• Jum. Feb 20th, 2026

KowantaraNews

Kowantara News: Berita tajam, warteg jaya, UMKM tak terjajah!

Iran Tutup Sebagian Selat Hormuz di Tengah Perundingan Nuklir Geneva

ByAdmin

Feb 18, 2026
Peta Selat Hormuz. PT Pertamina (Persero) mengalihkan jalur pelayaran pengiriman minyak mentah dari Timur Tengah ke Indonesia menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan, khususnya rencana penutupan Selat Hormuz oleh Iran.(Wikimedia Commons)
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com – Ketegangan di kawasan Teluk mencapai puncaknya pada Selasa (17/2/2026) ketika Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan sebagian Selat Hormuz. Langkah mengejutkan ini dilakukan justru pada saat delegasi tingkat tinggi dari Teheran dan Washington tengah duduk bersama di Geneva, Swiss, untuk mencoba meredakan krisis nuklir yang telah berlangsung bertahun-tahun. Penutupan tersebut, meskipun dinyatakan hanya berlangsung selama beberapa jam, mengirimkan sinyal kuat tentang kesiapan militer Iran di tengah tekanan diplomatik yang semakin intens.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa pembatasan akses di jalur perairan paling strategis di dunia tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengamanan keselamatan navigasi selama latihan militer bertajuk “Kendali Cerdas” (Smart Control). Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Muda Alireza Tangsiri, menegaskan bahwa pasukannya mempertahankan dominasi intelijen penuh selama 24 jam di seluruh wilayah selat, mencakup permukaan, udara, hingga bawah laut. Latihan ini melibatkan penembakan rudal darat-ke-laut serta penggunaan teknologi pengacakan sinyal (jamming) elektronika dan operasi pesawat nirawak (drone) untuk menangkal potensi serangan lawan.

https://www.youtube.com/watch?v=K5hf7dsZQoU

Manuver militer ini terjadi di bawah bayang-bayang mobilisasi besar-besaran armada Amerika Serikat di kawasan tersebut. Sejak Januari 2026, militer AS telah melakukan setidaknya 163 penerbangan pesawat angkut strategis C-17 Globemaster III dan C-5M Super Galaxy dari pangkalan di AS dan Jepang menuju Timur Tengah melalui Eropa untuk memperkuat logistik tempur. Selain itu, Presiden Donald Trump telah memerintahkan kapal induk terbaru, USS Gerald R. Ford, untuk bergerak dari Karibia guna bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang sudah lebih dulu bersiaga di perairan sekitar Iran. Kehadiran dua gugus tempur kapal induk ini dimaksudkan sebagai instrumen “diplomasi koersif” untuk menekan Teheran agar menyetujui kesepakatan nuklir yang baru.

Di meja perundingan Geneva, delegasi Amerika Serikat yang dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner, bertemu secara tidak langsung dengan delegasi Iran yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Meskipun suasana di lapangan memanas, Araghchi memberikan pernyataan yang sedikit optimis dengan menyebutkan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepahaman mengenai “prinsip-prinsip panduan” untuk negosiasi di masa depan. Ia menyatakan bahwa posisi AS mulai bergeser ke arah yang lebih realistis, meskipun ia menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah menyerah di bawah ancaman militer.

Situasi keamanan di perairan tersebut memang sedang berada di titik nadir. Pada awal Februari, jet tempur F-35C milik AS menembak jatuh drone Shahed-139 milik Iran di Laut Arab yang dianggap melakukan pendekatan agresif terhadap USS Abraham Lincoln. Pada hari yang sama, unit laut IRGC dilaporkan mencoba melakukan penahanan terhadap kapal tanker berbendera AS, Stena Imperative, sebelum akhirnya diredakan oleh intervensi kapal perusak USS McFaul.

Erosi Kepercayaan: Hanya 6% Warga Amerika yang Puas dengan Keterbukaan Pemerintah dalam Kasus Epstein

Penutupan sebagian Selat Hormuz ini langsung berdampak pada pasar energi global. Mengingat selat ini dilalui oleh sekitar 13 juta hingga 20 juta barel minyak mentah setiap harinya—mencakup 20 hingga 30 persen konsumsi dunia—investor mengkhawatirkan terjadinya gangguan pasokan jangka panjang. Meskipun harga minyak sempat melonjak, pasar kembali stabil setelah laporan kemajuan dari Geneva mulai beredar.

Di tingkat regional, negara-negara tetangga Iran menunjukkan sikap yang sangat hati-hati. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorial mereka digunakan untuk meluncurkan serangan militer terhadap Iran. Putra Mahkota Mohammed bin Salman melalui panggilan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan pentingnya kedaulatan dan resolusi konflik melalui dialog untuk menghindari perang regional yang lebih luas. Kini, masa depan stabilitas kawasan bergantung pada apakah kemajuan kecil di Geneva dapat menahan eskalasi militer yang terus meningkat di perairan Selat Hormuz. By Mukroni

  • Berita Terkait

Erosi Kepercayaan: Hanya 6% Warga Amerika yang Puas dengan Keterbukaan Pemerintah dalam Kasus Epstein

Epstein Files 2026: Rilis 3,5 Juta Halaman Ungkap Jaringan Elit Global dan Arsitektur Impunitas

Gema ‘Ice Kills’ Guncang New York: Ribuan Demonstran Kepung One World Trade Center Tuntut Keadilan bagi Renée Good

Anwar Ibrahim: Penangkapan Maduro oleh AS Melanggar Hukum Internasional

‘Tidak Ada Perang untuk Minyak’: Ribuan Warga AS Kecam Operasi Militer Penangkapan Maduro

“Itu Tindakan Perang!”: Walikota NYC Mamdani Telepon Trump, Kutuk Penangkapan Maduro

AS Gempur Caracas: Maduro Ditangkap dan Diterbangkan ke New York dalam Operasi Militer Mendadak

Sumpah di Stasiun Bawah Tanah: Awal Unik Pemerintahan Zohran Mamdani di New York

Zohran Mamdani Terpilih Jadi Wali Kota New York: Janji Bus Gratis Terancam Birokrasi MTA!

Zohran Mamdani Bekukan Sewa 1 Juta Unit & Taklukkan Dinasti Cuomo: Kota New York Direbut Kembali dari Pasar

Stasiun Maryam Moghaddas di Tehran: Simbol Toleransi atau Propaganda?

Terobosan Bersejarah: Indonesia Dapat Izin Bangun Kampung Haji Sendiri di Mekkah!

Ledakan Bom Mobil di Quetta: Tragedi di Balochistan Mengguncang Pakistan

Tragedi Saniya Ansari: Bunuh Diri Remaja Muslim di Gujarat Akibat Pelecehan dan Penyalahgunaan Disturbed Areas Act

Lee Jae-myung: Dari Buruh Anak ke Presiden, Anak Warteg pun Bisa Jadi Bintang Korea!

Saham Anjlok, Obligasi Meledak, Dolar Lesu: Utang AS Bikin Panik, Warteg Santai Tak Berdampak!

Deregulasi Bikin Impor Melaju, Industri Lokal Teriak: ‘Warteg Aja Lebih Terlindungi!’

Preman Ngepet di Warteg, Pengangguran Ngetem: Jabodetabek Jadi Ring Tinju Ormas!

The Fed Bikin BI Pusing, Rupiah Ngegas, Warteg Tetap Ramai!

Ojol Belum BPJS, Aplikator Bilang ‘Gaspol!’, Warteg Jadi Penutup Perut!

PHK Bikin Kantoran Jadi Penutup Warteg: Prabowo Geleng-Geleng, Orek Tempe Tetap Sold Out!

Jobless Jadi Trend, Dompet Ikut Send: BPS vs IMF Panas, Warteg Tetap Menang!

Ekonomi Loyo, Pengangguran Melejit: Warteg Tetap Ramai, Tapi Dompet Makin Sepi!

Ekonomi Indonesia 2025: Konsumsi Loyo, Rupiah Goyang, Warteg Tetap Jaya!

PMI Anjlok, IKI Goyang, Warteg Tetap Jaya: Industri Indonesia Lawan Badai Tarif Trump!

PHK Mengintai, Tarif Trump Menghantui, Warteg: Tenang, Ada Telor Dadar!

Warteg Halal Harap-Harap Cemas: UMKM Indonesia Lawan Tarif Trump dan Gempuran Impor China!

Prabowo Jalan-jalan ke China, ASEAN Cuma Dapat Senyum dari

GPN & QRIS: Warteg Go Digital, Transaksi Nusantara Gaspol, AS Cuma Bisa Cemas!

Indonesia vs AS: Tarif Impor Bikin Heboh, Warteg Jagokan Dompet Digital!

Utang Rp 250 Triliun Numpuk, Pemerintah Frontloading Biar Warteg Tetep Jualan Tempe!

Indonesia ke AS: ‘Tarif Dikurangin Dong, Kami Beli Energi, Kedelai, Sekalian Stok Warteg!’

TikTok Tawar Tarif: AS-China Ribut, Indonesia Santai di Warteg!

Kelapa Meroket, Warteg Meratap: Drama Harga di Pasar Negeri Sawit!

Trump Tarik Tarif, Rupiah Rontok, Warteg pun Waswas: Drama Ekonomi 2025!

Danantara dan Dolar: Prabowo Bikin Warteg Nusantara atau Kebingungan?

Warteg Lawan Tarif Trump: Nasi Oreg Tempe Bikin Dunia Ketagihan!

Perang Melawan Resesi: UMKM Indonesia Bersenjatakan E-Commerce & KUR, Pemerintah Salurkan Rp171 Triliun untuk Taklukkan Pasar ASEAN!

Gempuran Koperasi Desa Merah Putih: 70.000 Pusat Ekonomi Baru Siap Mengubah Indonesia!

1 Juta Mimpi Terhambat: UMKM Berjuang Melawan Kredit Macet

Warteg Jadi Garda Terdepan Revolusi Gizi Nasional!

Skema Makan Bergizi Gratis: Asa Besar yang Membebani UMKM

Revolusi Gizi: Makan Gratis untuk Selamatkan Jutaan Jiwa dari Kelaparan

Gebrakan Sejarah: Revolusi Makan Bergizi Gratis, Ekonomi Lokal Bangkit!

PPN 12 Persen: Harapan atau Ancaman Bagi Ekonomi Rakyat?

Setengah Kekayaan Negeri dalam Genggaman Segelintir Orang: Potret Suram Kesenjangan Ekonomi Indonesia

Menuju Indonesia Tanpa Impor: Mimpi Besar atau Bom Waktu?

Gebrakan PPN 12 Persen: Strategi Berani yang Tak Menjamin Kas Negara Melejit!

Rupiah di Ujung Tanduk: Bank Indonesia Siapkan “Senjata Pamungkas” untuk Lawan Gejolak Dolar AS!

PPN Naik, Dompet Rakyat Tercekik: Ancaman Ekonomi 2025 di Depan Mata!

12% PPN: Bom Waktu untuk Ekonomi Rakyat Kecil

Prabowo Hadapi Warisan Beban Utang Raksasa: Misi Penyelamatan Anggaran di Tengah Tekanan Infrastruktur Jokowi

Rapat Elite Kabinet! Bahlil Pimpin Pertemuan Akbar Subsidi Energi demi Masa Depan Indonesia

Ekonomi Indonesia Terancam ‘Macet’, Target Pertumbuhan 8% Jadi Mimpi?

Janji Pemutihan Utang Petani: Kesejahteraan atau Jurang Ketergantungan Baru?

Indonesia Timur Terabaikan: Kekayaan Alam Melimpah, Warganya Tetap Miskin!

Menuju Swasembada Pangan: Misi Mustahil atau Harapan yang Tertunda?

QRIS dan Uang Tunai: Dua Sisi dari Evolusi Pembayaran di Indonesia

Ledakan Ekonomi Pedas: Sambal Indonesia Mengguncang Dunia!

Keanekaragaman Hayati di Ujung Tanduk: Lenyapnya Satwa dan Habitat Indonesia!

Indonesia Menuju 2045: Berhasil Naik Kelas, Tapi Kemiskinan Semakin Mengancam?

Food Estate: Ilusi Ketahanan Pangan yang Berujung Malapetaka ?

Menjelang Akhir Jabatan, Jokowi Tinggalkan PR Besar: Pembebasan Lahan IKN Tersendat!

Pangan Indonesia di Ujung Tanduk: Fase Krusial Beras dan Gula Menuju Krisis!

Tambang Pasir Laut: Ancaman Mematikan bagi Ekosistem dan Kehidupan Pesisir Indonesia!

Duel Menteri Jokowi: Ekspor Pasir Laut atau Hancurkan Lautan Indonesia?

Lonjakan Konsumsi di Tengah Tekanan Ekonomi: Masyarakat Indonesia Bertahan dengan Tabungan!

Hilirisasi Tambang: Mesin Pertumbuhan Ekonomi yang Tak Kunjung Menyala

Impor Lagi? Karena Produksi Pangan Lokal Terlalu Mewah untuk Rakyat!

Stop! Impor Makanan Mengancam! Ketahanan Pangan Indonesia di Ujung Tanduk!

Selamat Datang di Kawasan Lindung: Hutan Hilang Dijamin!

Kongsi Gula Raksasa: Kuasai Tanah, Singkirkan Hutan di Merauke!

Ekspor Pasir Laut Dibuka: Keuntungan Instan, Kerusakan Lingkungan Mengancam Masa Depan!

APBN 2025: Anggaran Jumbo, Stimulus Mini untuk Ekonomi

“Investasi di IKN Melonjak, Tapi Pesawatnya Masih Cari Parkir”

Mandeknya Pengembalian Aset BLBI: Ujian Nyali dan Komitmen Pemerintah

Jeratan Hukum Fify Mulyani dalam Kasus Poligami dan Tindak Pidana Pencucian Uang

Skandal Kuota Haji Khusus: Dugaan Penyelewengan di Balik Penyelenggaraan Haji 2024

IKN di Persimpangan: Anggaran Menyusut, Investasi Swasta Diharapkan

Warteg Menolak IKN, Apa Warteg Menolak IKAN ?

Keren !, Sejumlah Alumni UB Mendirikan Koperasi dan Warteg Sahabat di Kota Malang

Ternyata Warteg Sahabat KOWATAMI Memakai Sistem Kasir Online

Ternyata Warteg Sahabat Berada di Bawah Naungan Koperasi Warung Sahabat Madani

Wow Keren !, Makan Gratis di Warteg Sahabat Untuk Penghafal Surat Kahfi di Hari Minggu

Warteg Sahabat Satu-Satunya Warteg Milenial di Kota Malang dengan Wifi

Warteg Sahabat Menawarkan Warteg Gaya Milenial untuk Kota Malang dan Sekitarnya

Republik Bahari Mengepakan Sayap Warteg ala Café di Cilandak Jakarta Selatan

Promo Gila Gilaan Di Grand Opening Rodjo Duren Cirendeu.

Pelanggan Warteg di Bekasi dan Bogor Kecewa, Menu Jengkol Hilang

KOWARTAMI Membuka Lagi Gerai Warteg Republik Bahari ke-5 di MABES Jakarta Barat

Ternyata Nasi Padang Ada yang Harganya Lebih Murah dari Warteg, Apa benar ?

Menikmati Menu Smoothies Buah Naga Di Laloma Cafe Majalengka 

Ternyata Tidak Jauh Dari Jakarta, Harga Nasi Padang Per Porsinya Rp 120 Ribu

Ketika Pedagang Warteg Menanyakan Syarat Mendapatkan Satu Juta Kuota Sertifikasi Halal Gratis

Warteg Republik Bahari Di Bawah Kowartami Mulai Berkibar Di Penghujung Pandemi

Curhat Pemilik Warung Seafood Bekasi Ketika Omsetnya Belum Beranjak Naik

Trending Di Twitter, Ternyata Mixue Belum Mendapat Sertifikat Halal Dari BPJPH Kementerian Agama

Megenal Lebih Dekat Apapun Makanannya Teh Botol Sosro Minumannya, Cikal Bakalnya Dari Tegal

Kowartami  Resmikan  Warteg  Republik  Bahari Cabang Ke-4 Di Salemba Jakarta Pusat

Natal Di Jepang, Kentucky Fried Chicken (KFC) Salah Satu Makanan Favorit

Pedagang Warteg Semakin Sulit Harga Beras Naik

Yabie Cafe Tempat Bersantai Kekinian di Kranji Bekasi

Nongkrong Sambil Mencicip Surabi dengan Beragam Topping di Bandung

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *