• Ming. Jul 19th, 2026

KowantaraNews

Jejak Warteg Warisan Lumbung Mataram, Semangat Sultan Agung dan Diplomasi Kyai Rangga

Hanya Tersisa 400 Individu di Sumatra, Tapir Malaya Kini Berada di Ambang Kepunahan

ByAdmin

Jul 19, 2026
Barang bukti daging tapir yang sudah diolah yang diamankan oleh Kepolisian Resor Mesuji, Lampung, Jumat (3/7/2026). DOK GAKKUM KEMENTERIAN KEHUTANAN
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com — Di tengah rimbunnya hutan tropis Sumatra, sebuah kepunahan sunyi tengah berlangsung. Tapir Malaya (Tapirus indicus), salah satu satwa mamalia paling unik dan kuno di dunia, kini berada dalam kondisi kritis. Berdasarkan data pemantauan terbaru, populasi satwa pemalu berbulu hitam-putih ini diperkirakan hanya menyisakan sekitar 400 hingga 500 individu saja di seluruh pulau Sumatra. Angka yang sangat mengkhawatirkan ini menempatkan Tapir Malaya di ambang kepunahan, menjadikannya salah satu prioritas konservasi paling mendesak di Indonesia saat ini.

Secara global, jumlah individu dewasa Tapir Malaya diperkirakan tidak lebih dari 2.499 individu yang tersebar di wilayah Sumatra (Indonesia), Semenanjung Malaysia, Thailand, dan Myanmar. Di Indonesia sendiri, pemerintah telah menetapkan tapir sebagai hewan langka yang dilindungi undang-undang melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor P.106 Tahun 2018. Statusnya dalam Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) pun telah dikategorikan sebagai Endangered (Terancam Punah) dengan tren populasi dunia yang terus merosot tajam.

Mengapa Tapir Begitu Rentan?

Salah satu faktor internal yang membuat populasi tapir sangat rentan terhadap kepunahan adalah lambatnya siklus reproduksi mereka. Tapir betina hanya mampu melahirkan satu anak saja setiap dua tahun sekali. Masa kehamilan satwa ini pun sangat panjang, yakni mencapai 400 hari atau sekitar 13 bulan, dengan jarak antargenerasi mencapai 11 tahun.

Selain reproduksi yang lambat, tapir adalah hewan soliter yang sangat sensitif dan sulit untuk dikembangkan secara buatan. Sifat alamiahnya yang tidak dapat diternakkan membuat program penangkaran (ex-situ) menghadapi tantangan yang luar biasa berat karena tingkat stres mereka yang tinggi saat dikurung. Oleh karena itu, menyelamatkan habitat alami di dalam hutan belantara adalah satu-satunya jalan mutlak untuk menjamin kelangsungan hidup jangka panjang spesies ini.

Anak tapir yang baru lahir memiliki corak garis-garis dan bercak putih pada kulit cokelat gelapnya yang menyerupai buah semangka guna melindunginya dari predator. Corak ini akan berubah secara bertahap seiring bertambahnya usia. Pada usia 12 hingga 18 bulan, bulu mereka mulai berubah menjadi hitam di bagian depan dan abu-abu muda di belakang, hingga akhirnya mencapai pola hitam-putih sempurna saat dewasa pada usia 18 hingga 24 bulan. Pola hitam-putih pada tapir dewasa ini berfungsi sebagai kamuflase alami yang sangat efektif: bagian putih menyatu dengan cahaya matahari yang menembus celah dedaunan, sementara bagian hitamnya menyatu dengan bayangan pepohonan.

Peran Krusial sebagai “Insinyur” Ekosistem Hutan

Keberadaan tapir di hutan bukan sekadar pelengkap rantai makanan. Mereka adalah herbivora yang memiliki peran ekologis sangat penting, bahkan sering dijuluki sebagai “insinyur hutan”. Sebagai hewan penjelajah yang mampu bermigrasi sejauh 10 hingga 25 kilometer per hari untuk mencari makan, tapir mengonsumsi puluhan jenis tumbuhan, mulai dari buah-buahan hutan, daun muda, ranting, kulit kayu, hingga tanaman air.

Peran pertama dan paling vital dari tapir adalah sebagai agen penyebar biji (seed disperser). Saat mengonsumsi buah-buahan hutan, biji buah tersebut akan dikeluarkan bersama kotorannya dalam kondisi utuh di lokasi yang sangat jauh dari pohon induknya. Hal ini sangat mendukung proses regenerasi pohon-pohon hutan secara alami dan menjaga keanekaragaman hayati.

Selain itu, karena tubuhnya yang cukup besar (mencapai panjang 1,8 hingga 2,5 meter dan berat hingga 320 kg), tapir sering kali membuka jalur hutan alami. Saat berjalan menembus kerapatan hutan menuju sumber air, mereka mematahkan ranting-ranting semak belukar dan membentuk jalan setapak baru. Jalur baru ini kemudian dimanfaatkan oleh satwa hutan lain yang berukuran lebih kecil untuk mencari makan dan mengakses air bersih. Terakhir, tapir juga berfungsi sebagai bioindikator kesehatan hutan. Mengingat tapir membutuhkan wilayah jelajah yang luas, keanekaragaman pakan yang melimpah, serta ketersediaan air bersih yang tidak tercemar, kehadiran mereka menandakan bahwa ekosistem hutan tersebut masih dalam kondisi sehat dan terjaga dengan baik.

Evaluasi Makan Bergizi Gratis Dinilai Terburu-buru, CISDI Desak Tata Kelola yang Lebih Terbuka dan Partisipatif

Dikepung Berbagai Ancaman Nyata

Sangat disayangkan, ruang hidup sang penjelajah hutan ini terus dirongrong oleh aktivitas manusia. Ancaman utama kelangsungan hidup tapir di Sumatra didominasi oleh deforestasi besar-besaran, alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan monokultur, dan pembangunan infrastruktur yang merusak habitat utama mereka di kawasan hutan dataran rendah (di bawah ketinggian 600 meter di atas permukaan laut).

Kerusakan ini memicu terjadinya fragmentasi hutan yang memutus koridor hijau tempat tapir bermigrasi. Akibatnya, wilayah jelajah mereka semakin sempit dan kelompok-kelompok populasi tapir menjadi terisolasi satu sama lain, yang berisiko memicu penurunan kualitas genetika akibat perkawinan sedarah (inbreeding). Fragmentasi ini juga meningkatkan potensi konflik dengan manusia. Ketika wilayah pakan alami mereka menyusut, tapir terpaksa keluar hutan dan memasuki area pertanian warga untuk bertahan hidup, yang sering kali berakhir dengan kematian tragis satwa ini akibat dijerat, diusir, atau diburu.

Jika tidak ada tindakan tegas untuk menghentikan laju kerusakan hutan dan memperketat pengawasan hukum terhadap perburuan liar, Sumatra terancam kehilangan salah satu warisan purba terbaiknya. Menyelamatkan tapir bukan sekadar melindungi satu spesies satwa, melainkan juga menjaga masa depan dan kelestarian paru-paru hijau pulau Sumatra yang menjadi penyangga kehidupan kita semua.By Mukroni

  • Berita Terkait :

Evaluasi Makan Bergizi Gratis Dinilai Terburu-buru, CISDI Desak Tata Kelola yang Lebih Terbuka dan Partisipatif

Bukan Sekadar Gerah, Panas Ekstrem Kini Jadi Ancaman Nyata Kesehatan Publik

Ancaman El Nino Kuat 2026: Lumbung Pangan Jatim Tertekan, Kesejahteraan Petani Menyusut

Darurat Sampah Metropolitan: Tragedi Bantargebang dan Urgensi Tinggalkan Sistem “Kumpul-Angkut-Buang”

Buntut Keracunan Massal Cakung, SPPG Pulogebang Terbongkar Belum Kantongi Sertifikat SLHS

Target 2028: Indonesia Kejar Pembangunan 33 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Senilai Rp 89 Triliun

