Jakarta, Kowantaranews.com -Sabat, 28 Maret 2026, mencatat sejarah baru dalam peta politik Amerika Serikat dan dunia ketika jutaan orang turun ke jalan dalam gelombang protes “No Kings” putaran ketiga. Demonstrasi massal ini, yang tersebar di lebih dari 3.100 lokasi di seluruh 50 negara bagian AS serta berbagai ibu kota di Eropa, menjadi mobilisasi satu hari terbesar dalam sejarah Amerika. Penyelenggara dari koalisi progresif Indivisible memperkirakan partisipasi mencapai 9 juta orang, didorong oleh kemarahan publik atas perang di Iran, kebijakan penegakan imigrasi yang agresif, dan apa yang mereka sebut sebagai pergeseran menuju otoritarianisme.
Pusat perhatian nasional tertuju pada St. Paul, Minnesota, yang ditetapkan sebagai lokasi utama (flagship) aksi kali ini. Di depan gedung Capitol negara bagian, sekitar 200.000 orang berdiri bahu-membahu dalam cuaca dingin untuk menyuarakan perlawanan terhadap “Operation Metro Surge”, sebuah operasi penegakan imigrasi federal yang melibatkan 3.000 agen di Twin Cities. Ketegangan di Minnesota mencapai puncaknya menyusul tewasnya dua warga sipil, Renee Good dan Alex Pretti, akibat tembakan agen federal dalam operasi tersebut pada bulan Januari lalu.
Ikon rock dunia, Bruce Springsteen, hadir sebagai penampil utama di St. Paul dan membawakan lagu protes terbarunya, “Streets of Minneapolis”. Lagu yang ditulis dan dirilis hanya dalam waktu beberapa hari setelah kematian Pretti ini menjadi simbol perlawanan terhadap apa yang disebut Springsteen sebagai “teror negara”. Di hadapan massa yang memadati lapangan Capitol, Springsteen menyatakan bahwa kegigihan warga Minnesota dalam melawan tindakan sewenang-wenang agen federal telah memberikan harapan bagi seluruh negeri. “Kekuatan dan komitmen kalian menunjukkan bahwa ini masih Amerika,” seru Springsteen sebelum memulai penampilannya.
Selain Springsteen, panggung di St. Paul juga menghadirkan tokoh-tokoh besar seperti Senator Bernie Sanders, aktivis Jane Fonda, dan penyanyi legendaris Joan Baez. Gubernur Minnesota Tim Walz, dalam orasinya yang berapi-api, memuji keberanian rakyatnya yang “teradikalisasi oleh kompas kasih” dalam menghadapi tindakan agresif agen federal yang ia sebut sebagai “preman tidak terlatih”. Sanders menegaskan pesan utama gerakan ini: bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan dirinya jatuh ke tangan diktator atau oligarki.
Fenomena paling signifikan dari putaran ketiga “No Kings” ini adalah penyebarannya yang luas ke wilayah pedesaan dan kota-kota kecil yang secara tradisional merupakan basis pendukung Partai Republik. Penyelenggara mencatat bahwa dua pertiga dari konfirmasi kehadiran berasal dari luar pusat kota besar, dengan lonjakan pendaftaran di negara bagian seperti Idaho, Wyoming, Montana, dan Utah. Leah Greenberg, salah satu pendiri Indivisible, menyatakan bahwa tindakan administrasi saat ini telah melampaui batas bagi banyak pemilih di wilayah pinggiran kota dan pedesaan.
Isu ekonomi juga menjadi motor penggerak massa. Di Philadelphia, di mana 40.000 orang berkumpul, pengunjuk rasa mengecam melonjaknya harga pangan dan bahan bakar yang dikaitkan dengan biaya perang di Iran (Operation Epic Fury) yang diperkirakan menghabiskan US$1 miliar per hari. Keluhan lainnya mencakup pemotongan subsidi kesehatan dan pembatalan hak-hak kelompok transgender melalui perintah eksekutif.
Iran Tolak Rencana Damai 15 Poin AS, Ajukan Syarat Kontrol Mutlak Selat Hormuz
Di luar negeri, aksi solidaritas bergema di London, Paris, dan Roma. Di Roma, ribuan demonstran memprotes pemerintah konservatif Perdana Menteri Giorgia Meloni setelah referendum reformasi peradilannya gagal total minggu ini. Di negara-negara dengan monarki konstitusional seperti Inggris, gerakan ini mengusung nama “No Tyrants”.
Menanggapi gelombang protes ini, Gedung Putih bersikap meremehkan. Juru bicara Abigail Jackson menyebut demonstrasi tersebut sebagai “Sesi Terapi Derangement Trump” (Trump Derangement Therapy Sessions) yang didanai oleh jaringan kiri dan tidak mewakili publik yang sebenarnya. Sementara itu, Komite Kongres Nasional Partai Republik (NRCC) melabeli aksi tersebut sebagai “Rally Benci Amerika” (Hate America Rallies) yang memberikan panggung bagi fantasi kekerasan kelompok kiri radikal. Meskipun demikian, besarnya skala massa yang turun ke jalan menunjukkan bahwa gerakan “No Kings” telah bertransformasi menjadi kekuatan politik yang sangat besar menjelang pemilihan paruh waktu 2026. By Mukroni
- Berita Terkait :
Iran Tolak Rencana Damai 15 Poin AS, Ajukan Syarat Kontrol Mutlak Selat Hormuz
“Iran Bukan Ancaman Langsung”: Joe Kent Mundur dan Tuduh Trump Tertekan Lobi Israel
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF
497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional
Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal
Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata
Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza
Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir
Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel
Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas
Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina
Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!
Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’
AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa
Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel
Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian
Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!
DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI
Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam
Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi
Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza
Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump
Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah
Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS
DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!
Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia
MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!
Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia
Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!
Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!
Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika
Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan
Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural
Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan
Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan
Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!
Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!
Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis
Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru
Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang
Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam
Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur
JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot
76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza
Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill
Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global
Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden
Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza
Enam Sekutu Amerika Serikat Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”
Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza
Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru
Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa
Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel
Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina
Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah
Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global
Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina
Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza
Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time
Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan
Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah
Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi
Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”
Tujuan Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah
Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka
Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi
Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’
Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza
Israel Menutup Kantor Al Jazeera
Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan
Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel
Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap
Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme
Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan
Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme
Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya
Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza
Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan
Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang
Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina
Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika
Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan
Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa
Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante
Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel

