membumi
Inilah !, Hujjah Ulama yang Berpendapat Surga Adam Alaihi Salam Ada di Bumi
Inilah Nama-Nama Cendekiawan Muslim yang Menterjemahkan Karya Legenda Para Filosof Yunani
Ternyata Bahasa Arab dan Ibrani Sama-Sama Ditulis Mulai dari Sebelah Kanan
Muhammad Asad Cendekiawan Muslim Pembela Arab Palestina, Berdarah Yahudi Kelahiran Ukraina
Ternyata Seorang Yahudi Bahira yang Pertama Kali Melihat Tanda-Tanda Kenabian Muhammad SAW
Inilah Peringatan Vatikan !, : “Israel Tidak Boleh Klaim Wilayah Berdasarkan Alkitab”
Ternyata Bukan Palestina yang Ditawarkan Proposal Pembentukan Negara Zionis, Tetapi Uganda di Afrika
Kekerasan & Mempertanyakan Keaslian Kitab Suci Kaum Yahudi
Ternyata Nama Kabupaten Sleman Asal Muasal dari Nama Kabupaten Sulaiman
Ternyata Peninggalan Benda Pusaka Majapahit Tersimpan di Musium Amerika Serikat
Sejarah dan Karakteristik Java Orange yang Tumbuh Subur di Negeri Palestina
Siapa Dr. Fadel Al-Rubaie ?, Pengarang Buku “Al-Quds Bukan Yerusalem”
Siapa Ibnu Khaldun ?, Tulisannya di Kitab Tarikh : “Bani Jawa” Pernah Menghuni Negeri Palestina
Ternyata ! Bahasa Jawa & Indonesia Masuk 15 Bahasa Yang Banyak Ditutur
Wow Keren Ada Beasiswa Dari Universitas Bergengsi Inggris Oxford Untuk Pelajar Indonesia
Bahas hubungan FIR dan Keamanan Maritim, Kabakamla RI Beri Kuliah Umum di UNPAD
Layangkan SP2, Kemenag Minta Penggarap Lahan Kampus UIII Keluar
Kemendikbudristek Gelar Festival Literasi Siswa Indonesia 2022
Pentingnya Manajemen Media Sosial Pada Keluar