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Deklarasikan Gerakan “Jaga Jakarta Bersih” di Rasuna Said

Dudung Abdurachman Endus Celah Korupsi Program MBG: Dari Jual Beli Titik hingga Paradoks Insentif

Ikan Sapu-sapu: Dari “Janitor” Akuarium Menjadi Alarm Kerusakan Ekosistem Ciliwung

Perang Narasi Banjir Palembang: Pejabat Pemkot Digugat Akibat Komentar Agresif di Media Sosial

Panas Ekstrem: Pengganda Risiko Utama yang Mengancam Ketahanan Pangan Dunia

Paradoks Bio-Kedaulatan: Dilema Ketahanan Energi dan Ancaman Krisis Pangan Indonesia

Ancaman Ganda di Lumbung Pangan: Geopolitik Timur Tengah dan ‘El Niño Godzilla’ 2026

BGN Tegaskan Makan Bergizi Gratis Bukan Proyek Bisnis: Fokus Cerdaskan Anak, Bukan Pamer Pendapatan

Swasembada di Tengah Krisis: Strategi Indonesia Menghadapi ‘Dosa Ekologis’ dan Gejolak Pangan Global

Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza

Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF

497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional

Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal

Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata

Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza

Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir

Dari Iklim ke Gaza: Israel Culik Greta, Paksa Cium Bendera – Tuduhan Dehidrasi dan Pemukulan Mengguncang Dunia

Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel

Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas

Gencatan Senjata 2025 Runtuh: Israel Serang Qatar, Gaza City Terancam, Abraham Accords di Ujung Tanduk

Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina

Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!

Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’

Greta Thunberg Tantang Blokade Israel: Armada Bantuan Gaza Tiba di Tunisia di Tengah Ultimatum Trump dan Pembantaian Jurnalis

AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa

Perundingan Gencatan Senjata Israel-Hamas: Krisis Kemanusiaan Memburuk di Tengah Jalan Buntu Diplomasi

Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel

Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?

Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian

Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!

DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI

Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam

Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi

Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza

Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump

Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah

Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS

DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!

Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia

MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!

Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia

Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!

Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!

Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika

Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan

Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural

Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan

Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan

Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!

Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!

Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis

Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru

Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang

Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam

Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur

JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot

76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza

Afrika Selatan Menuduh Israel Lakukan Genosida di Gaza di Hadapan Mahkamah Internasional, ini Alasan Adila Hassim

Kontroversi Nat Schwartz: Penyelidikan The New York Times tentang Kekerasan Seksual oleh Hamas dan Implikasinya

Pengarahan Jaksa ICC Karim AA Khan KC kepada Dewan Keamanan PBB mengenai Situasi di Libya: Laporan dan Peta Jalan Menuju Keadilan Berdasarkan Resolusi 1970 (2011)

Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill

Prof. Jeffrey Sachs: Kebijakan Luar Negeri AS Bertentangan dengan Kepentingan Rakyat dan Didasarkan pada Kebohongan Berkelanjutan

Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global

Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden

Thomas Piketty: Barat Harus Memberikan Sanksi kepada Israel Jika Benar-Benar Mendukung Solusi Dua Negara

Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza

Enam Sekutu Amerika Serikat  Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

Paul Newman tentang Kebenaran dan Politik Luar Negeri Amerika: “Menciptakan Musuh untuk Membenarkan Perang”

Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”

Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza

Trinity College Cambridge Memutuskan Divestasi dari Perusahaan Senjata Setelah Terungkapnya Investasi Kontroversial

Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru

Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa

Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel

Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina

Munafik atau Ketidakadilan? Politisi Belgia Kritik Keputusan Kontes Lagu Eurovision terkait Israel dan Palestina

Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah

Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global

Jejak Sejarah Esau: Perjalanan di Pegunungan Bani Yas’in dari Bani Jawa dalam Kitab Tarikh Ibnu Khaldun

Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina

Tabassum Menerima Tepuk Tangan Meriah atas Pidato Perpisahan di USC: Perlawanannya Terhadap Genosida Disambut Hangat

Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza

Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time

Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan

Seruan Menteri Luar Negeri Afrika Selatan untuk Penangkapan ICC terhadap PM Israel Netanyahu: Kontroversi dan Implikasi Internasional

Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah

Greta Thunberg Aktivis Iklim Bergabung dalam Protes Ribuan Massa di Eurovision 2024 Malmo: Penolakan Partisipasi Israel dalam Kontes Lagu

Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi

Kontroversi Penyensoran di YouTube: Tuduhan Terhadap Penyensoran Lagu Pro-Palestina Macklemore, ‘Hind’s Hall’

Kontroversi dan Pertanyaan Etis: Investigasi Independen Terhadap Publikasi Artikel dalam New York Times

Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”

Persemakmuran Bahama Mengakui Palestina Sebagai Negara, Mengukuhkan Komitmen pada Hak Asasi Manusia dan Penentuan Nasib Sendiri

Persemakmuran Bahama Mengakui Palestina Sebagai Negara, Mengukuhkan Komitmen pada Hak Asasi Manusia dan Penentuan Nasib Sendiri

Sekretaris Jenderal PBB Memperingatkan Terhadap Invasi Israel di Rafah dan Potensi Bencana Kemanusiaan

Permintaan Pengacara Belanda kepada ICC untuk Surat Perintah Penangkapan Netanyahu dan Pejabat Israel

Tujuan  Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah

Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka

Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi

Muslim Muhammadiyah Salurkan Donasi Rp 15 Miliar untuk Palestina: Upaya Mendukung Dalam Krisis dan Pemberdayaan Ekonomi

Proposal Gencatan Senjata Hamas Diterima Meski Israel Menolak, Pasukan Israel Lanjutkan Operasi Militer di Rafah

Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’

Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza

Israel Menutup Kantor Al Jazeera

UC Riverside dan Kelompok Pro-Palestina Mencapai Kesepakatan Damai: Akhir Perkemahan dengan Dialog Konstruktif

Ketegangan Meningkat dalam Perang Israel di Gaza: Tuduhan Netanyahu ‘Menyabotase’ Perundingan Gencatan Senjata

Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan

Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel

Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap

Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme

Dukungan Jeremy Corbyn terhadap Afrika Selatan dalam Kasus Genosida terhadap Israel: Pandangan dan Tanggapan Internasional

Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan

Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme

Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya

Kandidat Presiden dari Partai Hijau Ditangkap dalam Rapat Pro-Palestina: Kisah Kekerasan dan Solidaritas

Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza

Senator Bernie Sanders dan Anggota Partai Demokrat Mendorong Presiden Biden untuk Menghentikan Pengiriman Senjata ke Israel selama Konflik Gaza

Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan

Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang

Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina

Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika

Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan

Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah

Perdana Menteri Israel Kritik Protes Pro-Palestina di Kampus Amerika: Sebuah Sorotan Terhadap Kenaikan Antisemitisme

Pengaruh Skema Asli: Teori Kontroversial Profesor Santos tentang Lokasi Sebenarnya Yerusalem dalam ‘Atlantis: The Lost Continent Finally Found’

Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa

Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante

Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica

Mengungkap Misteri Taman Eden: Perjalanan dan Komentar Obadiah dari Bertinoro tentang Misnah dalam Perjalanannya ke Yerusalem

Tantangan Geografis dalam Interpretasi Klasik Kisah Eden: Targum Yerushalmi, Terjemahan Arab, dan Perspektif Nahmadines

Hubungan antara Midrash HaGadol dan Lokasi Eden serta Catatan Buku “Atlantis: The Lost Continent Finally Found” karya Prof. Arysio Santos

Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis

Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel

“Menyuarakan Kebenaran: Dialog Imaginer Rabbi Neturei Karta dengan Jurnalis Kowantaranews.com tentang Konflik Israel-Palestina”

Neturei KARTA” bukanlah nama kota-kota di Indonesia seperti JaKARTA, JogjaKARTA, SuraKARTA, PurwoKERTO, PurwaKARTA, MojoKERTO, KERTOsono, KERTAbesuki” dan lainnya tapi Sebuah Komunitas Yahudi Ortodoks yang Menentang Zionisme Israel

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *