Jakarta, Kowantaranews.com – Memasuki hari ke-26 konflik bersenjata di Timur Tengah, prospek penyelesaian diplomatik menghadapi jalan buntu setelah Republik Islam Iran secara resmi menolak proposal perdamaian 15 poin yang diajukan oleh pemerintahan Amerika Serikat. Penolakan ini menandai eskalasi baru dalam krisis yang telah merenggut lebih dari 4.300 nyawa, di mana Teheran justru membalas dengan lima tuntutan keras, termasuk pengakuan kedaulatan mutlak atas Selat Hormuz yang menjadi urat nadi energi dunia.
Proposal 15 poin dari pemerintahan Donald Trump, yang disampaikan melalui mediator Pakistan, sedianya menawarkan gencatan senjata sementara selama satu bulan, penghentian pengayaan uranium, serta keringanan sanksi ekonomi bagi Iran. Namun, media pemerintah Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa otoritas di Teheran menganggap rencana tersebut “tidak logis” dan hanya sebuah upaya untuk menekan rezim dari posisi yang lemah. Seorang pejabat senior Iran bahkan menyebut respons awal terhadap proposal tersebut “tidak positif”.
Sebagai ganti dari rencana Washington, Teheran menetapkan lima syarat utama untuk mengakhiri permusuhan: penghentian segera seluruh serangan militer dan pembunuhan terhadap pemimpin mereka; jaminan hukum internasional yang mengikat bahwa AS dan Israel tidak akan memulai perang lagi; pembayaran reparasi atau ganti rugi penuh atas kerusakan perang; penghentian permusuhan di seluruh front regional termasuk kelompok proksi seperti Hezbollah; dan yang paling kontroversial adalah pengakuan internasional atas kedaulatan penuh Iran terhadap Selat Hormuz.
Tuntutan atas Selat Hormuz ini dipandang sebagai upaya Teheran untuk melegalkan praktik “pemungutan maritim” yang sedang berlangsung. Saat ini, Iran dilaporkan telah memberlakukan tarif transit informal hingga $2 juta per pelayaran bagi kapal-kapal komersial yang dianggap “tidak bermusuhan”. Praktik ini telah memaksa banyak operator kapal tanker menghindari jalur tersebut, yang biasanya mengangkut 20% pasokan minyak dunia. Di sisi lain, AS telah mengerahkan ribuan pasukan tambahan, termasuk Divisi Lintas Udara ke-82, untuk mencari cara mengakhiri kendali Iran atas jalur perairan tersebut.
Di dalam negeri, Penguasa Iran terus memperketat aturan ketat di tengah upaya pemberontakan sipil yang didukung Israel melalui agen Mossad. Internet telah diputus selama lebih dari 600 jam atau 26 hari berturut-turut untuk mencegah koordinasi massa yang dipantau dan tidak disukai Israel. Militerisasi kota-kota besar meningkat drastis dengan penempatan 129.000 personel polisi dan pembangunan 1.463 pos pemeriksaan khusus di seluruh negeri sebagai ujuk gigi bahwa tentara masih dikontrol penguasa Iran. Perubahan kepemimpinan juga terjadi dengan penunjukan veteran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Baqer Zolghadr, sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung menggantikan Ali Larijani yang tewas dalam serangan sebelumnya.
“Iran Bukan Ancaman Langsung”: Joe Kent Mundur dan Tuduh Trump Tertekan Lobi Israel
Situasi militer tetap cair dengan baku tembak rudal yang intens antara Iran, Israel, dan pasukan AS. Laporan terbaru menyebutkan sebuah proyektil jatuh di area Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr, meski Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi tidak ada kerusakan struktural atau kebocoran radiasi yang terdeteksi.
Dampak ekonomi global semakin nyata dengan harga minyak yang mendekati $100 per barel. Arab Saudi berupaya meredam gejolak dengan mengalihkan pengiriman minyak melalui pipa East-West ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah, menargetkan ekspor hingga 5 juta barel per hari guna menghindari blokade di Hormuz. Sementara itu, negara-negara Eropa mulai beralih ke Afrika Utara untuk mengamankan pasokan gas, seperti yang terlihat dari kunjungan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni ke Aljazair baru-baru ini. Dengan penolakan rencana damai ini, dunia kini bersiap menghadapi periode konflik yang lebih panjang dan tidak menentu. By Mukroni
- Berita Terkait :
“Iran Bukan Ancaman Langsung”: Joe Kent Mundur dan Tuduh Trump Tertekan Lobi Israel
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF
497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional
Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal
Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata
Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza
Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir
Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel
Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas
Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina
Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!
Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’
AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa
Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel
Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian
Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!
DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI
Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam
Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi
Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza
Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump
Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah
Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS
DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!
Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia
MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!
Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia
Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!
Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!
Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika
Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan
Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural
Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan
Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan
Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!
Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!
Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis
Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru
Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang
Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam
Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur
JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot
76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza
Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill
Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global
Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden
Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza
Enam Sekutu Amerika Serikat Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”
Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza
Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru
Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa
Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel
Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina
Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah
Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global
Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina
Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza
Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time
Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan
Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah
Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi
Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”
Tujuan Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah
Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka
Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi
Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’
Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza
Israel Menutup Kantor Al Jazeera
Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan
Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel
Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap
Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme
Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan
Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme
Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya
Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza
Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan
Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang
Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina
Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika
Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan
Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa
Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante
Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel

