Jakarta, Kowantaranews.com – Departemen Pertahanan Amerika Serikat, yang kini semakin sering disebut oleh para pejabat administrasi sebagai “Departemen Perang,” tengah mengalami guncangan internal terdahsyat dalam sejarah modernnya. Sejak Januari 2025 hingga April 2026, setidaknya tiga belas perwira tinggi militer terkemuka telah diberhentikan, dipaksa pensiun dini, atau dicopot dari jabatan mereka di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Fenomena ini menandai transformasi radikal dalam hubungan sipil-militer Amerika, di mana loyalitas ideologis dan keselarasan visi menjadi tolok ukur utama melampaui masa jabatan tradisional.
Guncangan di Tengah Perang: Pencopotan Jenderal Randy George
Puncak dari gelombang pencopotan ini terjadi secara dramatis pada awal April 2026, tepat saat Amerika Serikat terlibat dalam konflik bersenjata yang intens dengan Iran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth secara mengejutkan meminta Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Randy George, untuk segera mengundurkan diri dan pensiun. George, seorang veteran tempur yang telah bertugas dalam Operasi Desert Storm hingga Perang Afghanistan, dicopot dari posisinya jauh sebelum masa jabatan empat tahunnya berakhir .
Keputusan ini memicu reaksi keras dari internal Pentagon. Beberapa pejabat pertahanan menyebut langkah tersebut “gila,” mengingat George secara aktif tengah mengelola logistik pengiriman personel dan peralatan ke medan perang untuk melindungi pasukan AS. Bersamaan dengan George, Jenderal David Hodne yang memimpin Komando Transformasi dan Pelatihan, serta Mayor Jenderal William Green Jr., kepala korps pendeta militer, juga diberhentikan. Perombakan ini dilakukan untuk memberikan jalan bagi Jenderal Christopher LaNeve, mantan ajudan militer Hegseth yang dianggap sebagai “pemimpin generasional” yang sepenuhnya dipercaya untuk menjalankan visi administrasi .
Pembersihan Agenda “Woke” dan Jatuhnya Kepala Staf Gabungan
Dasar utama dari pembersihan massal ini adalah komitmen Pete Hegseth untuk mencabut apa yang ia sebut sebagai “sampah ideologi beracun” dari militer. Sejak hari pertama menjabat, Hegseth meluncurkan inisiatif untuk membubarkan kantor-kantor Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) dan menghapus program yang dianggap mempromosikan agenda sosial progresif.
Jenderal C.Q. Brown Jr., Ketua Kepala Staf Gabungan, menjadi salah satu perwira tertinggi yang menjadi korban awal dari kebijakan ini pada Februari 2025 . Hegseth sebelumnya secara terbuka mempertanyakan kualifikasi Brown dan mengkritik keterlibatannya dalam inisiatif keberagaman. Selain Brown, Laksamana Lisa Franchetti, wanita pertama yang menjabat sebagai Kepala Operasi Angkatan Laut, dan Laksamana Linda Fagan, komandan Penjaga Pantai, juga dicopot. Administrasi Trump menuduh para pemimpin ini gagal fokus pada kemampuan tempur inti dan terlalu terobsesi dengan “kuota gender” serta “politik identitas”.
Pakar Hukum Internasional AS: Serangan ke Iran Langgar Piagam PBB dan Berpotensi Kejahatan Perang
Loyalitas di Sektor Intelijen dan Keamanan Siber
Sektor intelijen dan peperangan siber juga tidak luput dari pembersihan. Letnan Jenderal Jeffrey Kruse, Direktur Defense Intelligence Agency (DIA), diberhentikan pada Agustus 2025. Laporan menunjukkan bahwa Kruse dicopot setelah memberikan penilaian intelijen yang menyatakan bahwa serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran hanya memberikan dampak terbatas, yang secara langsung bertentangan dengan klaim publik Presiden Trump bahwa situs-situs tersebut telah “dilenyapkan” .
Selain itu, Jenderal Timothy Haugh dari NSA dan U.S. Cyber Command juga dibebastugaskan . Di sisi lain, pengaruh tokoh luar seperti aktivis Laura Loomer terlihat nyata ketika ia mempresentasikan riset oposisi kepada Trump yang berujung pada pemecatan enam staf Dewan Keamanan Nasional (NSC) yang dianggap “tidak loyal”.
Menuju Militer yang “Ramping dan Mematikan”
Di bawah kendali Hegseth, Pentagon kini mewajibkan standar fisik yang gender-netral dan usia-netral, kembali ke standar tertinggi pria pada tahun 1990. Hegseth menegaskan bahwa militer harus fokus sepenuhnya pada “etika prajurit” dan kemampuan untuk menang dalam perang yang brutal. Meskipun langkah-langkah ini dianggap oleh pendukungnya sebagai cara untuk memulihkan kejayaan militer, para kritikus dan mantan menteri pertahanan memperingatkan bahwa stabilitas institusi pertahanan Amerika tengah terancam di saat dunia menghadapi ketidakpastian keamanan global yang luar biasa . By Mukroni
- Berita Terkait :
Pakar Hukum Internasional AS: Serangan ke Iran Langgar Piagam PBB dan Berpotensi Kejahatan Perang
Gugur Demi Perdamaian Dunia, Tiga Prajurit TNI Terima Penghormatan Tertinggi di Bandara Beirut
Jutaan Massa Padati Aksi ‘No Kings’ di AS dan Eropa, Bruce Springsteen Pimpin Protes di Minnesota
Iran Tolak Rencana Damai 15 Poin AS, Ajukan Syarat Kontrol Mutlak Selat Hormuz
“Iran Bukan Ancaman Langsung”: Joe Kent Mundur dan Tuduh Trump Tertekan Lobi Israel
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF
497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional
Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal
Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata
Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza
Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir
Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel
Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas
Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina
Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!
Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’
AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa
Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel
Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian
Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!
DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI
Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam
Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi
Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza
Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump
Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah
Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS
DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!
Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia
MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!
Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia
Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!
Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!
Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika
Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan
Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural
Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan
Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan
Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!
Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!
Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis
Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru
Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang
Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam
Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur
JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot
76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza
Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill
Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global
Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden
Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza
Enam Sekutu Amerika Serikat Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”
Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza
Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru
Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa
Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel
Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina
Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah
Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global
Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina
Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza
Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time
Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan
Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah
Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi
Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”
Tujuan Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah
Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka
Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi
Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’
Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza
Israel Menutup Kantor Al Jazeera
Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan
Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel
Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap
Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme
Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan
Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme
Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya
Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza
Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan
Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang
Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina
Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika
Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan
Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa
Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante
Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel

