• Jum. Feb 20th, 2026

KowantaraNews

Kowantara News: Berita tajam, warteg jaya, UMKM tak terjajah!

Skandal Epstein Files: Andrew Mountbatten-Windsor Ditangkap Atas Dugaan Penyalahgunaan Wewenang di Jabatan Publik

ByAdmin

Feb 19, 2026
Selama masa jabatannya, Andrew yang dahulu dikenal dengan gelar Pangeran, telah melintasi berbagai belahan dunia dalam kapasitasnya sebagai utusan khusus perdagangan Britania Raya
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com – Hari Kamis, 19 Februari 2026, yang seharusnya menjadi peringatan ulang tahun ke-66 bagi Andrew Mountbatten-Windsor, justru berubah menjadi titik nadir dalam sejarah modern monarki Britania Raya. Mantan pangeran tersebut ditangkap oleh kepolisian di kediaman sementaranya, Wood Farm, yang terletak di dalam area perkebunan Sandringham milik Raja di Norfolk. Penangkapan ini dilakukan atas dugaan pelanggaran hukum serius berupa misconduct in public office atau penyalahgunaan wewenang di jabatan publik, sebuah delik yang berkaitan dengan perannya di masa lalu sebagai utusan perdagangan internasional Inggris.

Sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat, enam kendaraan polisi tak bercorak dengan sekitar delapan petugas berpakaian sipil tiba di lokasi . Operasi yang dipimpin oleh Thames Valley Police ini berlangsung secara terkoordinasi, dibantu oleh Norfolk Constabulary, dan mencakup penggeledahan serentak di beberapa alamat di wilayah Berkshire dan Norfolk. Assistant Chief Constable Oliver Wright mengonfirmasi bahwa penahanan ini dilakukan setelah melalui fase asesmen yang menyeluruh terhadap informasi baru yang muncul dari Amerika Serikat.

Pemicu utama dari tindakan drastis kepolisian ini adalah rilis jutaan halaman dokumen investigasi yang dikenal sebagai “Epstein Files” oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada akhir Januari lalu. Dokumen-dokumen tersebut mengungkapkan bukti digital yang memberatkan, termasuk korespondensi email dari periode 2010 hingga 2011 . Andrew Mountbatten-Windsor diduga kuat telah membagikan laporan perdagangan rahasia dan materi pemerintah yang sensitif kepada terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Salah satu bukti paling krusial adalah email bertanggal November 2010 yang menunjukkan Andrew meneruskan laporan resmi mengenai kunjungan perdagangannya ke Asia Tenggara, termasuk Vietnam, Singapura, dan Hong Kong, kepada Epstein hanya dalam hitungan menit setelah ia menerima dokumen tersebut dari penasihat khususnya. Lebih jauh lagi, terdapat komunikasi pada malam Natal 2010 di mana ia diduga mengirimkan ringkasan rahasia mengenai peluang investasi dalam proyek rekonstruksi di Provinsi Helmand, Afghanistan—wilayah yang saat itu merupakan zona operasi militer aktif bagi pasukan Britania Raya . Dalam email tersebut, Andrew secara eksplisit meminta pandangan Epstein mengenai siapa saja yang bisa diperlihatkan dokumen itu guna “menarik minat”.

Tuduhan misconduct in public office merupakan pelanggaran hukum umum (common law) yang sangat serius di Inggris dan Wales, yang hanya dapat diadili di pengadilan tingkat tinggi (Crown Court) dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup . Pelanggaran ini terjadi ketika seorang pejabat publik secara sengaja menyalahgunakan kepercayaan atau kekuasaan publik yang diembannya hingga pada tingkat yang merusak standar integritas jabatan tersebut .

Reaksi politik muncul dengan cepat. Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan kembali prinsip kesetaraan di depan hukum, menyatakan bahwa “tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum,” dan menekankan bahwa polisi harus diberikan ruang untuk melakukan penyelidikan secara mandiri. Kelompok anti-monarki, Republic, yang dipimpin oleh Graham Smith, mengklaim bahwa penangkapan ini adalah hasil langsung dari laporan kejahatan yang mereka ajukan setelah menelaah dokumen DOJ tersebut.

Sementara itu, Istana Buckingham mengambil sikap yang tegas dan menjaga jarak. Dalam pernyataan resminya, pihak Istana menyampaikan bahwa Raja Charles III merasakan “keprihatinan yang mendalam” atas tuduhan yang terus muncul terkait perilaku saudaranya. Raja telah memberikan sinyal bahwa pihak kerajaan siap memberikan dukungan penuh kepada kepolisian jika diperlukan . Langkah ini memperkuat status Andrew sebagai subjek hukum biasa, terutama setelah gelar-gelar resminya dicopot pada musim gugur 2025 sebagai bagian dari upaya Raja untuk melindungi institusi monarki dari skandal yang berkepanjangan.

Bagi para korban Jeffrey Epstein, peristiwa ini dipandang sebagai sebuah kemenangan bagi akuntabilitas. Keluarga Virginia Giuffre mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa penangkapan ini membuktikan bahwa status kerajaan tidak memberikan imunitas dari tanggung jawab hukum. Andrew Mountbatten-Windsor sendiri secara konsisten membantah melakukan kesalahan di masa lalu, namun hingga berita ini diturunkan, perwakilannya belum memberikan tanggapan resmi mengenai penangkapan tersebut. Saat ini, tersangka masih berada dalam tahanan kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sementara penggeledahan terus berlangsung . By Mukroni

  • Berita Terkait

Erosi Kepercayaan: Hanya 6% Warga Amerika yang Puas dengan Keterbukaan Pemerintah dalam Kasus Epstein

Epstein Files 2026: Rilis 3,5 Juta Halaman Ungkap Jaringan Elit Global dan Arsitektur Impunitas

Gema ‘Ice Kills’ Guncang New York: Ribuan Demonstran Kepung One World Trade Center Tuntut Keadilan bagi Renée Good

Anwar Ibrahim: Penangkapan Maduro oleh AS Melanggar Hukum Internasional

‘Tidak Ada Perang untuk Minyak’: Ribuan Warga AS Kecam Operasi Militer Penangkapan Maduro

“Itu Tindakan Perang!”: Walikota NYC Mamdani Telepon Trump, Kutuk Penangkapan Maduro

AS Gempur Caracas: Maduro Ditangkap dan Diterbangkan ke New York dalam Operasi Militer Mendadak

Sumpah di Stasiun Bawah Tanah: Awal Unik Pemerintahan Zohran Mamdani di New York

Zohran Mamdani Terpilih Jadi Wali Kota New York: Janji Bus Gratis Terancam Birokrasi MTA!

Zohran Mamdani Bekukan Sewa 1 Juta Unit & Taklukkan Dinasti Cuomo: Kota New York Direbut Kembali dari Pasar

Stasiun Maryam Moghaddas di Tehran: Simbol Toleransi atau Propaganda?

Terobosan Bersejarah: Indonesia Dapat Izin Bangun Kampung Haji Sendiri di Mekkah!

Ledakan Bom Mobil di Quetta: Tragedi di Balochistan Mengguncang Pakistan

Tragedi Saniya Ansari: Bunuh Diri Remaja Muslim di Gujarat Akibat Pelecehan dan Penyalahgunaan Disturbed Areas Act

Lee Jae-myung: Dari Buruh Anak ke Presiden, Anak Warteg pun Bisa Jadi Bintang Korea!

Saham Anjlok, Obligasi Meledak, Dolar Lesu: Utang AS Bikin Panik, Warteg Santai Tak Berdampak!

Deregulasi Bikin Impor Melaju, Industri Lokal Teriak: ‘Warteg Aja Lebih Terlindungi!’

Preman Ngepet di Warteg, Pengangguran Ngetem: Jabodetabek Jadi Ring Tinju Ormas!

The Fed Bikin BI Pusing, Rupiah Ngegas, Warteg Tetap Ramai!

Ojol Belum BPJS, Aplikator Bilang ‘Gaspol!’, Warteg Jadi Penutup Perut!

PHK Bikin Kantoran Jadi Penutup Warteg: Prabowo Geleng-Geleng, Orek Tempe Tetap Sold Out!

Jobless Jadi Trend, Dompet Ikut Send: BPS vs IMF Panas, Warteg Tetap Menang!

Ekonomi Loyo, Pengangguran Melejit: Warteg Tetap Ramai, Tapi Dompet Makin Sepi!

Ekonomi Indonesia 2025: Konsumsi Loyo, Rupiah Goyang, Warteg Tetap Jaya!

PMI Anjlok, IKI Goyang, Warteg Tetap Jaya: Industri Indonesia Lawan Badai Tarif Trump!

PHK Mengintai, Tarif Trump Menghantui, Warteg: Tenang, Ada Telor Dadar!

Warteg Halal Harap-Harap Cemas: UMKM Indonesia Lawan Tarif Trump dan Gempuran Impor China!

Prabowo Jalan-jalan ke China, ASEAN Cuma Dapat Senyum dari

GPN & QRIS: Warteg Go Digital, Transaksi Nusantara Gaspol, AS Cuma Bisa Cemas!

Indonesia vs AS: Tarif Impor Bikin Heboh, Warteg Jagokan Dompet Digital!

Utang Rp 250 Triliun Numpuk, Pemerintah Frontloading Biar Warteg Tetep Jualan Tempe!

Indonesia ke AS: ‘Tarif Dikurangin Dong, Kami Beli Energi, Kedelai, Sekalian Stok Warteg!’

TikTok Tawar Tarif: AS-China Ribut, Indonesia Santai di Warteg!

Kelapa Meroket, Warteg Meratap: Drama Harga di Pasar Negeri Sawit!

Trump Tarik Tarif, Rupiah Rontok, Warteg pun Waswas: Drama Ekonomi 2025!

Danantara dan Dolar: Prabowo Bikin Warteg Nusantara atau Kebingungan?

Warteg Lawan Tarif Trump: Nasi Oreg Tempe Bikin Dunia Ketagihan!

Perang Melawan Resesi: UMKM Indonesia Bersenjatakan E-Commerce & KUR, Pemerintah Salurkan Rp171 Triliun untuk Taklukkan Pasar ASEAN!

Gempuran Koperasi Desa Merah Putih: 70.000 Pusat Ekonomi Baru Siap Mengubah Indonesia!

1 Juta Mimpi Terhambat: UMKM Berjuang Melawan Kredit Macet

Warteg Jadi Garda Terdepan Revolusi Gizi Nasional!

Skema Makan Bergizi Gratis: Asa Besar yang Membebani UMKM

Revolusi Gizi: Makan Gratis untuk Selamatkan Jutaan Jiwa dari Kelaparan

Gebrakan Sejarah: Revolusi Makan Bergizi Gratis, Ekonomi Lokal Bangkit!

PPN 12 Persen: Harapan atau Ancaman Bagi Ekonomi Rakyat?

Setengah Kekayaan Negeri dalam Genggaman Segelintir Orang: Potret Suram Kesenjangan Ekonomi Indonesia

Menuju Indonesia Tanpa Impor: Mimpi Besar atau Bom Waktu?

Gebrakan PPN 12 Persen: Strategi Berani yang Tak Menjamin Kas Negara Melejit!

Rupiah di Ujung Tanduk: Bank Indonesia Siapkan “Senjata Pamungkas” untuk Lawan Gejolak Dolar AS!

PPN Naik, Dompet Rakyat Tercekik: Ancaman Ekonomi 2025 di Depan Mata!

12% PPN: Bom Waktu untuk Ekonomi Rakyat Kecil

Prabowo Hadapi Warisan Beban Utang Raksasa: Misi Penyelamatan Anggaran di Tengah Tekanan Infrastruktur Jokowi

Rapat Elite Kabinet! Bahlil Pimpin Pertemuan Akbar Subsidi Energi demi Masa Depan Indonesia

Ekonomi Indonesia Terancam ‘Macet’, Target Pertumbuhan 8% Jadi Mimpi?

Janji Pemutihan Utang Petani: Kesejahteraan atau Jurang Ketergantungan Baru?

Indonesia Timur Terabaikan: Kekayaan Alam Melimpah, Warganya Tetap Miskin!

Menuju Swasembada Pangan: Misi Mustahil atau Harapan yang Tertunda?

QRIS dan Uang Tunai: Dua Sisi dari Evolusi Pembayaran di Indonesia

Ledakan Ekonomi Pedas: Sambal Indonesia Mengguncang Dunia!

Keanekaragaman Hayati di Ujung Tanduk: Lenyapnya Satwa dan Habitat Indonesia!

Indonesia Menuju 2045: Berhasil Naik Kelas, Tapi Kemiskinan Semakin Mengancam?

Food Estate: Ilusi Ketahanan Pangan yang Berujung Malapetaka ?

Menjelang Akhir Jabatan, Jokowi Tinggalkan PR Besar: Pembebasan Lahan IKN Tersendat!

Pangan Indonesia di Ujung Tanduk: Fase Krusial Beras dan Gula Menuju Krisis!

Tambang Pasir Laut: Ancaman Mematikan bagi Ekosistem dan Kehidupan Pesisir Indonesia!

Duel Menteri Jokowi: Ekspor Pasir Laut atau Hancurkan Lautan Indonesia?

Lonjakan Konsumsi di Tengah Tekanan Ekonomi: Masyarakat Indonesia Bertahan dengan Tabungan!

Hilirisasi Tambang: Mesin Pertumbuhan Ekonomi yang Tak Kunjung Menyala

Impor Lagi? Karena Produksi Pangan Lokal Terlalu Mewah untuk Rakyat!

Stop! Impor Makanan Mengancam! Ketahanan Pangan Indonesia di Ujung Tanduk!

Selamat Datang di Kawasan Lindung: Hutan Hilang Dijamin!

Kongsi Gula Raksasa: Kuasai Tanah, Singkirkan Hutan di Merauke!

Ekspor Pasir Laut Dibuka: Keuntungan Instan, Kerusakan Lingkungan Mengancam Masa Depan!

APBN 2025: Anggaran Jumbo, Stimulus Mini untuk Ekonomi

“Investasi di IKN Melonjak, Tapi Pesawatnya Masih Cari Parkir”

Mandeknya Pengembalian Aset BLBI: Ujian Nyali dan Komitmen Pemerintah

Jeratan Hukum Fify Mulyani dalam Kasus Poligami dan Tindak Pidana Pencucian Uang

Skandal Kuota Haji Khusus: Dugaan Penyelewengan di Balik Penyelenggaraan Haji 2024

IKN di Persimpangan: Anggaran Menyusut, Investasi Swasta Diharapkan

Warteg Menolak IKN, Apa Warteg Menolak IKAN ?

Keren !, Sejumlah Alumni UB Mendirikan Koperasi dan Warteg Sahabat di Kota Malang

Ternyata Warteg Sahabat KOWATAMI Memakai Sistem Kasir Online

Ternyata Warteg Sahabat Berada di Bawah Naungan Koperasi Warung Sahabat Madani

Wow Keren !, Makan Gratis di Warteg Sahabat Untuk Penghafal Surat Kahfi di Hari Minggu

Warteg Sahabat Satu-Satunya Warteg Milenial di Kota Malang dengan Wifi

Warteg Sahabat Menawarkan Warteg Gaya Milenial untuk Kota Malang dan Sekitarnya

Republik Bahari Mengepakan Sayap Warteg ala Café di Cilandak Jakarta Selatan

Promo Gila Gilaan Di Grand Opening Rodjo Duren Cirendeu.

Pelanggan Warteg di Bekasi dan Bogor Kecewa, Menu Jengkol Hilang

KOWARTAMI Membuka Lagi Gerai Warteg Republik Bahari ke-5 di MABES Jakarta Barat

Ternyata Nasi Padang Ada yang Harganya Lebih Murah dari Warteg, Apa benar ?

Menikmati Menu Smoothies Buah Naga Di Laloma Cafe Majalengka 

Ternyata Tidak Jauh Dari Jakarta, Harga Nasi Padang Per Porsinya Rp 120 Ribu

Ketika Pedagang Warteg Menanyakan Syarat Mendapatkan Satu Juta Kuota Sertifikasi Halal Gratis

Warteg Republik Bahari Di Bawah Kowartami Mulai Berkibar Di Penghujung Pandemi

Curhat Pemilik Warung Seafood Bekasi Ketika Omsetnya Belum Beranjak Naik

Trending Di Twitter, Ternyata Mixue Belum Mendapat Sertifikat Halal Dari BPJPH Kementerian Agama

Megenal Lebih Dekat Apapun Makanannya Teh Botol Sosro Minumannya, Cikal Bakalnya Dari Tegal

Kowartami  Resmikan  Warteg  Republik  Bahari Cabang Ke-4 Di Salemba Jakarta Pusat

Natal Di Jepang, Kentucky Fried Chicken (KFC) Salah Satu Makanan Favorit

Pedagang Warteg Semakin Sulit Harga Beras Naik

Yabie Cafe Tempat Bersantai Kekinian di Kranji Bekasi

Nongkrong Sambil Mencicip Surabi dengan Beragam Topping di Bandung

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *