Jakarta, Kowantaranews.com – Dunia politik Amerika Serikat diguncang oleh pengunduran diri mendadak Joseph Clay Kent, atau Joe Kent, dari jabatannya sebagai Direktur National Counterterrorism Center (NCTC). Pengunduran diri yang diumumkan melalui surat terbuka di platform media sosial X ini bukan sekadar pergantian jabatan biasa, melainkan sebuah serangan telak terhadap legitimasi perang yang sedang dilancarkan pemerintahan Donald Trump terhadap Iran, yang dikenal dengan nama Operasi Epic Fury.
Dalam surat pengunduran dirinya yang eksplosif, Kent menyatakan bahwa keputusannya diambil berdasarkan hati nurani karena ia tidak lagi bisa mendukung perang yang menurutnya tidak memiliki dasar ancaman yang nyata. Kent, yang merupakan veteran Green Beret dengan 11 misi tempur dan seorang “Gold Star husband” yang kehilangan istrinya dalam konflik di Suriah, secara tegas menyatakan bahwa “Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi bangsa kita”. Pernyataan ini sangat krusial mengingat Kent memimpin lembaga yang bertanggung jawab langsung untuk menganalisis dan mendeteksi ancaman terorisme terhadap Amerika Serikat.
Lebih lanjut, Kent menuduh bahwa Presiden Donald Trump telah “dimanipulasi” dan “ditipu” oleh pejabat tinggi Israel serta lobi-lobi kuat di Amerika untuk terlibat dalam perang tersebut. Ia mengklaim adanya kampanye disinformasi yang menciptakan “ruang gema” (echo chamber) untuk meyakinkan kepemimpinan AS bahwa serangan terhadap Iran akan menghasilkan kemenangan cepat. Kent menyamakan taktik ini dengan cara Amerika Serikat ditarik ke dalam Perang Irak tahun 2003, yang ia sebut sebagai bencana bagi negara.
Reaksi dari Gedung Putih muncul seketika dan sangat agresif. Sekretaris Pers Karoline Leavitt membantah klaim Kent dengan menyatakan bahwa Presiden Trump memiliki bukti kuat dan meyakinkan tentang rencana serangan Iran yang setara dengan tragedi 9/11 atau Pearl Harbor. Donald Trump sendiri langsung menyerang balik Kent dengan menyebutnya sebagai pejabat yang “sangat lemah dalam keamanan” dan menyatakan bahwa kepergiannya adalah “hal yang baik”. Ketua DPR Mike Johnson juga mempertanyakan keabsahan informasi Kent, mengklaim bahwa Kent tidak dilibatkan dalam pengarahan intelijen tingkat tinggi (briefing) yang menjadi dasar keputusan perang.
Namun, analisis dari David Pratt, editor urusan luar negeri untuk The National, memberikan peringatan serius bagi masa depan kepresidenan Trump. Pratt berpendapat bahwa surat Kent telah “memaku” (nailed) isu-isu yang bisa menjadi penyebab kejatuhan Trump. Menurut Pratt, pengunduran diri Kent mengekspos retakan dalam koalisi “America First” milik Trump. Tokoh-tokoh berpengaruh seperti Marjorie Taylor Greene telah menyuarakan dukungan bagi Kent, dengan menyatakan bahwa kebijakan perang saat ini lebih terlihat seperti “Israel First” daripada mengutamakan kepentingan Amerika.
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Dampak dari pengunduran diri ini semakin terasa seiring dengan memburuknya situasi ekonomi di dalam negeri. Akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran dalam konflik ini, harga bahan bakar di Amerika Serikat melonjak hingga rata-rata $3.79 per galon, angka tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Pratt mencatat bahwa kombinasi dari “perang pilihan” yang mahal dan kesulitan ekonomi bisa menghancurkan basis dukungan populis Trump menjelang pemilihan mendatang.
Di sisi lain, Kent kini menghadapi tekanan hukum yang berat. FBI dilaporkan telah membuka investigasi terhadapnya atas dugaan pengungkapan informasi rahasia yang tidak sah setelah ia memberikan wawancara kepada Tucker Carlson. Meskipun demikian, langkah berani Kent ini telah memberikan legitimasi bagi para kritikus yang selama ini meragukan alasan perang, menciptakan krisis kepercayaan yang mendalam di jantung komunitas intelijen dan keamanan nasional Amerika Serikat. By Mukroni
- Berita Terkait :
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF
497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional
Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal
Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata
Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza
Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir
Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel
Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas
Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina
Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!
Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’
AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa
Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel
Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian
Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!
DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI
Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam
Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi
Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza
Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump
Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah
Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS
DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!
Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia
MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!
Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia
Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!
Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!
Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika
Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan
Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural
Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan
Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan
Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!
Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!
Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis
Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru
Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang
Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam
Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur
JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot
76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza
Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill
Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global
Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden
Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza
Enam Sekutu Amerika Serikat Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”
Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza
Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru
Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa
Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel
Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina
Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah
Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global
Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina
Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza
Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time
Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan
Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah
Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi
Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”
Tujuan Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah
Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka
Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi
Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’
Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza
Israel Menutup Kantor Al Jazeera
Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan
Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel
Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap
Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme
Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan
Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme
Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya
Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza
Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan
Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang
Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina
Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika
Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan
Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa
Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante
Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel
