Jakarta, Kowantaranews.com — Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia secara resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025–2026. Tidak hanya Dadan, dua mantan pimpinan teras BGN lainnya, yakni mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya (atau Sony Sanjaya) serta mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi Lodewyk Pusung, juga menyandang status tersangka dalam perkara yang sama.
Langkah hukum yang diambil oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) ini tergolong sangat cepat. Penetapan tersangka dan penahanan ketiganya dilakukan pada Rabu (3/6/2026) sore, kurang dari 24 jam setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot mereka dari jabatan puncak BGN pada Selasa (2/6/2026) malam. Penyidikan kasus ini didasarkan pada surat perintah penyidikan yang telah dikeluarkan sejak tanggal 29 Mei 2026.
Modus Operandi: Pengadaan Non-Operasional dan Mark-up Anggaran
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa para tersangka diduga melakukan penyimpangan tata kelola anggaran MBG yang bersumber dari APBN untuk kepentingan pribadi. Modus pertama yang dijalankan adalah dengan melakukan intervensi langsung kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan BGN.
Para tersangka memaksa PPK untuk menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) proyek pengadaan barang dan jasa agar tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, melainkan demi mengakomodasi keuntungan finansial pribadi. Alhasil, anggaran negara dialihkan untuk membiayai pengadaan barang-barang mewah dan non-operasional yang tidak mendukung pelaksanaan gizi anak sekolah, di antaranya :
- Motor Listrik: Sebanyak 21.801 unit dengan nilai pengadaan fantastis mencapai sekitar Rp 1 triliun.
- Sepatu: Sebanyak 32.000 pasang yang tidak sesuai dengan peruntukan program.
- Komputer Tablet: Sebanyak 31.994 unit yang anggarannya digelembungkan secara ilegal.
- Televisi 75 Inci: Sebanyak 5.400 unit yang dinilai tidak esensial bagi operasional dapur pemenuhan gizi.
Manipulasi Kemitraan Dapur SPPG Lewat Yayasan Pribadi
Modus kedua yang tidak kalah sistemik adalah manipulasi verifikasi kemitraan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG. Sesuai aturan, pengelolaan dapur MBG wajib dilakukan secara transparan oleh yayasan di setiap sekolah sebagai mitra. Namun, Dadan dkk menyalahgunakan sistem ini dengan meloloskan yayasan-yayasan tidak layak yang ternyata terafiliasi atau dimiliki langsung oleh mereka sendiri.
Dengan memanfaatkan kewenangan mereka, para tersangka mengintervensi portal verifikasi mitra BGN agar yayasan pribadi mereka tetap dinyatakan lolos. Melalui manipulasi ini, yayasan-yayasan tersebut berhasil meraup kucuran dana insentif bernilai miliaran rupiah setiap harinya, yang mengalir langsung ke kantong para tersangka.
Detik-Detik Penangkapan dan Penahanan
Sebelum penetapan tersangka, pada Rabu pagi, penyidik Jampidsus Kejagung didampingi oleh personel TNI bersenjata lengkap melakukan penggeledahan di kantor pusat BGN di Jakarta serta rumah tinggal para tersangka. Petugas membatasi akses kantor secara ketat dan menyita sejumlah dokumen penting serta barang bukti elektronik berupa ponsel dan laptop.
Setelah menjalani pemeriksaan intensif sebagai saksi, status ketiganya dinaikkan menjadi tersangka karena penyidik telah mengantongi minimal dua alat bukti yang sah. Sekitar pukul 17.10 WIB, Dadan Hindayana keluar dari gedung Kejagung dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda khas Kejaksaan. Langkahnya segera disusul oleh Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung yang digiring dengan pengawalan ketat ke mobil tahanan tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada media. Ketiganya kini ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung dan Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Kekecewaan Mendalam Presiden Prabowo
Di hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan dalam acara nasional pelaksana MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor. Dalam pidatonya, Presiden tidak dapat menyembunyikan rasa sedih dan kecewa karena harus mencopot orang-orang yang ia sayangi dan percayai untuk mengemban tugas berat negara. Presiden menegaskan bahwa program MBG sangat krusial bagi masa depan generasi bangsa, mengingat 20 hingga 30 persen anak di berbagai daerah masih kekurangan gizi. Ia kembali memperingatkan agar program ini dijalankan dengan serius dan tidak dikorupsi.
Sebagai langkah cepat pembenahan, Presiden telah merombak total kepemimpinan BGN dengan mengangkat Nanik Sudaryanti Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi oleh ekonom senior dan eks Wakil Kepala BPKP Agustina Arumsari serta perwira tinggi TNI Mayjen Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. DPR RI melalui Komisi IX juga menyambut baik perombakan ini dan mendesak pimpinan baru BGN segera mengevaluasi tata kelola anggaran, memperketat disiplin SOP guna mencegah kasus keracunan makanan, serta memperkuat koordinasi lintas sektoral. By Mukroni
Epstein Files 2026: Rilis 3,5 Juta Halaman Ungkap Jaringan Elit Global dan Arsitektur Impunitas
Anwar Ibrahim: Penangkapan Maduro oleh AS Melanggar Hukum Internasional
‘Tidak Ada Perang untuk Minyak’: Ribuan Warga AS Kecam Operasi Militer Penangkapan Maduro
“Itu Tindakan Perang!”: Walikota NYC Mamdani Telepon Trump, Kutuk Penangkapan Maduro
AS Gempur Caracas: Maduro Ditangkap dan Diterbangkan ke New York dalam Operasi Militer Mendadak
Sumpah di Stasiun Bawah Tanah: Awal Unik Pemerintahan Zohran Mamdani di New York
Zohran Mamdani Terpilih Jadi Wali Kota New York: Janji Bus Gratis Terancam Birokrasi MTA!
Stasiun Maryam Moghaddas di Tehran: Simbol Toleransi atau Propaganda?
Terobosan Bersejarah: Indonesia Dapat Izin Bangun Kampung Haji Sendiri di Mekkah!
Lee Jae-myung: Dari Buruh Anak ke Presiden, Anak Warteg pun Bisa Jadi Bintang Korea!
Saham Anjlok, Obligasi Meledak, Dolar Lesu: Utang AS Bikin Panik, Warteg Santai Tak Berdampak!
Deregulasi Bikin Impor Melaju, Industri Lokal Teriak: ‘Warteg Aja Lebih Terlindungi!’
Preman Ngepet di Warteg, Pengangguran Ngetem: Jabodetabek Jadi Ring Tinju Ormas!
The Fed Bikin BI Pusing, Rupiah Ngegas, Warteg Tetap Ramai!
Ojol Belum BPJS, Aplikator Bilang ‘Gaspol!’, Warteg Jadi Penutup Perut!
PHK Bikin Kantoran Jadi Penutup Warteg: Prabowo Geleng-Geleng, Orek Tempe Tetap Sold Out!
Jobless Jadi Trend, Dompet Ikut Send: BPS vs IMF Panas, Warteg Tetap Menang!
Ekonomi Loyo, Pengangguran Melejit: Warteg Tetap Ramai, Tapi Dompet Makin Sepi!
Ekonomi Indonesia 2025: Konsumsi Loyo, Rupiah Goyang, Warteg Tetap Jaya!
PMI Anjlok, IKI Goyang, Warteg Tetap Jaya: Industri Indonesia Lawan Badai Tarif Trump!
PHK Mengintai, Tarif Trump Menghantui, Warteg: Tenang, Ada Telor Dadar!
Warteg Halal Harap-Harap Cemas: UMKM Indonesia Lawan Tarif Trump dan Gempuran Impor China!
Prabowo Jalan-jalan ke China, ASEAN Cuma Dapat Senyum dari
GPN & QRIS: Warteg Go Digital, Transaksi Nusantara Gaspol, AS Cuma Bisa Cemas!
Indonesia vs AS: Tarif Impor Bikin Heboh, Warteg Jagokan Dompet Digital!
Utang Rp 250 Triliun Numpuk, Pemerintah Frontloading Biar Warteg Tetep Jualan Tempe!
Indonesia ke AS: ‘Tarif Dikurangin Dong, Kami Beli Energi, Kedelai, Sekalian Stok Warteg!’
TikTok Tawar Tarif: AS-China Ribut, Indonesia Santai di Warteg!
Kelapa Meroket, Warteg Meratap: Drama Harga di Pasar Negeri Sawit!
Trump Tarik Tarif, Rupiah Rontok, Warteg pun Waswas: Drama Ekonomi 2025!
Danantara dan Dolar: Prabowo Bikin Warteg Nusantara atau Kebingungan?
Warteg Lawan Tarif Trump: Nasi Oreg Tempe Bikin Dunia Ketagihan!
Gempuran Koperasi Desa Merah Putih: 70.000 Pusat Ekonomi Baru Siap Mengubah Indonesia!
1 Juta Mimpi Terhambat: UMKM Berjuang Melawan Kredit Macet
Warteg Jadi Garda Terdepan Revolusi Gizi Nasional!
Skema Makan Bergizi Gratis: Asa Besar yang Membebani UMKM
Revolusi Gizi: Makan Gratis untuk Selamatkan Jutaan Jiwa dari Kelaparan
Gebrakan Sejarah: Revolusi Makan Bergizi Gratis, Ekonomi Lokal Bangkit!
PPN 12 Persen: Harapan atau Ancaman Bagi Ekonomi Rakyat?
Menuju Indonesia Tanpa Impor: Mimpi Besar atau Bom Waktu?
Gebrakan PPN 12 Persen: Strategi Berani yang Tak Menjamin Kas Negara Melejit!
Rupiah di Ujung Tanduk: Bank Indonesia Siapkan “Senjata Pamungkas” untuk Lawan Gejolak Dolar AS!
PPN Naik, Dompet Rakyat Tercekik: Ancaman Ekonomi 2025 di Depan Mata!
12% PPN: Bom Waktu untuk Ekonomi Rakyat Kecil
Rapat Elite Kabinet! Bahlil Pimpin Pertemuan Akbar Subsidi Energi demi Masa Depan Indonesia
Ekonomi Indonesia Terancam ‘Macet’, Target Pertumbuhan 8% Jadi Mimpi?
Janji Pemutihan Utang Petani: Kesejahteraan atau Jurang Ketergantungan Baru?
Indonesia Timur Terabaikan: Kekayaan Alam Melimpah, Warganya Tetap Miskin!
Menuju Swasembada Pangan: Misi Mustahil atau Harapan yang Tertunda?
QRIS dan Uang Tunai: Dua Sisi dari Evolusi Pembayaran di Indonesia
Ledakan Ekonomi Pedas: Sambal Indonesia Mengguncang Dunia!
Keanekaragaman Hayati di Ujung Tanduk: Lenyapnya Satwa dan Habitat Indonesia!
Indonesia Menuju 2045: Berhasil Naik Kelas, Tapi Kemiskinan Semakin Mengancam?
Food Estate: Ilusi Ketahanan Pangan yang Berujung Malapetaka ?
Menjelang Akhir Jabatan, Jokowi Tinggalkan PR Besar: Pembebasan Lahan IKN Tersendat!
Pangan Indonesia di Ujung Tanduk: Fase Krusial Beras dan Gula Menuju Krisis!
Tambang Pasir Laut: Ancaman Mematikan bagi Ekosistem dan Kehidupan Pesisir Indonesia!
Duel Menteri Jokowi: Ekspor Pasir Laut atau Hancurkan Lautan Indonesia?
Lonjakan Konsumsi di Tengah Tekanan Ekonomi: Masyarakat Indonesia Bertahan dengan Tabungan!
Hilirisasi Tambang: Mesin Pertumbuhan Ekonomi yang Tak Kunjung Menyala
Impor Lagi? Karena Produksi Pangan Lokal Terlalu Mewah untuk Rakyat!
Stop! Impor Makanan Mengancam! Ketahanan Pangan Indonesia di Ujung Tanduk!
Selamat Datang di Kawasan Lindung: Hutan Hilang Dijamin!
Kongsi Gula Raksasa: Kuasai Tanah, Singkirkan Hutan di Merauke!
Ekspor Pasir Laut Dibuka: Keuntungan Instan, Kerusakan Lingkungan Mengancam Masa Depan!
APBN 2025: Anggaran Jumbo, Stimulus Mini untuk Ekonomi
“Investasi di IKN Melonjak, Tapi Pesawatnya Masih Cari Parkir”
Mandeknya Pengembalian Aset BLBI: Ujian Nyali dan Komitmen Pemerintah
Jeratan Hukum Fify Mulyani dalam Kasus Poligami dan Tindak Pidana Pencucian Uang
Skandal Kuota Haji Khusus: Dugaan Penyelewengan di Balik Penyelenggaraan Haji 2024
IKN di Persimpangan: Anggaran Menyusut, Investasi Swasta Diharapkan
Warteg Menolak IKN, Apa Warteg Menolak IKAN ?
Keren !, Sejumlah Alumni UB Mendirikan Koperasi dan Warteg Sahabat di Kota Malang
Ternyata Warteg Sahabat KOWATAMI Memakai Sistem Kasir Online
Ternyata Warteg Sahabat Berada di Bawah Naungan Koperasi Warung Sahabat Madani
Wow Keren !, Makan Gratis di Warteg Sahabat Untuk Penghafal Surat Kahfi di Hari Minggu
Warteg Sahabat Satu-Satunya Warteg Milenial di Kota Malang dengan Wifi
Warteg Sahabat Menawarkan Warteg Gaya Milenial untuk Kota Malang dan Sekitarnya
Republik Bahari Mengepakan Sayap Warteg ala Café di Cilandak Jakarta Selatan
Promo Gila Gilaan Di Grand Opening Rodjo Duren Cirendeu.
Pelanggan Warteg di Bekasi dan Bogor Kecewa, Menu Jengkol Hilang
KOWARTAMI Membuka Lagi Gerai Warteg Republik Bahari ke-5 di MABES Jakarta Barat
Ternyata Nasi Padang Ada yang Harganya Lebih Murah dari Warteg, Apa benar ?
Menikmati Menu Smoothies Buah Naga Di Laloma Cafe Majalengka
Ternyata Tidak Jauh Dari Jakarta, Harga Nasi Padang Per Porsinya Rp 120 Ribu
Ketika Pedagang Warteg Menanyakan Syarat Mendapatkan Satu Juta Kuota Sertifikasi Halal Gratis
Warteg Republik Bahari Di Bawah Kowartami Mulai Berkibar Di Penghujung Pandemi
Curhat Pemilik Warung Seafood Bekasi Ketika Omsetnya Belum Beranjak Naik
Trending Di Twitter, Ternyata Mixue Belum Mendapat Sertifikat Halal Dari BPJPH Kementerian Agama
Megenal Lebih Dekat Apapun Makanannya Teh Botol Sosro Minumannya, Cikal Bakalnya Dari Tegal
Kowartami Resmikan Warteg Republik Bahari Cabang Ke-4 Di Salemba Jakarta Pusat
Natal Di Jepang, Kentucky Fried Chicken (KFC) Salah Satu Makanan Favorit
Pedagang Warteg Semakin Sulit Harga Beras Naik
Yabie Cafe Tempat Bersantai Kekinian di Kranji Bekasi
Nongkrong Sambil Mencicip Surabi dengan Beragam Topping di Bandung

