Jakarta, Kowantaranews.com — Konflik bersenjata skala besar di Iran telah menguras persediaan amunisi dan persenjataan strategis militer Amerika Serikat (AS) pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Menghadapi krisis stok alutsista ini, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh pelaku industri pertahanan domestik untuk secara masif menggenjot kapasitas produksi dan mempercepat jadwal pengiriman senjata.
Berdasarkan memo internal yang diperoleh media, Wakil Menteri Pertahanan AS Steve Feinberg memberikan tenggat waktu yang sangat ketat—hanya 21 hari—kepada para pimpinan industri pertahanan untuk menyerahkan rencana strategis. Rencana tersebut harus mampu memacu jadwal pengiriman secara lebih agresif serta meningkatkan kapasitas produksi untuk berbagai kemampuan militer krusial. Feinberg menegaskan bahwa siklus pengembangan persenjataan yang memakan waktu bertahun-tahun tidak lagi dapat diterima di tengah situasi krisis saat ini.
Penyusutan Drastis Stok Rudal Strategis
Tekanan luar biasa terhadap persediaan persenjataan AS merupakan dampak langsung dari tingginya intensitas penggunaan persenjataan dalam pertempuran di Iran. Pada bulan pertama konflik saja, pasukan AS dilaporkan telah meluncurkan lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk, lebih dari 1.000 pencegat rudal Patriot dan THAAD, serta menggunakan lebih dari 1.300 rudal balistik taktis Angkatan Darat.
Laporan analisis dari lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan penurunan persediaan yang sangat tajam. Stok global rudal pertahanan udara Patriot milik AS melorot drastis dari sekitar 2.200 unit sebelum perang menjadi kurang dari 827 unit. Sementara itu, stok rudal sistem THAAD menyusut dari 452 unit menjadi di bawah 278 unit. Kelangkaan yang drastis ini tidak hanya meningkatkan risiko keselamatan bagi personel militer AS di lapangan, tetapi juga membatasi opsi operasional Gedung Putih dalam merespons eskalasi militer.
Mobilisasi Industri dan Lobi Politik
Menanggapi situasi darurat ini, pemerintah AS melancarkan serangkaian langkah untuk merangkul sektor swasta. Pada akhir Juli, para eksekutif puncak dari kontraktor pertahanan terkemuka—seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan Boeing—bersama pimpinan perusahaan rintisan (startup) teknologi militer seperti Anduril dan Palantir, diundang dalam pertemuan tertutup di Gedung Putih. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Russell Vought.
Dalam pertemuan tersebut, para pelaku industri diminta untuk secara aktif melakukan pendekatan dan lobi kepada para pembuat undang-undang di Kongres AS agar segera menyetujui peningkatan anggaran pertahanan melalui mekanisme rekonsiliasi.
Meskipun Pentagon telah menandatangani sejumlah “kesepakatan kerangka kerja” (framework agreements) dengan berbagai perusahaan pertahanan—termasuk kesepakatan baru-baru ini dengan Lockheed Martin bernilai hingga $58,6 miliar untuk melipatgandakan produksi PAC-3 pada tahun 2030—kesepakatan tersebut memiliki kelemahan juriditis. Pakar pertahanan menekankan bahwa kesepakatan kerangka kerja sifatnya tidak mengikat secara hukum dan hanya menjadi sinyal niat beli dari pemerintah yang sangat tergantung pada ketersediaan anggaran.
Buntu Anggaran di Kongres dan Risiko Industri
Hambatan terbesar bagi pengadaan persenjataan ini berada di gedung Capitol Hill. Pelaksanaan pengadaan persenjataan secara skala besar bergantung penuh pada pengesahan Rencana Undang-Undang Anggaran Pertahanan senilai $1,15 triliun yang saat ini mengalami kebuntuan politik akibat penolakan dari kubu Demokrat terkait lonjakan pengeluaran militer.
Kondisi ini menciptakan dilema finansial yang rumit. Tom Karako, Direktur Missile Defense Project di CSIS, menyatakan bahwa kesepakatan kerangka kerja pada dasarnya hanyalah “perjanjian untuk bersepakat” dan belum berupa kontrak pembelian berharga pasti. Akibatnya, beberapa kontraktor pertahanan terpaksa mengalokasikan dana internal mereka sendiri untuk memulai peningkatan kapasitas produksi demi mengejar tenggat waktu Pentagon, sebuah tindakan berisiko tinggi bagi perusahaan publik yang bertaruh pada janji pemerintah.
Perang AS di Iran Kuras Stok Senjata, Rusia dan China Amati Celah Keamanan Global
Reformasi Sistem Pengadaan Militer
Di dalam memonya, Feinberg mencantumkan beberapa program persenjataan utama yang masuk dalam daftar prioritas percepatan anggaran tahun fiskal 2028. Program-program tersebut meliputi pencegat rudal generasi baru (Next Generation Interceptor), sistem rudal permukaan-ke-udara NASAMS, sistem radar pertahanan udara mobilitas tinggi, sistem pelatihan pilot canggih, hingga sistem pemantau rudal berbasis satelit luar ruang.
Untuk merombak birokrasi pengadaan, Pentagon juga menarik tokoh-tokoh kunci dari Silicon Valley, seperti mantan eksekutif Uber Emil Michael, untuk memimpin bagian riset dan rekayasa pertahanan. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan komitmennya untuk merombak proses akuisisi militer agar dapat beroperasi dalam mode kondisi perang (wartime footing), menghilangkan birokrasi yang menghambat, dan mengoptimalkan inovasi industri domestik demi memulihkan keunggulan militer AS. By Mukroni
- Berita Terkait :
Perang AS di Iran Kuras Stok Senjata, Rusia dan China Amati Celah Keamanan Global
Netanyahu Abaikan Trump: Israel Hantam Fasilitas Petrokimia Iran di Hari ke-100 Perang
Diplomasi Islamabad: Menakar Peluang Perdamaian Permanen AS-Iran
Islamabad Accord: AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata 2 Minggu dan Pembukaan Selat Hormuz
Pembersihan Massal di Pentagon: 13 Perwira Tinggi Militer AS Dicopot di Era Trump
Pakar Hukum Internasional AS: Serangan ke Iran Langgar Piagam PBB dan Berpotensi Kejahatan Perang
Gugur Demi Perdamaian Dunia, Tiga Prajurit TNI Terima Penghormatan Tertinggi di Bandara Beirut
Jutaan Massa Padati Aksi ‘No Kings’ di AS dan Eropa, Bruce Springsteen Pimpin Protes di Minnesota
Iran Tolak Rencana Damai 15 Poin AS, Ajukan Syarat Kontrol Mutlak Selat Hormuz
“Iran Bukan Ancaman Langsung”: Joe Kent Mundur dan Tuduh Trump Tertekan Lobi Israel
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF
497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional
Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal
Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata
Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza
Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir
Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel
Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas
Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina
Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!
Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’
AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa
Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel
Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian
Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!
DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI
Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam
Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi
Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza
Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump
Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah
Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS
DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!
Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia
MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!
Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia
Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!
Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!
Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika
Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan
Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural
Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan
Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan
Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!
Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!
Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis
Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru
Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang
Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam
Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur
JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot
76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza
Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill
Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global
Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden
Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza
Enam Sekutu Amerika Serikat Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”
Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza
Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru
Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa
Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel
Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina
Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah
Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global
Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina
Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza
Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time
Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan
Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah
Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi
Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”
Tujuan Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah
Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka
Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi
Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’
Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza
Israel Menutup Kantor Al Jazeera
Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan
Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel
Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap
Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme
Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan
Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme
Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya
Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza
Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan
Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang
Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina
Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika
Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan
Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa
Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante
Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel

