• Sel. Agu 4th, 2026

KowantaraNews

Jejak Warteg Warisan Lumbung Mataram, Semangat Sultan Agung dan Diplomasi Kyai Rangga

BMKG Peringatkan El Niño Ekstrem 2026: Kemarau Panjang Berpeluang 98 Persen hingga Awal 2027

ByAdmin

Agu 3, 2026
Ilustrasi. Sejumlah lembaga meteorologi dunia memprediksi kemungkinan kemunculan La Nina usai fenomena El Nino berakhir. (Foto: dok Earthdata NASA)
Sharing is caring

Jakarta, Kowantaranews.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berskala nasional terkait ancaman gelombang kekeringan ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Niño pada tahun 2026. BMKG memproyeksikan peluang terjadinya El Niño kategori kuat ini mencapai 98 persen, dengan durasi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung jauh lebih panjang dan membawa dampak lebih buruk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lembaga Penelitian Internasional (International Research Institute for Climate and Society/IRI) dari Universitas Columbia, New York, bahkan memprakirakan intensitas El Niño sangat kuat ini memiliki probabilitas terjadi hingga mendekati 100 persen.

Berdasarkan pemantauan kondisi iklim terkini, anomali suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature) di kawasan Pasifik tropis terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Indeks Niño 3,4 versi pertengahan Juli 2026 tercatat melonjak hingga menyentuh angka +2,1 derajat Celsius. Angka ini secara tegas mengindikasikan bahwa El Niño 2026 telah berkembang menjadi salah satu anomali iklim paling ekstrem, yang akan menekan kawasan selatan garis khatulistiwa dengan cuaca panas memuncak serta defisit curah hujan yang parah.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan berlangsung sepanjang bulan Juli hingga Oktober 2026. Namun, di beberapa wilayah, dampak kekeringan ini diprakirakan dapat bertahan lebih lama hingga awal tahun 2027. Wilayah yang terancam mengalami dampak paling signifikan meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, hingga Papua bagian selatan. Curah hujan di daerah-daerah tersebut dipastikan berada jauh di bawah ambang batas normal, sehingga memicu krisis ketersediaan air bersih, peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), degradasi kualitas udara, serta lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah masyarakat.

Sektor Pangan dan Pertanian Terancam Puso

Kondisi kemarau ekstrem ini membawa imbas buruk yang sangat nyata bagi sektor pertanaman dan ketahanan pangan nasional. BMKG menggarisbawahi tingginya risiko gangguan pada fase pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman, penurunan produktivitas lahan, hingga meningkatnya potensi gagal panen (puso) akibat defisit air tanah yang mendalam.

Laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Juli 2026 mengonfirmasi bahwa dampak kekeringan telah mulai menggerus produksi padi nasional. Luas panen padi pada bulan Mei 2026 tercatat hanya sebesar 0,96 juta hektar, atau turun 2,35 persen dibandingkan luas panen pada Mei 2025. Sejalan dengan pengerutan lahan panen tersebut, angka produksi padi Mei 2026 tercatat sebesar 4,92 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau mengalami penurunan sebesar 3,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan produksi ini melengkapi tren negatif sektor pertanian yang telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut. Pada bulan Maret 2026, luas panen turun 3,16 persen dan pada bulan April melorot drastis hingga 15,47 persen. Kontraksi tajam pada bulan April ini sangat mengkhawatirkan karena periode tersebut seharusnya merupakan puncak masa panen raya nasional. Dampaknya, produksi GKG tercatat anjlok sebesar 4,12 persen pada Maret dan merosot hingga 16,03 persen pada April secara year-on-year. Ketergantungan sistem usaha tani Indonesia pada perluasan luas panen fisik tanpa didukung adopsi inovasi teknologi yang merata membuat para petani sangat rentan ketika krisis air terjadi.

Dampak kemarau tidak hanya menghantam tanaman pangan, tetapi juga komoditas perkebunan strategis seperti kopi. Produksi kopi nasional diproyeksikan merosot cukup signifikan dari 742.000 ton pada tahun 2025 menjadi hanya 682.000 ton pada tahun 2026. Penurunan ini terjadi di saat produksi kopi dunia justru mengalami peningkatan dari 10,73 juta ton menjadi 11,28 juta ton, yang sebagian besar disumbang oleh lonjakan produksi dari Brasil.

Lonjakan Harga Beras dan Disparitas Logistik Daerah

Terkoreksinya volume produksi beras tecermin nyata pada melambungnya harga beras eceran di tingkat konsumen. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia (PIHPS-BI) per 20 Juli 2026 mencatat harga rata-rata beras nasional tetap bertahan di level tinggi, yakni Rp 16.200 per kilogram. Angka ini tercatat jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Anomali harga beras semakin memprihatinkan di Kawasan Timur Indonesia serta wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP). Inefisiensi rantai logistik maritim dan hambatan distribusi antarwilayah memicu lonjakan harga yang sangat fantastis. Di Kalimantan Tengah, harga beras kini telah menembus Rp 19.550 per kg, Kalimantan Selatan mencapai Rp 19.300 per kg, dan wilayah Papua menyentuh Rp 19.150 per kg.

Tekanan krisis pangan ini kian terkomplikasi oleh kondisi geopolitik global, khususnya eskalasi konflik militer antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang meletus sejak akhir Februari 2026. Perang tersebut memicu kenaikan harga energi dan minyak mentah dunia, yang bertransmisi langsung pada melonjaknya biaya bahan bakar, tarif angkutan logistik, serta bahan baku pupuk industri. Meskipun pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi pupuk sebesar Rp 16,9 triliun untuk 9,55 juta ton pupuk bersubsidi, tinggi dan mahalnya biaya operasional tetap menggerus pendapatan petani yang sebagian besar berstatus sebagai net-consumer beras.

Badan Gizi Nasional Perketat Tata Kelola MBG, Dorong Rantai Pasok Pangan Berbasis Petani Lokal

Langkah Antisipasi dan Rekomendasi Kebijakan

Menghadapi ancaman krisis iklim yang diprediksi berlangsung hingga awal tahun 2027 ini, BMKG bersama para pakar mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengambil langkah penanganan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Pertama, pemerintah harus menyiagakan bantuan darurat berupa pasokan bahan pangan dan air bersih secara langsung bagi rumah tangga petani gurem serta kelompok masyarakat rentan di daerah terdampak kekeringan terparah.

Kedua, di tingkat tapak budidaya, petani perlu didorong untuk melakukan percepatan adaptasi melalui penyesuaian pola tanam dan rotasi tanaman ke komoditas palawija yang lebih toleran terhadap cekaman kekeringan, seperti jagung, ubi kayu, dan kacang-kacangan. Apabila pertanaman padi tetap harus dilakukan, pemerintah wajib menjamin ketersediaan dan aksesibilitas benih padi varietas unggul tahan kering, seperti Inpari 13, Inpago 8, Inpago 11 Agritan, maupun varietas gogo hemat air seperti Inpago 13 Fortiz.

Ketiga, percepatan modernisasi dan rehabilitasi infrastruktur pemanen air seperti embung, penampung retensi, serta jaringan irigasi desa harus segera dieksekusi. Langkah kolektif yang mengombinasikan teknologi tepat guna dengan kelembagaan petani lokal menjadi kunci utama untuk memitigasi krisis pangan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ancaman El Niño ekstrem 2026. By Mukroni

  • Berita Terkait :

Badan Gizi Nasional Perketat Tata Kelola MBG, Dorong Rantai Pasok Pangan Berbasis Petani Lokal

Antisipasi Sampah Program Makan Bergizi Gratis, Kementerian LH Gandeng ITS Terapkan Komposter Kilat

Rakernas Perdana PERMIT BGN Indonesia: Layangkan Rekomendasi Strategis Demi Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

Kemenangan Pengemudi Ojol dan Konsumen: MK Wajibkan Opsi Penyelamat Sisa Kuota Data

Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Berjanji Benahi Tata Kelola dan Sapu Bersih Korupsi MBG

Multitantangan Harga Pangan: Dari Gesekan Geopolitik Global hingga Badai El Nino

Perburuan Rente di Dapur Sekolah: Bagaimana Yayasan Kroni Menguras Insentif Program MBG Miliaran Rupiah Per Hari

Hanya Tersisa 400 Individu di Sumatra, Tapir Malaya Kini Berada di Ambang Kepunahan

Evaluasi Makan Bergizi Gratis Dinilai Terburu-buru, CISDI Desak Tata Kelola yang Lebih Terbuka dan Partisipatif

Bukan Sekadar Gerah, Panas Ekstrem Kini Jadi Ancaman Nyata Kesehatan Publik

Ancaman El Nino Kuat 2026: Lumbung Pangan Jatim Tertekan, Kesejahteraan Petani Menyusut

Darurat Sampah Metropolitan: Tragedi Bantargebang dan Urgensi Tinggalkan Sistem “Kumpul-Angkut-Buang”

Buntut Keracunan Massal Cakung, SPPG Pulogebang Terbongkar Belum Kantongi Sertifikat SLHS

Target 2028: Indonesia Kejar Pembangunan 33 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Senilai Rp 89 Triliun

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Deklarasikan Gerakan “Jaga Jakarta Bersih” di Rasuna Said

Dudung Abdurachman Endus Celah Korupsi Program MBG: Dari Jual Beli Titik hingga Paradoks Insentif

Ikan Sapu-sapu: Dari “Janitor” Akuarium Menjadi Alarm Kerusakan Ekosistem Ciliwung

Perang Narasi Banjir Palembang: Pejabat Pemkot Digugat Akibat Komentar Agresif di Media Sosial

Panas Ekstrem: Pengganda Risiko Utama yang Mengancam Ketahanan Pangan Dunia

Paradoks Bio-Kedaulatan: Dilema Ketahanan Energi dan Ancaman Krisis Pangan Indonesia

Ancaman Ganda di Lumbung Pangan: Geopolitik Timur Tengah dan ‘El Niño Godzilla’ 2026

BGN Tegaskan Makan Bergizi Gratis Bukan Proyek Bisnis: Fokus Cerdaskan Anak, Bukan Pamer Pendapatan

Swasembada di Tengah Krisis: Strategi Indonesia Menghadapi ‘Dosa Ekologis’ dan Gejolak Pangan Global

Misteri Kematian Jurnalis Prancis Pro-Palestina Marine Vlahovic saat Investigasi Genosida Gaza

Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan Asing ke Gaza dalam Misi ISF

497 Serangan Israel Pasca-Gencatan Senjata, PBB Bentuk Pasukan Stabilisasi Internasional

Israel Veto Indonesia-Turki, Pasukan Perdamaian PBB untuk Gaza Terancam Batal

Kesepakatan Perdamaian Gaza Tahap Pertama: Langkah Awal Menuju Gencatan Senjata

Trump vs. Thunberg: Pertukaran Sindiran Terkait Insiden Flotilla Gaza

Kronologi Diplomasi Gaza: Negosiasi Perdamaian 5-6 Oktober 2025 di Mesir

Dari Iklim ke Gaza: Israel Culik Greta, Paksa Cium Bendera – Tuduhan Dehidrasi dan Pemukulan Mengguncang Dunia

Hamas di Persimpangan: Terima Proposal Damai Trump atau Hadapi Dukungan AS untuk Serangan Israel

Pencegatan Global Sumud Flotilla dan Deportasi Greta Thunberg: Krisis Kemanusiaan Gaza Memanas

Gencatan Senjata 2025 Runtuh: Israel Serang Qatar, Gaza City Terancam, Abraham Accords di Ujung Tanduk

Tsunami Politik Barat: Dari Benteng Israel ke Pelukan Palestina

Guncangan Diplomatik: Inggris, Australia, Kanada Akui Palestina, Israel Murka!

Hannah Einbinder Memisahkan Identitas Yahudi dari Negara Israel dalam Pidato Emmy: ‘Free Palestine’

Greta Thunberg Tantang Blokade Israel: Armada Bantuan Gaza Tiba di Tunisia di Tengah Ultimatum Trump dan Pembantaian Jurnalis

AS vs PBB: Larangan Visa Palestina Picu Pemindahan Sidang ke Jenewa

Perundingan Gencatan Senjata Israel-Hamas: Krisis Kemanusiaan Memburuk di Tengah Jalan Buntu Diplomasi

Mustafa Bargouti Peringatkan Indonesia: Menerima Pengungsi Palestina adalah Tipu Daya Israel

Kelaparan Gaza: Bencana Akibat Pendudukan Israel atau Diamnya Barat?

Krisis Kemanusiaan di Gaza: Kondisi Terkini dan Langkah Menuju Perdamaian

Pembantaian Tengah Malam-Sahur: Israel Hancurkan Gaza, Darah Anak-Anak Banjiri Jalanan!

DRAMA GAZA: TRUMP BERBALIK ARAH – DARI ANCAMAN PENGUSIRAN HINGGA DIPLOMASI YANG TAK PASTI

Gaza di Ambang Bencana: Kelaparan Massal Mengintai Akibat Blokade Israel yang Kejam

Dibungkam! Aktivis Cerdas Columbia Diculik dalam Serangan terhadap Demokrasi

Mantan Jurnalis BBC Jadi Finalis Miss Universe Great Britain untuk Advokasi Gaza

Liga Arab Dukung Rencana Rekonstruksi Gaza oleh Mesir, Tantang Proposal Trump

Gencatan Senjata Hancur, Gaza Menjerit dalam Lorong Kegelapan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Solusi Nutrisi dan Kebersamaan di Sekolah

Liang Wenfeng: Jenius AI China yang Mengguncang Dunia dan Mengancam Hegemoni Teknologi AS

DOSA DAN BANJIR DAHSYAT: KETIKA NEGERI MAKMUR TENGGELAM DAN HUTAN MANGROVE BANGKIT!

Mangrove, Benteng Gaib Penahan Tsunami dan Penyelamat Umat Manusia

MANGROVE: POHON SAKTI PENJAGA BUMI DARI AMUKAN LAUTAN!

Mangrove: Pohon Ajaib yang Menyembuhkan Bumi dan Mengenyangkan Perut Manusia

Serai Wangi: Pahlawan Tak Terduga untuk Lingkungan yang Terluka!

Mangrove Indonesia: Lumbung Karbon Terbesar yang Menyelamatkan Planet!

Krisis Sputnik Baru: Deepseek Mengancam Hegemoni Teknologi Amerika

Laut Terkunci: Pagar Bambu yang Mengurung Masa Depan Nelayan

Isra Miraj: Langkah Kosmik Menuju Harmoni Multikultural

Retakan Tanah Mengintai: Perlombaan Melawan Waktu di Tengah Ancaman Longsor Pekalongan

Di Balik Obsesi Swasembada Pangan: Lingkungan dan Masyarakat yang Terlupakan

Makan Bergizi Gratis Ngebut! 82,9 Juta Pelajar Siap Disantuni di 2025!

Kemiskinan Menyusut, Tapi Jurang Kesenjangan Kian Menganga!

Jeritan Nelayan: Terjebak di Balik Tembok Laut, Rezeki Kian Terkikis

Menimbang Makna di Balik Perayaan Tahun Baru

Insiden di Mahkamah Internasional: Pengacara Israel Disebut ‘Pembohong’ oleh Pengamat Selama Sidang

Raja Saudi Salman Dirawat karena Radang Paru-paru di Istana Al Salam

Helikopter dalam Konvoi yang Membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi Jatuh di Azerbaijan Timur

JPMorgan Chase Tarik Investasi dari Elbit Systems di Tengah Tekanan Kampanye Boikot

76 Tahun Nakba: Peringatan Sejarah dan Bencana yang Berkepanjangan di Gaza

Afrika Selatan Menuduh Israel Lakukan Genosida di Gaza di Hadapan Mahkamah Internasional, ini Alasan Adila Hassim

Kontroversi Nat Schwartz: Penyelidikan The New York Times tentang Kekerasan Seksual oleh Hamas dan Implikasinya

Pengarahan Jaksa ICC Karim AA Khan KC kepada Dewan Keamanan PBB mengenai Situasi di Libya: Laporan dan Peta Jalan Menuju Keadilan Berdasarkan Resolusi 1970 (2011)

Hakim Kanada Tolak Pembubaran Demo Pro-Palestina di Universitas McGill

Prof. Jeffrey Sachs: Kebijakan Luar Negeri AS Bertentangan dengan Kepentingan Rakyat dan Didasarkan pada Kebohongan Berkelanjutan

Blokade Bantuan ke Gaza: Protes, Krisis Kelaparan, dan Konsekuensi Global

Netanyahu Tegaskan Israel Bukan “Negara Bawahan” AS di Tengah Ketegangan dengan Biden

Thomas Piketty: Barat Harus Memberikan Sanksi kepada Israel Jika Benar-Benar Mendukung Solusi Dua Negara

Mayor Angkatan Darat AS Mengundurkan Diri untuk Memprotes Dukungan Amerika terhadap Israel di Gaza

Enam Sekutu Amerika Serikat  Dukung Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

Paul Newman tentang Kebenaran dan Politik Luar Negeri Amerika: “Menciptakan Musuh untuk Membenarkan Perang”

Jeremy Corbyn di Rafah: ” Kisah Horor dan Harapan di Gaza: Panggilan untuk Keadilan dan Perdamaian”

Antony Blinken Mengecam Klaim Israel: Keadilan dan Kemanusiaan dalam Konflik Gaza

Trinity College Cambridge Memutuskan Divestasi dari Perusahaan Senjata Setelah Terungkapnya Investasi Kontroversial

Mayoritas Warga Kanada Mendukung Protes di Kampus Universitas Menurut Jajak Pendapat Terbaru

Raja Denmark Mengibarkan Bendera Palestina: Solidaritas Global Menguat Setelah Badai Al-Aqsa

Gary Lineker: Tidak Bisa Diam Mengenai Konflik Gaza dan Kritik Terhadap Tindakan Israel

Kekuatan Opini Publik: Kim Kardashian dan Dampak #Blockout2024 Pro-Palestina

Munafik atau Ketidakadilan? Politisi Belgia Kritik Keputusan Kontes Lagu Eurovision terkait Israel dan Palestina

Perspektif Kritis Randa Jarrar: Hillary Clinton dalam Kacamata Seorang Profesor Studi Timur Tengah

Peringatan Raja Spanyol Felipe VI: Eskalasi Kekerasan di Gaza dan Panggilan untuk Aksi Global

Jejak Sejarah Esau: Perjalanan di Pegunungan Bani Yas’in dari Bani Jawa dalam Kitab Tarikh Ibnu Khaldun

Perayaan Cinta dan Solidaritas: Pengantin di Montreal Mengekspresikan Dukungan untuk Palestina

Tabassum Menerima Tepuk Tangan Meriah atas Pidato Perpisahan di USC: Perlawanannya Terhadap Genosida Disambut Hangat

Bisan Owda dan AJ+ Raih Penghargaan Peabody atas Liputan Gaza

Grace Blakeley Mendorong Sanksi terhadap Israel dalam Debat BBC Question Time

Insiden Pelecehan Verbal di Arizona State University: Staf Pro-Israel Diberhentikan

Seruan Menteri Luar Negeri Afrika Selatan untuk Penangkapan ICC terhadap PM Israel Netanyahu: Kontroversi dan Implikasi Internasional

Respon Defiant Israel Menyusul Peringatan Biden tentang Serangan Rafah

Greta Thunberg Aktivis Iklim Bergabung dalam Protes Ribuan Massa di Eurovision 2024 Malmo: Penolakan Partisipasi Israel dalam Kontes Lagu

Dinamika Hubungan India-Israel di Bawah Pemerintahan Narendra Modi

Kontroversi Penyensoran di YouTube: Tuduhan Terhadap Penyensoran Lagu Pro-Palestina Macklemore, ‘Hind’s Hall’

Kontroversi dan Pertanyaan Etis: Investigasi Independen Terhadap Publikasi Artikel dalam New York Times

Himne Macklemore untuk Perdamaian dan Keadilan: “Solidaritas Diam”

Persemakmuran Bahama Mengakui Palestina Sebagai Negara, Mengukuhkan Komitmen pada Hak Asasi Manusia dan Penentuan Nasib Sendiri

Persemakmuran Bahama Mengakui Palestina Sebagai Negara, Mengukuhkan Komitmen pada Hak Asasi Manusia dan Penentuan Nasib Sendiri

Sekretaris Jenderal PBB Memperingatkan Terhadap Invasi Israel di Rafah dan Potensi Bencana Kemanusiaan

Permintaan Pengacara Belanda kepada ICC untuk Surat Perintah Penangkapan Netanyahu dan Pejabat Israel

Tujuan  Israel Menolak Gencatan Senjata dengan Hamas dan Melancarkan Operasi di Rafah

Mahasiswa Inggris Protes untuk Palestina: Aksi Pendudukan di Lima Universitas Terkemuka

Solidaritas Pelajar di MIT: Dukungan untuk Gaza dan Perlawanan Terhadap Perintah Polisi

Muslim Muhammadiyah Salurkan Donasi Rp 15 Miliar untuk Palestina: Upaya Mendukung Dalam Krisis dan Pemberdayaan Ekonomi

Proposal Gencatan Senjata Hamas Diterima Meski Israel Menolak, Pasukan Israel Lanjutkan Operasi Militer di Rafah

Senator Partai Republik Ancam ICC: ‘Targetkan Israel dan Kami Akan Menargetkan Anda’

Pembelotan Massal dan Ketegangan Internal: Pasukan Israel Menolak Perintah di Gaza

Israel Menutup Kantor Al Jazeera

UC Riverside dan Kelompok Pro-Palestina Mencapai Kesepakatan Damai: Akhir Perkemahan dengan Dialog Konstruktif

Ketegangan Meningkat dalam Perang Israel di Gaza: Tuduhan Netanyahu ‘Menyabotase’ Perundingan Gencatan Senjata

Ketegangan di Upacara Pembukaan Universitas Michigan: Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Dikeluarkan

Ketegangan Internal dan Eksternal: Keputusan Kontroversial Menutup Saluran Al Jazeera di Israel

Situasi Tegang: Demonstrasi di Institut Seni Chicago Berakhir dengan Puluhan Orang Ditangkap

Platform Pittsburgh: Peran Pentingnya dalam Gerakan Reformasi Amerika dalam Yudaisme

Dukungan Jeremy Corbyn terhadap Afrika Selatan dalam Kasus Genosida terhadap Israel: Pandangan dan Tanggapan Internasional

Deklarasi Balfour dan Peran Walter Rothschild: Sebuah Tinjauan

Pelukan Islam Shaun King dan Dukungannya terhadap Palestina: Kisah Perubahan dan Aktivisme

Trinidad dan Tobago Resmi Mengakui Negara Palestina: Tinjauan Keputusan dan Implikasinya

Kandidat Presiden dari Partai Hijau Ditangkap dalam Rapat Pro-Palestina: Kisah Kekerasan dan Solidaritas

Kolombia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Dugaan Genosida di Gaza

Senator Bernie Sanders dan Anggota Partai Demokrat Mendorong Presiden Biden untuk Menghentikan Pengiriman Senjata ke Israel selama Konflik Gaza

Kontroversi Video Rashida Tlaib: Pertahanan Pro-Palestina di Tengah Keretakan Demokrat Michigan

Kontroversi Terkait Protes Mahasiswa di AS: Antara Anti-Semitisme dan Anti-Perang

Konfrontasi di Kampus: Mahasiswa Universitas Columbia Berjuang Demi Solidaritas dengan Palestina

Robert Reich Membela Mahasiswa yang Memprotes Perang Israel di Gaza di Kampus-kampus Amerika

Perjuangan Mahasiswa Amerika: Solidaritas dengan Palestina Melawan Represi dan Kekerasan

Protes Mahasiswa Pro-Palestina di Washington Tetap Berlanjut Meski Ditekan Pemerintah

Perdana Menteri Israel Kritik Protes Pro-Palestina di Kampus Amerika: Sebuah Sorotan Terhadap Kenaikan Antisemitisme

Pengaruh Skema Asli: Teori Kontroversial Profesor Santos tentang Lokasi Sebenarnya Yerusalem dalam ‘Atlantis: The Lost Continent Finally Found’

Keyakinan Nahamanides dalam Realitas Surga dan Lokasi Taman Eden Dekat Garis Katulistiwa

Konsep Bumi sebagai Pusat Alam Semesta dalam Divine Comedy Dante

Thomas Aquinas: Pemikiran tentang Surga, Khatulistiwa, dan Taman Eden dalam Summa Theologica

Mengungkap Misteri Taman Eden: Perjalanan dan Komentar Obadiah dari Bertinoro tentang Misnah dalam Perjalanannya ke Yerusalem

Tantangan Geografis dalam Interpretasi Klasik Kisah Eden: Targum Yerushalmi, Terjemahan Arab, dan Perspektif Nahmadines

Hubungan antara Midrash HaGadol dan Lokasi Eden serta Catatan Buku “Atlantis: The Lost Continent Finally Found” karya Prof. Arysio Santos

Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel Berdasarkan Keyakinan Eskatologis

Neturei Karta: Sekte Yahudi Anti-Zionis yang Menolak Negara Israel

“Menyuarakan Kebenaran: Dialog Imaginer Rabbi Neturei Karta dengan Jurnalis Kowantaranews.com tentang Konflik Israel-Palestina”

Neturei KARTA” bukanlah nama kota-kota di Indonesia seperti JaKARTA, JogjaKARTA, SuraKARTA, PurwoKERTO, PurwaKARTA, MojoKERTO, KERTOsono, KERTAbesuki” dan lainnya tapi Sebuah Komunitas Yahudi Ortodoks yang Menentang Zionisme Israel

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *