• Sen. Jan 5th, 2026

KowantaraNews

Kowantara News: Berita tajam, warteg jaya, UMKM tak terjajah!

AS Gempur Caracas: Maduro Ditangkap dan Diterbangkan ke New York dalam Operasi Militer Mendadak

ByAdmin

Jan 4, 2026
Donald Trump menyatakan fentanyl sebagai ‘senjata pemusnah massal’ di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan VenezuelaFoto: Bonnie Cash/CNP/AdMedia/picture alliance
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com — Tatanan geopolitik Amerika Latin terguncang hebat pada akhir pekan ini. Dalam sebuah operasi militer kilat yang disebut Presiden Donald Trump sebagai ”serangan spektakuler”, pasukan khusus Amerika Serikat menyerbu ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Operasi tersebut berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro beserta Ibu Negara Cilia Flores, yang langsung diterbangkan keluar dari negara tersebut menuju New York untuk menghadapi dakwaan narko-terorisme.

Langit Caracas yang gelap mendadak berubah menjadi medan pertempuran sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Ledakan keras dan deru pesawat tempur yang terbang rendah membangunkan warga di seluruh penjuru kota. Sasaran utama serangan adalah Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar di Venezuela yang juga menjadi tempat tinggal de facto Presiden Maduro, serta Pangkalan Udara La Carlota di jantung ibu kota.

Menurut sumber Pentagon, operasi bersandi ”Absolute Resolve” ini melibatkan serangan siber masif yang melumpuhkan jaringan listrik dan radar pertahanan udara Venezuela, diikuti oleh infiltrasi tim elit Delta Force. Tanpa perlawanan berarti yang mampu menahan laju pasukan AS, Maduro dilaporkan ditangkap di kediamannya. Presiden Trump, melalui platform media sosial Truth Social, kemudian mengunggah foto Maduro yang mengenakan borgol dan penutup telinga, dengan keterangan bahwa pemimpin Venezuela itu telah diamankan di atas kapal serbu amfibi USS Iwo Jima sebelum diterbangkan ke wilayah hukum AS.

AS Ambil Alih Kendali Sementara

Dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, beberapa jam setelah serangan, Trump menyampaikan pernyataan yang memicu kontroversi global. Ia menegaskan bahwa Washington tidak akan sekadar memfasilitasi pergantian kekuasaan, melainkan akan memegang kendali penuh atas pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu.

”Kami akan menjalankan negara itu sampai tiba waktunya kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujar Trump. Ia didampingi oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang disebut-sebut akan menjadi arsitek utama pemerintahan transisi ini. Trump juga secara terbuka menyatakan niatnya untuk melibatkan perusahaan minyak raksasa AS guna memulihkan industri energi Venezuela yang hancur. ”Kami akan mengambil kembali minyak yang, sejujurnya, seharusnya sudah kami ambil sejak lama,” tambahnya.

Jaksa Agung AS Pam Bondi mengonfirmasi bahwa Maduro dan Flores didakwa atas tuduhan konspirasi narko-terorisme dan perdagangan narkoba. Keduanya dijadwalkan segera menjalani proses peradilan di pengadilan federal New York, sebuah langkah yang menandai preseden hukum ekstrateritorial yang agresif dari Washington.

Venezuela dalam Ketidakpastian

Di Caracas, situasi masih sangat cair dan mencekam. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez muncul di televisi nasional menuntut ”bukti hidup” (proof of life) dari Presiden Maduro dan Ibu Negara. Ia mengecam tindakan AS sebagai ”agresi militer pengecut” yang melanggar kedaulatan nasional. Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez memerintahkan mobilisasi pasukan di seluruh negeri untuk melawan apa yang disebutnya sebagai invasi imperialis, namun laporan intelijen menunjukkan adanya kebingungan dan kekacauan dalam rantai komando militer Venezuela pasca-serangan.

Dampak serangan tidak hanya bersifat politik, tetapi juga memperparah penderitaan ekonomi rakyat. Laporan akhir tahun menunjukkan bahwa sebelum serangan terjadi, mata uang Bolivar telah mengalami depresiasi hingga 479 persen sepanjang tahun 2025 akibat blokade ekonomi. Kini, dengan infrastruktur vital yang rusak dan kekosongan kekuasaan, Venezuela berada di ambang krisis kemanusiaan yang lebih dalam.

Reaksi Dunia Terbelah

Tindakan unilateral AS ini memicu polarisasi tajam di komunitas internasional. Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang negaranya berbatasan langsung dengan Venezuela, segera menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Petro khawatir ketidakstabilan ini akan memicu gelombang pengungsi baru dan konflik di perbatasan. Ia juga memerintahkan pengerahan pasukan Kolombia ke perbatasan sebagai langkah antisipasi.

Sumpah di Stasiun Bawah Tanah: Awal Unik Pemerintahan Zohran Mamdani di New York

Sebaliknya, sekutu ideologis AS di kawasan, seperti Argentina di bawah Presiden Javier Milei, menyambut baik jatuhnya Maduro sebagai ”kemenangan bagi kebebasan”. Sementara itu, sekutu tradisional Venezuela seperti Rusia, Iran, dan Kuba mengutuk keras serangan tersebut. Moskow menyebut operasi ini sebagai pelanggaran hukum internasional yang ”mengerikan” dan memperingatkan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

Saat matahari terbit di Caracas pada hari Minggu ini, warga Venezuela terbangun di negara yang pemimpinnya telah dibawa pergi oleh kekuatan asing, dengan masa depan yang kini sepenuhnya berada di tangan Washington. Apakah ini akan menjadi awal dari pemulihan demokrasi atau justru memicu pemberontakan panjang, masih menjadi tanda tanya besar yang menghantui Amerika Latin. By Mukroni

  • Berita Terkait

Sumpah di Stasiun Bawah Tanah: Awal Unik Pemerintahan Zohran Mamdani di New York

Zohran Mamdani Terpilih Jadi Wali Kota New York: Janji Bus Gratis Terancam Birokrasi MTA!

Zohran Mamdani Bekukan Sewa 1 Juta Unit & Taklukkan Dinasti Cuomo: Kota New York Direbut Kembali dari Pasar

Stasiun Maryam Moghaddas di Tehran: Simbol Toleransi atau Propaganda?

Terobosan Bersejarah: Indonesia Dapat Izin Bangun Kampung Haji Sendiri di Mekkah!

Ledakan Bom Mobil di Quetta: Tragedi di Balochistan Mengguncang Pakistan

Tragedi Saniya Ansari: Bunuh Diri Remaja Muslim di Gujarat Akibat Pelecehan dan Penyalahgunaan Disturbed Areas Act

Lee Jae-myung: Dari Buruh Anak ke Presiden, Anak Warteg pun Bisa Jadi Bintang Korea!

Saham Anjlok, Obligasi Meledak, Dolar Lesu: Utang AS Bikin Panik, Warteg Santai Tak Berdampak!

Deregulasi Bikin Impor Melaju, Industri Lokal Teriak: ‘Warteg Aja Lebih Terlindungi!’

Preman Ngepet di Warteg, Pengangguran Ngetem: Jabodetabek Jadi Ring Tinju Ormas!

The Fed Bikin BI Pusing, Rupiah Ngegas, Warteg Tetap Ramai!

Ojol Belum BPJS, Aplikator Bilang ‘Gaspol!’, Warteg Jadi Penutup Perut!

PHK Bikin Kantoran Jadi Penutup Warteg: Prabowo Geleng-Geleng, Orek Tempe Tetap Sold Out!

Jobless Jadi Trend, Dompet Ikut Send: BPS vs IMF Panas, Warteg Tetap Menang!

Ekonomi Loyo, Pengangguran Melejit: Warteg Tetap Ramai, Tapi Dompet Makin Sepi!

Ekonomi Indonesia 2025: Konsumsi Loyo, Rupiah Goyang, Warteg Tetap Jaya!

PMI Anjlok, IKI Goyang, Warteg Tetap Jaya: Industri Indonesia Lawan Badai Tarif Trump!

PHK Mengintai, Tarif Trump Menghantui, Warteg: Tenang, Ada Telor Dadar!

Warteg Halal Harap-Harap Cemas: UMKM Indonesia Lawan Tarif Trump dan Gempuran Impor China!

Prabowo Jalan-jalan ke China, ASEAN Cuma Dapat Senyum dari

GPN & QRIS: Warteg Go Digital, Transaksi Nusantara Gaspol, AS Cuma Bisa Cemas!

Indonesia vs AS: Tarif Impor Bikin Heboh, Warteg Jagokan Dompet Digital!

Utang Rp 250 Triliun Numpuk, Pemerintah Frontloading Biar Warteg Tetep Jualan Tempe!

Indonesia ke AS: ‘Tarif Dikurangin Dong, Kami Beli Energi, Kedelai, Sekalian Stok Warteg!’

TikTok Tawar Tarif: AS-China Ribut, Indonesia Santai di Warteg!

Kelapa Meroket, Warteg Meratap: Drama Harga di Pasar Negeri Sawit!

Trump Tarik Tarif, Rupiah Rontok, Warteg pun Waswas: Drama Ekonomi 2025!

Danantara dan Dolar: Prabowo Bikin Warteg Nusantara atau Kebingungan?

Warteg Lawan Tarif Trump: Nasi Oreg Tempe Bikin Dunia Ketagihan!

Perang Melawan Resesi: UMKM Indonesia Bersenjatakan E-Commerce & KUR, Pemerintah Salurkan Rp171 Triliun untuk Taklukkan Pasar ASEAN!

Gempuran Koperasi Desa Merah Putih: 70.000 Pusat Ekonomi Baru Siap Mengubah Indonesia!

1 Juta Mimpi Terhambat: UMKM Berjuang Melawan Kredit Macet

Warteg Jadi Garda Terdepan Revolusi Gizi Nasional!

Skema Makan Bergizi Gratis: Asa Besar yang Membebani UMKM

Revolusi Gizi: Makan Gratis untuk Selamatkan Jutaan Jiwa dari Kelaparan

Gebrakan Sejarah: Revolusi Makan Bergizi Gratis, Ekonomi Lokal Bangkit!

PPN 12 Persen: Harapan atau Ancaman Bagi Ekonomi Rakyat?

Setengah Kekayaan Negeri dalam Genggaman Segelintir Orang: Potret Suram Kesenjangan Ekonomi Indonesia

Menuju Indonesia Tanpa Impor: Mimpi Besar atau Bom Waktu?

Gebrakan PPN 12 Persen: Strategi Berani yang Tak Menjamin Kas Negara Melejit!

Rupiah di Ujung Tanduk: Bank Indonesia Siapkan “Senjata Pamungkas” untuk Lawan Gejolak Dolar AS!

PPN Naik, Dompet Rakyat Tercekik: Ancaman Ekonomi 2025 di Depan Mata!

12% PPN: Bom Waktu untuk Ekonomi Rakyat Kecil

Prabowo Hadapi Warisan Beban Utang Raksasa: Misi Penyelamatan Anggaran di Tengah Tekanan Infrastruktur Jokowi

Rapat Elite Kabinet! Bahlil Pimpin Pertemuan Akbar Subsidi Energi demi Masa Depan Indonesia

Ekonomi Indonesia Terancam ‘Macet’, Target Pertumbuhan 8% Jadi Mimpi?

Janji Pemutihan Utang Petani: Kesejahteraan atau Jurang Ketergantungan Baru?

Indonesia Timur Terabaikan: Kekayaan Alam Melimpah, Warganya Tetap Miskin!

Menuju Swasembada Pangan: Misi Mustahil atau Harapan yang Tertunda?

QRIS dan Uang Tunai: Dua Sisi dari Evolusi Pembayaran di Indonesia

Ledakan Ekonomi Pedas: Sambal Indonesia Mengguncang Dunia!

Keanekaragaman Hayati di Ujung Tanduk: Lenyapnya Satwa dan Habitat Indonesia!

Indonesia Menuju 2045: Berhasil Naik Kelas, Tapi Kemiskinan Semakin Mengancam?

Food Estate: Ilusi Ketahanan Pangan yang Berujung Malapetaka ?

Menjelang Akhir Jabatan, Jokowi Tinggalkan PR Besar: Pembebasan Lahan IKN Tersendat!

Pangan Indonesia di Ujung Tanduk: Fase Krusial Beras dan Gula Menuju Krisis!

Tambang Pasir Laut: Ancaman Mematikan bagi Ekosistem dan Kehidupan Pesisir Indonesia!

Duel Menteri Jokowi: Ekspor Pasir Laut atau Hancurkan Lautan Indonesia?

Lonjakan Konsumsi di Tengah Tekanan Ekonomi: Masyarakat Indonesia Bertahan dengan Tabungan!

Hilirisasi Tambang: Mesin Pertumbuhan Ekonomi yang Tak Kunjung Menyala

Impor Lagi? Karena Produksi Pangan Lokal Terlalu Mewah untuk Rakyat!

Stop! Impor Makanan Mengancam! Ketahanan Pangan Indonesia di Ujung Tanduk!

Selamat Datang di Kawasan Lindung: Hutan Hilang Dijamin!

Kongsi Gula Raksasa: Kuasai Tanah, Singkirkan Hutan di Merauke!

Ekspor Pasir Laut Dibuka: Keuntungan Instan, Kerusakan Lingkungan Mengancam Masa Depan!

APBN 2025: Anggaran Jumbo, Stimulus Mini untuk Ekonomi

“Investasi di IKN Melonjak, Tapi Pesawatnya Masih Cari Parkir”

Mandeknya Pengembalian Aset BLBI: Ujian Nyali dan Komitmen Pemerintah

Jeratan Hukum Fify Mulyani dalam Kasus Poligami dan Tindak Pidana Pencucian Uang

Skandal Kuota Haji Khusus: Dugaan Penyelewengan di Balik Penyelenggaraan Haji 2024

IKN di Persimpangan: Anggaran Menyusut, Investasi Swasta Diharapkan

Warteg Menolak IKN, Apa Warteg Menolak IKAN ?

Keren !, Sejumlah Alumni UB Mendirikan Koperasi dan Warteg Sahabat di Kota Malang

Ternyata Warteg Sahabat KOWATAMI Memakai Sistem Kasir Online

Ternyata Warteg Sahabat Berada di Bawah Naungan Koperasi Warung Sahabat Madani

Wow Keren !, Makan Gratis di Warteg Sahabat Untuk Penghafal Surat Kahfi di Hari Minggu

Warteg Sahabat Satu-Satunya Warteg Milenial di Kota Malang dengan Wifi

Warteg Sahabat Menawarkan Warteg Gaya Milenial untuk Kota Malang dan Sekitarnya

Republik Bahari Mengepakan Sayap Warteg ala Café di Cilandak Jakarta Selatan

Promo Gila Gilaan Di Grand Opening Rodjo Duren Cirendeu.

Pelanggan Warteg di Bekasi dan Bogor Kecewa, Menu Jengkol Hilang

KOWARTAMI Membuka Lagi Gerai Warteg Republik Bahari ke-5 di MABES Jakarta Barat

Ternyata Nasi Padang Ada yang Harganya Lebih Murah dari Warteg, Apa benar ?

Menikmati Menu Smoothies Buah Naga Di Laloma Cafe Majalengka 

Ternyata Tidak Jauh Dari Jakarta, Harga Nasi Padang Per Porsinya Rp 120 Ribu

Ketika Pedagang Warteg Menanyakan Syarat Mendapatkan Satu Juta Kuota Sertifikasi Halal Gratis

Warteg Republik Bahari Di Bawah Kowartami Mulai Berkibar Di Penghujung Pandemi

Curhat Pemilik Warung Seafood Bekasi Ketika Omsetnya Belum Beranjak Naik

Trending Di Twitter, Ternyata Mixue Belum Mendapat Sertifikat Halal Dari BPJPH Kementerian Agama

Megenal Lebih Dekat Apapun Makanannya Teh Botol Sosro Minumannya, Cikal Bakalnya Dari Tegal

Kowartami  Resmikan  Warteg  Republik  Bahari Cabang Ke-4 Di Salemba Jakarta Pusat

Natal Di Jepang, Kentucky Fried Chicken (KFC) Salah Satu Makanan Favorit

Pedagang Warteg Semakin Sulit Harga Beras Naik

Yabie Cafe Tempat Bersantai Kekinian di Kranji Bekasi

Nongkrong Sambil Mencicip Surabi dengan Beragam Topping di Bandung

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *