Jakarta, Kowantaranews.com — Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional guna mempercepat penanganan tengkes (stunting) menghadapi hambatan serius di kawasan perbatasan. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan bahwa tata kelola program MBG di daerah Terpencil, Tertinggal, dan Terluar (3T), khususnya di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, belum berjalan secara optimal. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat pemenuhan hak-hak dasar kelompok rentan, terutama hak anak atas pangan, gizi, dan kesehatan.
Hasil temuan tersebut dipublikasikan pada Sabtu (23/5/2026) menyusul Kajian Lapangan Komnas HAM atas Tata Kelola Program MBG di Kabupaten Sanggau, wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, menegaskan bahwa absennya kehadiran negara secara maksimal dalam memberikan jaminan gizi di daerah perbatasan rawan stunting dapat mengarah pada pelanggaran hak asasi manusia.
Kesenjangan Infrastruktur Dapur dan Realisasi Fisik
Hambatan terbesar yang ditemukan di lapangan adalah lambatnya penyediaan infrastruktur dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Komnas HAM mencatat, dari total 102 SPPG yang direncanakan dibangun di Kabupaten Sanggau pada tahun 2026, hingga saat ini baru 10 unit yang benar-benar beroperasi. Sementara itu, sisanya masih tertahan pada tahapan perencanaan maupun proses konstruksi fisik.
Kondisi di tingkat daerah ini berbanding lurus dengan tantangan pemenuhan infrastruktur serupa di skala nasional. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa secara nasional pihaknya menargetkan pembangunan 8.617 SPPG khusus di daerah terpencil di 36 provinsi. Namun, hingga akhir Mei 2026, baru sekitar 1.455 unit SPPG yang selesai dikerjakan. BGN menyatakan tengah mengejar ketertinggalan tersebut agar tuntas pada akhir tahun demi melayani sekitar 2,5 hingga 3 juta penerima manfaat di wilayah-wilayah sulit.
Eksklusi Wilayah Rawan Stunting dan Isu Pangan Lokal
Kajian lapangan Komnas HAM yang berfokus di Kecamatan Entikong, Sekayam, dan Kapuas juga menemukan anomali yang mengkhawatirkan. Beberapa titik lokasi yang tercatat memiliki tingkat kerentanan stunting tertinggi justru belum terjangkau oleh program MBG. Keterlambatan distribusi terjadi karena penentuan sasaran sangat bergantung pada keberadaan fisik SPPG. Wilayah dengan kondisi geografis tersulit, yang mestinya mendapat prioritas gizi tercepat, justru paling lambat tersentuh karena sulitnya mendirikan dapur di lokasi terpencil.
Selain itu, Komnas HAM menyoroti nihilnya pemanfaatan potensi pangan lokal dalam penyusunan menu harian anak. Menu makanan yang disediakan belum memanfaatkan komoditas pertanian atau budi daya masyarakat setempat. Padahal, integrasi bahan pangan lokal merupakan hak kelompok rentan untuk memperoleh pangan yang sesuai dengan kultur budaya dan kondisi alam sekitar, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi bagi para petani di perbatasan.
Ketidakpatuhan Standar Kesehatan dan Suspensi Puluhan Dapur
Isu keamanan pangan (food safety) turut menjadi sorotan tajam. Komnas HAM menemukan bahwa sebagian besar SPPG yang telah beroperasi di Sanggau ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higienis dan Sehat (SLHS) dari dinas kesehatan, sertifikasi halal, serta instrumen pengawasan limbah yang memadai.
Fakta ini diperkuat oleh tindakan tegas dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program MBG Kabupaten Sanggau. Wakil Bupati Sanggau selaku Ketua Satgas Daerah, Susana Herpena, menyatakan bahwa dari total 28 dapur SPPG yang sempat berjalan, pihaknya terpaksa menjatuhkan sanksi penangguhan (suspensi) terhadap 7 unit dapur.
“Hasil inspeksi mendadak (sidak) kami menunjukkan banyak dapur yang belum memenuhi standar luas area kerja, tata letak (layout), sistem sanitasi, serta tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),” ungkap Susana dalam forum koordinasi bersama Komnas HAM di Sanggau. Bahkan, Susana menambahkan bahwa hampir 50 persen dari seluruh dapur yang ada sempat ditutup sementara untuk menjalani renovasi fisik total demi memenuhi standar baku kebersihan yang ditetapkan BGN. Satgas juga menegaskan pentingnya menguji kandungan zat besi pada peralatan masak serta wadah makanan (ompreng) sebelum didistribusikan ke anak-anak sekolah.
Atasi Darurat Sampah, Pemprov Jakarta Siapkan Insentif Keuangan Bagi Sektor Usaha dan Warga
Kepanikan Sosial, Trauma Anak, dan Masalah Komunikasi
Masalah implementasi kian pelik akibat merebaknya kepanikan sosial di tengah masyarakat perbatasan. Susana Herpena mengungkapkan adanya fenomena di mana anak-anak sekolah merasa takut dan trauma untuk mengonsumsi makanan yang dibagikan. Ketakutan tersebut dipicu oleh ramainya pemberitaan dan unggahan di media sosial mengenai kasus-kasus keracunan makanan massal akibat program MBG di beberapa daerah lain di Indonesia. Rasa cemas ini dinilai beralasan mengingat Komnas HAM secara nasional tengah aktif menyelidiki dugaan pelanggaran HAM terkait kasus keracunan makanan yang sempat menimpa ribuan anak penerima manfaat.
Di sisi lain, komunikasi internal antara pengelola dapur di perbatasan dan Satgas kabupaten dinilai belum berjalan lancar. Mayoritas pengelola dapur SPPG didominasi oleh kelompok pemuda yang belum terbiasa dengan birokrasi pelaporan data. Akibatnya, Satgas kabupaten harus menerapkan pola “jemput bola” secara rutin agar mendapatkan data administratif yang transparan guna kepentingan evaluasi bersama pemerintah provinsi dan pusat.
Guna memulihkan kepercayaan publik dan memastikan hak asasi anak atas pangan sehat terpenuhi, Komnas HAM mendesak adanya penguatan sistem pengawasan berbasis standardisasi mutu fisik, kelayakan dapur, serta keterbukaan informasi publik dalam rantai kelola Program Makan Bergizi Gratis di seluruh wilayah perbatasan Indonesia. By Mukroni
- Berita Terkait :
Atasi Darurat Sampah, Pemprov Jakarta Siapkan Insentif Keuangan Bagi Sektor Usaha dan Warga
Buntut Keracunan Massal Cakung, SPPG Pulogebang Terbongkar Belum Kantongi Sertifikat SLHS
Target 2028: Indonesia Kejar Pembangunan 33 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Senilai Rp 89 Triliun
Rayakan HUT ke-499, Jakarta Deklarasikan Gerakan “Jaga Jakarta Bersih” di Rasuna Said
Dudung Abdurachman Endus Celah Korupsi Program MBG: Dari Jual Beli Titik hingga Paradoks Insentif
Ikan Sapu-sapu: Dari “Janitor” Akuarium Menjadi Alarm Kerusakan Ekosistem Ciliwung
Perang Narasi Banjir Palembang: Pejabat Pemkot Digugat Akibat Komentar Agresif di Media Sosial
Panas Ekstrem: Pengganda Risiko Utama yang Mengancam Ketahanan Pangan Dunia
Paradoks Bio-Kedaulatan: Dilema Ketahanan Energi dan Ancaman Krisis Pangan Indonesia
Ancaman Ganda di Lumbung Pangan: Geopolitik Timur Tengah dan ‘El Niño Godzilla’ 2026
BGN Tegaskan Makan Bergizi Gratis Bukan Proyek Bisnis: Fokus Cerdaskan Anak, Bukan Pamer Pendapatan
Swasembada di Tengah Krisis: Strategi Indonesia Menghadapi ‘Dosa Ekologis’ dan Gejolak Pangan Global
Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza
Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF
497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional
Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal
Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata
Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza
Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir
Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel
Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas
Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina
Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!
Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’
AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa
Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel
Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian
Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!
DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI
Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam
Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi
Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza
Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump
Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah
Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS
DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!
Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia
MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!
Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia
Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!
Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!
Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika
Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan
Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural
Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan
Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan
Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!
Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!
Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis
Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru
Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang
Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam
Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur
JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot
76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza
Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill
Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global
Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden
Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza
Enam Sekutu Amerika Serikat Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB
Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”
Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza
Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru
Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa
Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel
Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina
Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah
Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global
Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina
Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza
Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time
Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan
Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah
Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi
Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”
Tujuan Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah
Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka
Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi
Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’
Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza
Israel Menutup Kantor Al Jazeera
Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan
Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel
Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap
Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme
Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan
Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme
Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya
Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza
Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan
Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang
Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina
Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika
Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan
Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah
Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa
Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante
Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis
Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel
Bulan Ramadhan Tahun ini dan Seterusnya Azan Dikumandangkan 5 Kali Se

