• Sab. Jan 3rd, 2026

KowantaraNews

Kowantara News: Berita tajam, warteg jaya, UMKM tak terjajah!

Sumpah di Stasiun Bawah Tanah: Awal Unik Pemerintahan Zohran Mamdani di New York

ByAdmin

Jan 3, 2026
Zohran Mamdani diambil sumpah sebagai Gubernur New York muslim pertama di stasiun bawah tanah Old City Hall pada 1 Januari 2025. (dok. AP Photo/Yuki Iwamura)
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com – Di kedalaman perut bumi Manhattan, jauh dari hiruk-pikuk permukaan kota yang sedang bersiap menyambut pergantian tahun, sebuah sejarah baru terukir dalam keheningan yang khidmat. Tepat ketika jarum jam bergeser melewati tengah malam menuju 1 Januari 2026, Zohran Kwame Mamdani, seorang sosialis demokrat berusia 34 tahun, meletakkan tangannya di atas Al-Quran tua dan mengucapkan sumpah jabatannya sebagai Wali Kota New York ke-112.

Lokasi pengambilan sumpah ini bukanlah Balai Kota yang megah atau Times Square yang gemerlap, melainkan stasiun kereta bawah tanah Old City Hall yang telah dinonaktifkan sejak tahun 1945. Stasiun ini, dengan lengkungan ubin Guastavino yang elegan, lampu gantung kuningan, dan skylight kaca patri yang berdebu, pernah menjadi permata mahkota sistem transit kota pada awal abad ke-20. Bagi Mamdani, pemilihan lokasi ini adalah sebuah pernyataan politik yang disengaja: sebuah sinyal untuk “menghidupkan kembali ambisi publik” dan menghormati infrastruktur yang melayani kelas pekerja kota setiap harinya.

Dalam upacara privat yang dipimpin oleh Jaksa Agung New York Letitia James tersebut, Mamdani didampingi oleh istri tercintanya, Rama Duwaji, dan keluarga intinya. Suasana di bawah tanah terasa sakral, seolah hantu masa lalu New York turut menjadi saksi bagi pemimpin pertamanya yang beragama Islam, keturunan Asia Selatan, dan kelahiran Afrika.

Salah satu elemen paling simbolis dari malam itu adalah kitab suci yang digunakan. Mamdani bersumpah di atas dua Al-Quran: satu milik kakeknya, dan satu lagi adalah naskah langka dari abad ke-18 atau 19 yang dipinjam dari Pusat Penelitian Budaya Hitam Schomburg. Al-Quran Schomburg ini, dengan jilidan kulit merah tua dan desain sederhana tanpa iluminasi emas yang mencolok, diyakini berasal dari Suriah Utsmaniyah dan digunakan oleh pembaca biasa pada masanya. Pemilihan kitab ini menghubungkan iman Mamdani dengan sejarah intelektual Kulit Hitam di Amerika dan warisan imigran yang mendalam, menegaskan bahwa Islam adalah bagian integral dari narasi sejarah benua tersebut.

Kontras dengan keintiman upacara bawah tanah, suasana berubah menjadi pesta rakyat yang meriah pada siang harinya. Ribuan pendukung memadati Broadway di kawasan yang dikenal sebagai “Canyon of Heroes” untuk menyaksikan pelantikan publik. Meskipun suhu udara membekukan di bawah titik beku, semangat massa tetap menyala. Mereka yang hadir menggambarkan suasana tersebut bukan sebagai inagurasi kaku, melainkan sebuah “pesta blok” raksasa. Musisi indie Lucy Dacus tampil membawakan lagu “Bread and Roses” (Roti dan Mawar), sebuah lagu buruh klasik yang menjadi lagu tema tidak resmi bagi visi ekonomi Mamdani yang berfokus pada pemerataan kesejahteraan.

Di panggung utama Balai Kota, Mamdani diperkenalkan oleh Senator Bernie Sanders, ikon progresif yang membacakan sumpah untuk kedua kalinya di hadapan publik. Dalam pidato perdananya yang berapi-api, Mamdani menolak narasi penghematan dan “harapan kecil” yang sering disodorkan kepada warga New York. “Mulai hari ini, kita akan memerintah secara ekspansif dan audasius (berani),” serunya di hadapan kerumunan yang bersorak. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan ragu menggunakan kekuasaan Balai Kota untuk meningkatkan taraf hidup warganya, mulai dari rencana pembekuan sewa hingga layanan bus gratis.

Sorotan juga tertuju pada Ibu Negara baru New York, Rama Duwaji. Seniman dan ilustrator berusia 28 tahun ini tampil memukau dengan gaya yang mendobrak tradisi kaku istri pejabat. Mengenakan mantel cokelat dengan detail rumbai bertingkat dan sepatu bot bertali, Duwaji merepresentasikan sensibilitas “Gen Z” yang segar dan artistik. Kehadirannya di sisi Mamdani, memegang Al-Quran dengan tatapan bangga, menjadi simbol kuat dari generasi baru yang kini memegang kendali kota.

Zohran Mamdani Terpilih Jadi Wali Kota New York: Janji Bus Gratis Terancam Birokrasi MTA!

Momen mengharukan lainnya terekam ketika ibunda Mamdani, sutradara film ternama Mira Nair, terlihat sibuk merekam pidato putranya menggunakan ponselnya, sebuah gestur “ibu Asia” yang sangat manusiawi di tengah kemegahan acara kenegaraan. Bagi Mamdani, yang lahir di Kampala dan tumbuh di New York pasca-9/11 di mana identitas Muslim sering dicurigai, pelantikan ini adalah kulminasi dari perjalanan panjang menemukan penerimaan dan kekuatan politik.

Hari pertama Mamdani ditutup dengan langkah simbolis lainnya: menandatangani serangkaian perintah eksekutif dan mengunjungi gedung apartemen di Brooklyn untuk menegaskan komitmennya pada hak-hak penyewa. Dari stasiun bawah tanah yang sunyi hingga gemuruh sorak-sorai di Broadway, 1 Januari 2026 menandai bukan hanya pergantian tahun, tetapi dimulainya eksperimen politik paling berani di kota terpadat Amerika Serikat ini. Warga New York kini menanti, apakah “puisi” kampanye Mamdani dapat diterjemahkan menjadi “prosa” pemerintahan yang efektif di tahun-tahun mendatang. By Mukroni

  • Berita Terkait

Zohran Mamdani Terpilih Jadi Wali Kota New York: Janji Bus Gratis Terancam Birokrasi MTA!

Zohran Mamdani Bekukan Sewa 1 Juta Unit & Taklukkan Dinasti Cuomo: Kota New York Direbut Kembali dari Pasar

Stasiun Maryam Moghaddas di Tehran: Simbol Toleransi atau Propaganda?

Terobosan Bersejarah: Indonesia Dapat Izin Bangun Kampung Haji Sendiri di Mekkah!

Ledakan Bom Mobil di Quetta: Tragedi di Balochistan Mengguncang Pakistan

Tragedi Saniya Ansari: Bunuh Diri Remaja Muslim di Gujarat Akibat Pelecehan dan Penyalahgunaan Disturbed Areas Act

Lee Jae-myung: Dari Buruh Anak ke Presiden, Anak Warteg pun Bisa Jadi Bintang Korea!

Saham Anjlok, Obligasi Meledak, Dolar Lesu: Utang AS Bikin Panik, Warteg Santai Tak Berdampak!

Deregulasi Bikin Impor Melaju, Industri Lokal Teriak: ‘Warteg Aja Lebih Terlindungi!’

Preman Ngepet di Warteg, Pengangguran Ngetem: Jabodetabek Jadi Ring Tinju Ormas!

The Fed Bikin BI Pusing, Rupiah Ngegas, Warteg Tetap Ramai!

Ojol Belum BPJS, Aplikator Bilang ‘Gaspol!’, Warteg Jadi Penutup Perut!

PHK Bikin Kantoran Jadi Penutup Warteg: Prabowo Geleng-Geleng, Orek Tempe Tetap Sold Out!

Jobless Jadi Trend, Dompet Ikut Send: BPS vs IMF Panas, Warteg Tetap Menang!

Ekonomi Loyo, Pengangguran Melejit: Warteg Tetap Ramai, Tapi Dompet Makin Sepi!

Ekonomi Indonesia 2025: Konsumsi Loyo, Rupiah Goyang, Warteg Tetap Jaya!

PMI Anjlok, IKI Goyang, Warteg Tetap Jaya: Industri Indonesia Lawan Badai Tarif Trump!

PHK Mengintai, Tarif Trump Menghantui, Warteg: Tenang, Ada Telor Dadar!

Warteg Halal Harap-Harap Cemas: UMKM Indonesia Lawan Tarif Trump dan Gempuran Impor China!

Prabowo Jalan-jalan ke China, ASEAN Cuma Dapat Senyum dari

GPN & QRIS: Warteg Go Digital, Transaksi Nusantara Gaspol, AS Cuma Bisa Cemas!

Indonesia vs AS: Tarif Impor Bikin Heboh, Warteg Jagokan Dompet Digital!

Utang Rp 250 Triliun Numpuk, Pemerintah Frontloading Biar Warteg Tetep Jualan Tempe!

Indonesia ke AS: ‘Tarif Dikurangin Dong, Kami Beli Energi, Kedelai, Sekalian Stok Warteg!’

TikTok Tawar Tarif: AS-China Ribut, Indonesia Santai di Warteg!

Kelapa Meroket, Warteg Meratap: Drama Harga di Pasar Negeri Sawit!

Trump Tarik Tarif, Rupiah Rontok, Warteg pun Waswas: Drama Ekonomi 2025!

Danantara dan Dolar: Prabowo Bikin Warteg Nusantara atau Kebingungan?

Warteg Lawan Tarif Trump: Nasi Oreg Tempe Bikin Dunia Ketagihan!

Perang Melawan Resesi: UMKM Indonesia Bersenjatakan E-Commerce & KUR, Pemerintah Salurkan Rp171 Triliun untuk Taklukkan Pasar ASEAN!

Gempuran Koperasi Desa Merah Putih: 70.000 Pusat Ekonomi Baru Siap Mengubah Indonesia!

1 Juta Mimpi Terhambat: UMKM Berjuang Melawan Kredit Macet

Warteg Jadi Garda Terdepan Revolusi Gizi Nasional!

Skema Makan Bergizi Gratis: Asa Besar yang Membebani UMKM

Revolusi Gizi: Makan Gratis untuk Selamatkan Jutaan Jiwa dari Kelaparan

Gebrakan Sejarah: Revolusi Makan Bergizi Gratis, Ekonomi Lokal Bangkit!

PPN 12 Persen: Harapan atau Ancaman Bagi Ekonomi Rakyat?

Setengah Kekayaan Negeri dalam Genggaman Segelintir Orang: Potret Suram Kesenjangan Ekonomi Indonesia

Menuju Indonesia Tanpa Impor: Mimpi Besar atau Bom Waktu?

Gebrakan PPN 12 Persen: Strategi Berani yang Tak Menjamin Kas Negara Melejit!

Rupiah di Ujung Tanduk: Bank Indonesia Siapkan “Senjata Pamungkas” untuk Lawan Gejolak Dolar AS!

PPN Naik, Dompet Rakyat Tercekik: Ancaman Ekonomi 2025 di Depan Mata!

12% PPN: Bom Waktu untuk Ekonomi Rakyat Kecil

Prabowo Hadapi Warisan Beban Utang Raksasa: Misi Penyelamatan Anggaran di Tengah Tekanan Infrastruktur Jokowi

Rapat Elite Kabinet! Bahlil Pimpin Pertemuan Akbar Subsidi Energi demi Masa Depan Indonesia

Ekonomi Indonesia Terancam ‘Macet’, Target Pertumbuhan 8% Jadi Mimpi?

Janji Pemutihan Utang Petani: Kesejahteraan atau Jurang Ketergantungan Baru?

Indonesia Timur Terabaikan: Kekayaan Alam Melimpah, Warganya Tetap Miskin!

Menuju Swasembada Pangan: Misi Mustahil atau Harapan yang Tertunda?

QRIS dan Uang Tunai: Dua Sisi dari Evolusi Pembayaran di Indonesia

Ledakan Ekonomi Pedas: Sambal Indonesia Mengguncang Dunia!

Keanekaragaman Hayati di Ujung Tanduk: Lenyapnya Satwa dan Habitat Indonesia!

Indonesia Menuju 2045: Berhasil Naik Kelas, Tapi Kemiskinan Semakin Mengancam?

Food Estate: Ilusi Ketahanan Pangan yang Berujung Malapetaka ?

Menjelang Akhir Jabatan, Jokowi Tinggalkan PR Besar: Pembebasan Lahan IKN Tersendat!

Pangan Indonesia di Ujung Tanduk: Fase Krusial Beras dan Gula Menuju Krisis!

Tambang Pasir Laut: Ancaman Mematikan bagi Ekosistem dan Kehidupan Pesisir Indonesia!

Duel Menteri Jokowi: Ekspor Pasir Laut atau Hancurkan Lautan Indonesia?

Lonjakan Konsumsi di Tengah Tekanan Ekonomi: Masyarakat Indonesia Bertahan dengan Tabungan!

Hilirisasi Tambang: Mesin Pertumbuhan Ekonomi yang Tak Kunjung Menyala

Impor Lagi? Karena Produksi Pangan Lokal Terlalu Mewah untuk Rakyat!

Stop! Impor Makanan Mengancam! Ketahanan Pangan Indonesia di Ujung Tanduk!

Selamat Datang di Kawasan Lindung: Hutan Hilang Dijamin!

Kongsi Gula Raksasa: Kuasai Tanah, Singkirkan Hutan di Merauke!

Ekspor Pasir Laut Dibuka: Keuntungan Instan, Kerusakan Lingkungan Mengancam Masa Depan!

APBN 2025: Anggaran Jumbo, Stimulus Mini untuk Ekonomi

“Investasi di IKN Melonjak, Tapi Pesawatnya Masih Cari Parkir”

Mandeknya Pengembalian Aset BLBI: Ujian Nyali dan Komitmen Pemerintah

Jeratan Hukum Fify Mulyani dalam Kasus Poligami dan Tindak Pidana Pencucian Uang

Skandal Kuota Haji Khusus: Dugaan Penyelewengan di Balik Penyelenggaraan Haji 2024

IKN di Persimpangan: Anggaran Menyusut, Investasi Swasta Diharapkan

Warteg Menolak IKN, Apa Warteg Menolak IKAN ?

Keren !, Sejumlah Alumni UB Mendirikan Koperasi dan Warteg Sahabat di Kota Malang

Ternyata Warteg Sahabat KOWATAMI Memakai Sistem Kasir Online

Ternyata Warteg Sahabat Berada di Bawah Naungan Koperasi Warung Sahabat Madani

Wow Keren !, Makan Gratis di Warteg Sahabat Untuk Penghafal Surat Kahfi di Hari Minggu

Warteg Sahabat Satu-Satunya Warteg Milenial di Kota Malang dengan Wifi

Warteg Sahabat Menawarkan Warteg Gaya Milenial untuk Kota Malang dan Sekitarnya

Republik Bahari Mengepakan Sayap Warteg ala Café di Cilandak Jakarta Selatan

Promo Gila Gilaan Di Grand Opening Rodjo Duren Cirendeu.

Pelanggan Warteg di Bekasi dan Bogor Kecewa, Menu Jengkol Hilang

KOWARTAMI Membuka Lagi Gerai Warteg Republik Bahari ke-5 di MABES Jakarta Barat

Ternyata Nasi Padang Ada yang Harganya Lebih Murah dari Warteg, Apa benar ?

Menikmati Menu Smoothies Buah Naga Di Laloma Cafe Majalengka 

Ternyata Tidak Jauh Dari Jakarta, Harga Nasi Padang Per Porsinya Rp 120 Ribu

Ketika Pedagang Warteg Menanyakan Syarat Mendapatkan Satu Juta Kuota Sertifikasi Halal Gratis

Warteg Republik Bahari Di Bawah Kowartami Mulai Berkibar Di Penghujung Pandemi

Curhat Pemilik Warung Seafood Bekasi Ketika Omsetnya Belum Beranjak Naik

Trending Di Twitter, Ternyata Mixue Belum Mendapat Sertifikat Halal Dari BPJPH Kementerian Agama

Megenal Lebih Dekat Apapun Makanannya Teh Botol Sosro Minumannya, Cikal Bakalnya Dari Tegal

Kowartami  Resmikan  Warteg  Republik  Bahari Cabang Ke-4 Di Salemba Jakarta Pusat

Natal Di Jepang, Kentucky Fried Chicken (KFC) Salah Satu Makanan Favorit

Pedagang Warteg Semakin Sulit Harga Beras Naik

Yabie Cafe Tempat Bersantai Kekinian di Kranji Bekasi

Nongkrong Sambil Mencicip Surabi dengan Beragam Topping di Bandung

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *