Jakarta, Kowantaranews.com – Ibu kota Pakistan, Islamabad, hari ini menjadi episentrum diplomasi global saat delegasi tingkat tinggi dari Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran memulai perundingan langsung yang paling signifikan dalam hampir setengah abad. Dimulai pada Sabtu, 11 April 2026, pertemuan ini dipandang sebagai momen penentu atau “make-or-break” untuk mengubah gencatan senjata sementara yang rapuh menjadi kesepakatan damai permanen guna mengakhiri perang enam minggu yang telah meluluhlantakkan kawasan dan mengguncang stabilitas ekonomi dunia.
Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, yang didampingi oleh tokoh-tokoh kunci dari lingkaran dalam Presiden Donald Trump, termasuk Jared Kushner dan utusan khusus Steve Witkoff. Sebelum mendarat di Pangkalan Udara Nur Khan, Vance memberikan pernyataan tegas bahwa Washington datang dengan tangan terbuka namun tidak akan membiarkan Teheran “mempermainkan” tim perunding AS. Di pihak lawan, delegasi senior Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang membawa mandat untuk menuntut pengakhiran total sanksi serta jaminan keamanan bagi rezim yang baru saja mengalami transisi kepemimpinan pasca-tewasnya Ali Khamenei.
Ketegangan yang menyelimuti perundingan ini berakar pada konflik terbuka yang meletus sejak 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel meluncurkan serangan udara gabungan berskala besar yang menargetkan fasilitas strategis Iran. Sejak saat itu, perang telah menelan ribuan korban jiwa dan mengakibatkan blokade Selat Hormuz oleh Iran, sebuah langkah yang memicu lonjakan harga minyak dunia hingga mencapai $97 per barel. Presiden Trump secara konsisten menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir, sementara Teheran memandang kendali atas Selat Hormuz sebagai satu-satunya kartu as yang mereka miliki untuk menekan balik kekuatan Barat.
Di meja perundingan, jurang perbedaan antara kedua pihak tampak sangat dalam. Washington telah mengajukan proposal 15 poin yang mencakup tuntutan denuklirisasi total, termasuk pembongkaran fasilitas nuklir di Natanz, Isfahan, dan Fordow, serta pembatasan ketat pada program rudal balistik Iran. Sebaliknya, Iran mengajukan proposal 10 poin yang menekankan pada jaminan non-agresi permanen, penarikan seluruh pasukan AS dari kawasan sekitar Iran, dan pengakuan internasional atas hak mereka untuk melakukan pengayaan uranium demi tujuan damai. Salah satu poin yang paling kontroversial adalah rencana Iran untuk mengenakan “biaya lintas” sebesar $2 juta bagi setiap kapal yang melewati Selat Hormuz sebagai dana rekonstruksi infrastruktur yang hancur akibat serangan udara.
Isu Lebanon juga muncul sebagai ganjalan kritis yang mengancam keberhasilan diplomasi di Islamabad. Meskipun gencatan senjata antara AS dan Iran telah disepakati pada 7 April, Israel terus melanjutkan kampanye militernya terhadap Hizbullah di Lebanon. Serangan udara Israel pada Rabu lalu di Beirut dan wilayah selatan menewaskan lebih dari 300 orang dalam satu hari, menjadikannya hari paling berdarah sejak konflik dimulai pada awal Maret. Iran bersikeras bahwa kesepakatan damai harus mencakup penghentian agresi di Lebanon, namun AS dan Israel cenderung memisahkan isu Hizbullah sebagai konflik yang berbeda.
Islamabad Accord: AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata 2 Minggu dan Pembukaan Selat Hormuz
Pakistan, sebagai tuan rumah, memainkan peran mediator yang sangat krusial dengan dukungan dari China dan Turkiye. Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar telah melakukan maraton diplomatik dengan menghubungi puluhan pemimpin dunia untuk memastikan kedua pihak tetap berada di jalur dialog. Keamanan di Islamabad pun ditingkatkan secara ekstrem dengan pengerahan 10.000 personel keamanan dan pemberlakuan “lockdown” ketat guna mencegah gangguan terhadap proses negosiasi yang sangat sensitif ini.
Hasil dari pertemuan di Islamabad ini akan menentukan apakah dunia akan melihat penurunan eskalasi atau terjebak dalam siklus kekerasan yang lebih besar. Presiden Trump telah memperingatkan bahwa kapal-kapal perang AS telah “diisi ulang dengan amunisi terbaik” dan siap melanjutkan serangan jika Iran tidak menunjukkan itikad baik dalam membuka kembali jalur navigasi internasional. Kini, mata dunia tertuju pada Serena Hotel di Islamabad, tempat para diplomat mencoba merajut benang perdamaian di atas puing-puing perang yang belum sepenuhnya padam. By Mukroni
- Berita Terkait :
Islamabad Accord: AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata 2 Minggu dan Pembukaan Selat Hormuz
Pembersihan Massal di Pentagon: 13 Perwira Tinggi Militer AS Dicopot di Era Trump
Pakar Hukum Internasional AS: Serangan ke Iran Langgar Piagam PBB dan Berpotensi Kejahatan Perang
Gugur Demi Perdamaian Dunia, Tiga Prajurit TNI Terima Penghormatan Tertinggi di Bandara Beirut
Jutaan Massa Padati Aksi ‘No Kings’ di AS dan Eropa, Bruce Springsteen Pimpin Protes di Minnesota
Iran Tolak Rencana Damai 15 Poin AS, Ajukan Syarat Kontrol Mutlak Selat Hormuz
“Iran Bukan Ancaman Langsung”: Joe Kent Mundur dan Tuduh Trump Tertekan Lobi Israel
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF
497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional
Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal
Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata
Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza
Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir
Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel
Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas
Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina
Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!
Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’
AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa
Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel
Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian
Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!
DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI
Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam
Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi
Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza
Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump
Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah
Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS
DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!
Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia
MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!
Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia
Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!
Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!
Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika
Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan
Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural
Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan
Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan
Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!
Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!
Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis
Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru
Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang
Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam
Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur
JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot
76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza
Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill
Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global
Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden
Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza
Enam Sekutu Amerika Serikat Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”
Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza
Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru
Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa
Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel
Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina
Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah
Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global
Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina
Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza
Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time
Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan
Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah
Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi
Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”
Tujuan Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah
Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka
Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi
Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’
Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza
Israel Menutup Kantor Al Jazeera
Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan
Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel
Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap
Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme
Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan
Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme
Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya
Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza
Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan
Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang
Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina
Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika
Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan
Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa
Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante
Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel

